http://www.antara.co.id/arc/2007/12/7/promosi-investasi-indonesia-di-osaka-disambut-hangat/

*Promosi Investasi Indonesia di Osaka Disambut Hangat*

Osaka (ANTARA News) - Upaya promosi Indonesia untuk menarik minat

investasi Jepang terus digalakkan, kali ini dengan menggelar acara

serupa di Osaka, kota bisnis terbesar kedua di Jepang setelah Tokyo,

dengan mendapat respon yang cukup hangat dan fair.

Kegiatan temu bisnis yang berlangsung di Hotel Hyatt regency, Osaka,

Jumat, difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Osaka, dan

mendapat sambutan yang hangat karena melibatkan para pengusaha Jepang

untuk berbagi cerita mengenai pengalamannya selama menjalankan usahanya

di Indonesia.

Acara bertema "Seeking For New Opportunities Under The Implementation

of Indonesian New Laws on Investment and Special Economic Zone" itu

menampilkan pimpinan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta

pengelola zone ekonomi khusus Batam.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Osaka, Pitono Purnomo

mengatakan, temu bisnis komprehensif kali ini bertujuan memperkenalkan

UU Penanaman Modal yang baru (berlaku pertengahan tahun 2007) serta

sejumlah kebijakan lainnya seperti insentif lain yang memudahkan

kegiatan investasi.

"Keberadaan UU Penanaman Modal dan adanya perjanjian kerjasama Economic

Partnership Agreement atau EPA antara Jepang dan Indonesia akan lebih

bermakna dengan masuknya investasi Jepang," ujarnya

Suasana di Osaka berbeda dengan yang terjadi di Tokyo pada 30 November

lalu yang terkesan dingin, karena sedikitnya respon dari pengusaha yang

hadir. Meski saat itu Ketua BKPM Muhammad Lutfi dengan berapi-api

memberikan jaminannya akan keamanan investasi di Indonesia dan juga

seriusnya upaya pemerintah memberantas korupsi.

Di Osaka, penampilan Kazunori Ueda dari PT Patlite Indonesia yang

beroperasi di pulau Batam, justru menjadi kunci temu bisnis tersebut.

Ia secara gamblang mengemukakan kisah suksesnya berinvestasi dan

berusaha di Indonesia,

Padahal Ketua BKPM sudah membawa pimpinan PT Yamaha Motor Manufacture

Indonesia, Yoshite Takahashi, dan General Manager Bank of Tokyo

Mitsubishi UFJ cabang Jakarta, Takashi Muraoka, untuk berbagi cerita di

hadapan 500 pebisnis di Tokyo.

Sementara Ueda, dengan bercerita apa adanya justru mendapat simpati

dari 170 pengusaha yang hadir saat menceritakan pengalamannya dan juga

di sesi tanya jawab. Ia mengakui masih melihat sejumlah kelemahan dalam

iklim investasi di Batam, namun juga menceritakan kegigihannya dalam

menyelesaikan hambatan tersebut.

"Saya menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah di Batam,

seperti danya UU penanamam modal yang baru dan juga insentif lainnya,"

kata Ueda lagi.

Banyaknya pertanyaan yang diajukan, membuat Konsul Ekonomi Ibnu

Wahyutomo, yang menjadi moderator terpaksa menambah waktu untuk sesi

tanya jawab itu agar jelas. Setelah turun dari panggung, Ueda masih

juga dikeliling enam hingga 10 pengusaha untuk bertanya. Ia menjawab

semua pertanyaan dengan lugas bahkan mengimbau rekan bisnisnya jangan

ragu untuk datang ke Indonesia.

Sementara itu, Hajime Kinoshita, Ketua Japan-Indonesia Business

Association in Kansai, dalam perbincangannya dengan Konjen Pitono

Purnomo menyampaikan banyaknya berita yang kurang mengenakkan mengenai

iklim investasi bisnis di Indonesia sehingga membuat pengusaha Jepang

bersikap wait and see (menunggu dan melihat perkembangan).

"Jika ada promosi investasi yang rutin dilakukan, maka rekan-rekannya

pengusaha Jepang akan semakin tertarik untuk menanam modalnya di

Indonesia," ujar Kinoshita.

Sebelumnya, salah seorang petinggi Nippon Keidanren urusan kerjasama

ekonomi internasional, Koh Nakajima menilai, promosi investasi yang

dilakukan BKPM di Tokyo sebetulnya tidaklah cukup untuk meyakinkan

pebisnis Jepang. (*)
<[EMAIL PROTECTED],[email protected]>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke