lah yg repot selama ini kan si mbah, repot ngomel2 mulu karena di arab saudi
ndak boleh dibangun gereja. wong yg larang itu Allah kok simbah yg repot.
kalau si kanselir ini tindakannya bener2 tidak berbudaya, mau sok2 an negara
maju, beradab, kena masalah menara aja tdk boleh di lomba, cemen dan kampungan.
kalau muslim saja yg diskriminasi, jenggot nenek moyangnya hangus deh, tapi
kalau sendirinya bisa suka2 hati.
jadi manusia itu mbok ya konsekwen dgn simbol negara majunya, sekulernya napa.
dasar cakap tak serupa biken juga si kanselir cemen itu. belain gih mbah, kan
sama cemennya.
ngapain pulang? wong salma udah dirumah, yg mesti pulang itu mbah, pulang
sono, jangan seperti kacang lupa ama kulitnya, lupa sama sedulur yg menderita,
jangan mikirin kesejahteraan dewe. atau simbah wedi muleh nang kampung halaman?
ojo2 (jangan2-red), simbah ini punya salah segudang, dadine wedi pulang
kampung, buronan kali yah?
lagian masalah menara kok pake nangis sih, rugi air mata, ini kan cuma pengen
nunjukin kecemenan seorang pemimpin negara, pemimpin nya aja cemen dan
menderita kelainan jiwa (ketakutan tak beralasan, phobi) konon rakyatnya.
negara maju kok iso koyok ngono wakakakakakakakakakak.
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kanselir Jerman: Menara Masjid Tidak Boleh Lebih Tinggi dari Menara
Gereja Sabtu, 8 Des 07 14:33 WIB
***** Kalau mau bikin mesjid dirumah saja, tidak dinegeri orang yang
sudah kasih nafkah. Gitu aja kok repot. Lagipula Dr. Merkel berpidato
sebagai Perdana Mentri terhadap rakyat sendiri, boleh dong? Di Arab
Saudi boleh gak bangun gereja tinggi tinggi? Nggak kan, udah jangan
nangis, pulang aja kerumah..
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]