20 Th Intifadhah Pertama (1987–1993), Buka Mata terhadap Korban Kejahatan 
Zionis  Minggu, 9 Des 07 17:53 WIB
  Kirim teman
   
  Tanggal 8 Desember 2007, adalah hari penting dalam rangkaian perjuangan 
pembebasan Palestina. Itulah hari meletusnya intifadhah pertama Palestina yang 
kemudian dilanjutkan dengan intifadhah demi intifadhah lainnya hingga hari ini. 
Ada banyak hal yang penting kita perhatikan, terkait meletusnya intifadhah 
pertama yang diarsitekturi oleh Syaikh Ahmad Yasin, rahimahullah itu. Antara 
lain adalah, dengan membuka mata terhadap aksi kejahatan dan kebiadaban Israel 
terhadap rakyat Palestina.
   
  Harian Ad Dustour terbitan Yordania memaparkan data-data resmi yang 
dikeluarkan sejumlah pihak terkait korban rakyat Palestina di tangan berdarah 
Zionis Israel. Zionis Israel mengakui pihaknya telah melancarkan banyak sekali 
serangan terhadap rakyat Palestina sepanjang tahun-tahun pertama Intifadhah 
terhitung sejak tahun 1987 – 1993. Israel mengaku telah menggelar operasi 
militer harian, melakuan penangkapan, penghancuran rumah, perusakan aset 
Palestina termasuk perkebunan penduduk.
   
  Di antara pembantaian berdarah yang dilakukan Israel adalah pembunuhan atas 
anak-anak, kaum wanita, dan kaum muda Palestina yang begitu banyak dalam 
hitungan hari ke hari. Israel melakukan pembantaian secara massal ataupun satu 
persatu. “Jumla korban Palestina yang meninggal akibat peluru
  panas tentara Israel sepanjang intifadhah pertama adalah sekitar 2000 orang 
yang gugur, 120 ribu orang terluka, dan lebih dari 120 ribu orang ditangkap, 
selain kerugian yang mencapai milyaran dolar akibat penghancuran yang dilakukan 
Israel. ”
   
  Dalam laporan Palestina juga disebutkan aa 455 orang yang gugur, 76. 455 
orang terluka di Ghaza. Sedangkan laporan lainnya menyebutkan, bahwa aksi 
serangan Israel di Ghaza sejak tahun 1967 – 1987, telah menggugurkan 612 warga 
Palestina, di samping 75 ribu orang terluka dan sekitar 150 ribu orang terusir 
dari tanah lahirnya dan menjadi pengungsi di berbagai tempat.
  Dalam laporan yang disebutkan oleh Markaz Ghaza Lil Huquq wal Qanun (Lembaga 
Pusat HAM dan UU Ghaza) disebutkan ada 70 ribu orang Palestina yang meninggal 
karena muntahan peluru karet Israel, dengan rincian sebagai berikut:
   
      
   Tahun 1988, peluru karet membunuh 22. 256 orang Palestina.   
   Tahun 1989 dan 1990, peluru karet membunuh 17. 230 orang Palestina   
   Tahun 1991, peluru karet membunuh 9. 709 orang Palestina   
   Tahun 1992, peluru karet membunuh 5. 806 orang Palestina   
   Tahun 1993, peluru karet membunuh 4. 649 orang Palestina   
   Tahun 1994, peluru karet membunuh 1369 orang Palestina   
   Tahun 1995 dan 1996, peluru karet membunuh 2. 188 orang Palestina. 

   
  Informasi mengerikan dari seluruh angka-angka itu adalah terkait dengan 
jumlah korban meninggal anak-anak di bawah umur yang terbunuh akibat tembakan 
peluru karet Israel (baca: peluru gotri dari besi yang dilapisi karet tipis, 
jadi tetap mematikan). “Telah meninggal 277 anak Palestina, kebanyakan mereka 
meninggal akibat peluru tentara Israel. Sementara ada 23 orang di antara mereka 
meninggal akibat tembakan senjata imigran Israel yang memang telah 
dipersenjatai.
   
  Menurut Organsiasi Solidaritas Internasional HAM terhadap Korban Palestina, 
tahun 2001 merupakan tahun paling berdarah sejak melutusnya intifadhah 
Palestina pertama tahun 1987. Di mana pada tahun itu, ada 615 orang meninggal 
langsung akibat tembakan tentara Israel. “Berbagai kasus yang terjadi sepajang 
tahun ini, melebihi dari tingkat para korban dan yang terluka sebelumnya. Di 
mana jumlah mereka yang terkena tembakan Israel adalah sekitar 30. 000 orang, 
yang mayoritasnya terkena tembakan di wilayah atas tubuhnya atau di sekitar 
kepala.
   
  Ini berarti tembakan itu memang dilakukan secara terarah, bukan tembakan 
secara membabi buta ke sejumlah demonstran. ” Sementara, Pusat Batslem Israel 
yang juga merupakan salah satu lembaga HAM Israel menyebutkan, “Sekitar 79 
orang Palestina sipil meninggal di tangan tim militer Israel sejak meletusnya 
intifadhah pertama dampai tahun 1992.
   
  Data-data mengerikan yang tertuang dalam rangka peringatan 20 tahun 
intifadhah pertama Palestina, diambut oleh Hamas sebagai salah satu elemen 
perlawanan Palestina yang selama ini keras menentang penjajahan Israel. Hamas 
mengeluarkan beberapa poin pernyataan. Pertama, mereka menegaskan 
penghormatannya kepada semua pejuang, mereka yang sudah gugur, mereka yang 
terluka, para keluarga pejuang yang telah memberikan sumbangsih untuk 
mempertahankan hak dan prinsip Palestina di hadapan Israel. Kedua, Hamas 
menegaskan pihaknya takkan menyerahkan sejengkal tanahpun dari Palestina kepada 
penjajah, apapun bayarannya. “Kami akan menjadikan tubuh kami dan tulang 
belulang kami sebagai jembatan yang menyatakan tegas kepada seluruh umat Islam 
bagi kemerdekaan Palestina, dari kotoran penjajah Yahudi perampok, ” tulis 
pernyataan Hamas. Selain itu, Hamas juga menyampaikan
   
  pihaknya akan terus membuka dialog demi terwujudnya persatuan nasional 
Palestina dalam menghadapi penjajah Israel. (M. Lili Nur Aulia, source: 
Iol/Palestine Information Center/Ad Dustour)

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke