Sebetulnya bukan seperti itu maksudnya. Sebagai sosok No 1 di negeri ini, SBY 
juga mengandalkan segi pencitraan (image building). Saya yakin, Presiden 
gelontorkan banyak uang untuk membayar tim konsultan humas. Begitu juga Jusuf 
Kalla yang kabarnya mengontrak jasa kehumasan Indo Pacific Edellman dengan 
nilai miliaran rupiah.

Soal SBY mencipta lagu, yang salah adalah timingnya. Bukankah kehidupan kita 
itu berirama? 
Sebagai seorang Kepala Negara tentunya ia harus punya tenggang rasa. Di saat 
masyarakatnya banyak tertimpa masalah kok malah mencipta lagu dan meluncurkan 
album rekaman?

Mungkin sebagai orang dekat SBY, pak Wiryanta tahukah, darimana duitnya? Apakah 
dari kantong pribadi SBY atau dari uang negara?






  ----- Original Message ----- 
  From: Made Wiryana 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, December 06, 2007 10:14 PM
  Subject: Re: [balinet] Re: Pertemuan Bali


  On Dec 6, 2007 4:00 PM, <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  >
  > Ya masak presiden harus selalu suntuk tiap saat? ya kasian dong..
  > Kita juga koq sempat2nya email2an padahal kerjaan banyak...

  Kalo sekarang presiden rilis 10 lagu di CD, 1 lagu mungkin sekitar
  15-30 menit ditulis.
  Bisa dilakukan pas di pesawat heheheh jadi kalo sejumlah itu sih ndak
  tiap saat ukurannya.

  Sama dg ada orang yg hobby-nya mancing berjam-jam, padahal bengong
  aja. Tapi kan ini seperti "charge" utk biar lebih fit lagi.

  Sama juga dg kita-kita sempet sempetnya ngirim email, padahal kerjaan
  banyak kakakaka

  IMW


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.15/1173 - Release Date: 05/12/2007 
21:29


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke