Bagaimanapun usaha membangun demokrasi di Indonesia harus di dukung, sifatnya
demokrasi memang lambat diperlukan kesabaran bagi menata keinginan masyarakat
bukan keinginan Muladi atau Yusuf Kalla yang ingin mempreteli satu-persatu
keinginan demokrasi masyarakat bagi menentukan pemimpin pilihannya. Tolonglah
kita jangan semuanya ingin cepat, wong rakyat kecil ini baru merdeka setelah
Soeharto jatuh, sudah berdarah-darah pula menjatuhkan dia itu, sekarang kita
sudah juga memilih SBY yang jelas sama ABRInya dulu ---sekarang diganti TNI---,
eeh pemilihan daerah provinsi mau dihilangkan. sabarlah bp muladi dan yusuf
kalla, karena perjalanan demokrasi memang lambat membutuhkan pengorbanan dan
jangan buru-buru. yang jelas sudah berlangsung sukses pemilihan lima gubernur,
mbok ya pemilihan ini dievaluasi dimana salahnya, lalu diperbaiki, bukan
ditiadakan partasipasi rakyat memilih pemimpimnya di daerah. maaf sudah saatnya
bukan pemimpin politik yang menentukan siapa yang akan
memimpin di indonesia, tetapi harus berdasarkan pemilihan umum langsung,
dipilih rakyat. udah jangan diganti-ganti lagi yang sudah berjalan, yang sudah
berjalan diperbaiki, mungkin diperbaiki dengan memperbanyak jumlah pengawas
pelaksanaan pemilu.
Demokrasi itu, mahal, rumit, harus dihadapai dengan sabar, tidak banting
kiri-banting kanan seperti yang zaman orde baru sehingga hanya menghasilkan
demokrasi karbitan yang dengan sedikit goncangan langsung bubar. demokrasi itu
hanya bisa bertahan dengan stabilitas tinggi bila dari rakyat oleh rakyat untuk
rakyat. apakah muladi mo pilih pemimpin di daerah seperti zamannya soeharto
menempatkan orang jawa (maaf) memimpin orang sulawesi, memimpin orang
kalimantan, memimpin orang sumatera, memimpin orang ambon. udah jangan lagi.
boleh lah orang jawa memimpin di sumatera asal ia kelahiran sumatera dan memang
berasal dari sumatera.
---------------------------------
Did you know? You can CHAT without downloading messenger. Click here
[Non-text portions of this message have been removed]