Muslim Inggris, Menulis Puisi Pun Dicurigai Sebagai Teroris  Jumat, 7 Des 07 
09:55 WIB
    Kirim teman
   
  Muslim Council of Britain (MCB)-wadah bagi warga Muslim di Inggris-mulai 
merasakan dampak yang tidak menyenangkan dari penerapan aturan baru 
anti-terorisme yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris beberapa waktu lalu.
   
  Sekretaris Jenderal MCB Muhammad Abdul Bari mengatakan, lewat peraturan itu, 
seorang warga Muslim bisa dianggap telah melakukan tindak kriminal hanya karena 
pemikiran-pemikirannya yang dinilai "bodoh."
   
  Bari, seperti dilansir surat kabar Times mencontohkan, anak-anak muda bisanya 
mengambil materi-materi yang dianggap berbahaya dari internet. Tapi, jika yang 
melakukannya seorang muslim, maka orang yang bersangkutan bisa dikenai tuduhan 
teroris, meski orang yang bersangkutan sama sekali tidak bertujuan untuk 
membahayakan orang lain.
   
  Menurut Bari, menuduh orang hanya karena apa yang mereka pikir tidak bisa 
dibenarkan. "Anak-anak muda mungkin punya pemikiran-pemikiran yang bodoh. Tapi 
itu tidak bisa dibilang kriminal. Tindakan mereka lah yang selayaknya menjadi 
perhatian kita, " katanya.
   
  Kasus seperti ini menimpa seorang muslimah berusia 23 tahun bernama Samina 
Malik. Pengadilan menyatakan Samina bersalah hanya karena memiliki 
artikel-artikel yang dianggap mengarah pada tindakan terorisme. Untuk itu 
Samina dikenakan hukuman selama sembilan bulan penjara.
  Samina mendapatkan artikel-artikel itu dari situs-situs internet, antara lain 
artikel-artikel tentang senjata dan buku panduan tentang bermacam-macam racun. 
Samina juga menulis sejumlah puisi yang ia posting di berbagai situs dengan 
nama samaran "Lyrical Terrorist."
   
  Abdul Bari mengakui puisi-puisi yang ditulis Samina provokatif, namun ia 
meyakini masalah ini seharusnya tidak perlu sampai ke pengadilan. "Dia divonis 
untuk sesuatu yang benar-benar dikatagorikan sebagai tindak kejahatan, " 
ujarnya.
   
  "Hal ini bukan hanya menjadi keprihatinan warga Muslim, tapi menjadi 
keprihatinan masyarakat kita yang menginginkan adanya keadilan, " sambung Abdul 
Bari.
   
  Selama proses persidangan, Samina mengatakan bahwa puisi-puisinya tidak 
"bermakna apa-apa." Samina yang pernah bekerja sebagai sukarelawan ambulan di 
bandara Heathrow mengungkapkan, ia mengganti nama samarannya di internet dari 
"lyrical babe" menjadi "lyrical terorist" supaya lebih menarik.
   
  "Itu nama yang keren dan bukan berarti saya seorang teroris. itu hanya nama 
samaran, " tukasnya.
   
  Abdul Bari menilai, kasus-kasus seperti Samina bisa mengganggu upaya 
pemerintah, terutama PM Gordon Brown untuk mengambil hati warga Muslim. Kasus 
seperti Samina, menurutnya, adalah kasus pertama yang disidangkan berdasarkan 
Section 58, Terrorist Act 2000 tentang pengumpulan informasi.
   
  PM Brown pada bulan November kemarin menjelaskan tentang strategi 
anti-terorisme nya yang baru. Ia menyatakan, akan mengambil langkah-langkah 
baru untuk mencegah generasi muda Muslim di Inggris menjadi radikal.
  Pemerintah Inggris mulai mengawasi dengan ketat warga Muslim di Inggris, 
setelah peristiwa bom London yang menyebabkan 56 orang tewas, termasuk empat 
pelaku pengeboman. (ln/iol)


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke