Menyikapi rencana tayangan TV tgl 15-Des-07, yg disinyalir mengandung unsur evangelizing (penginjilan) dengan target "proselytizing" (pemurtadan), seyogyanya harus dipahami dulu "karakter misiologi" sebuah agama: Apakah ada misi terselubung (hidden mission) dibalik penayangan tsb. Kata "kristenisasi", "zending", dan "evangelisasi" bukan istilah baru, sudah lama istilah itu berkiprah dalam dunia misi, bahkan kini muncul istilah baru "transformasi". Misi keagamaan dimanapun berupaya utk melakukan penyebaran agama (religion spreading), dan itu tidak dapat dipungkiri. Persoalannya adalah apakah misi penyebaran sebuah agama bermuara pada "target & goal"? Kalau ya, siapa yang bikin "target & goal" tsb...! Theologi misi kristen selalu merujuk pada ayat bible matius 28: 19-20, yang intinya menjadikan seluruh bangsa murid yesus (menjadi nasrani). Kata "semua bangsa" (all of the nation) merupakan terjemahan dari bahasa yunani dari kata "ta ethne" yang justru artinya bukan semua bangsa tapi "bangsa yang belum percaya" (maksudnya belum percaya pada yesus)
Kristenisasi yang konon banyak menumpang pada kolonialisme, memunculkan fenomena imperialisme yang disebut dengan IMPERIALISME AGAMA. Kini setelah era kolonialime berakhir, banyak cara ditempuh memanfaatkan fasilitas kapitalisme yang tersedia, dan salah satu fasilitas teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah television broadcast, multimedia, dsbnya. Penginjilan bisa dilakukan dengan dua cara: secara verbal (dengan kata-kata) atau secara non-verbal (tanpa kata-kata). Cara yang kedua inilah yang efektif dilakukan dengan mengandalkan media elektronik sebagai perangkat pendukung. Dampak yang diharapkan adalah kesan yang indah tentang kristen (beautiful image). Orang Kristen juga diajarkan untuk "CERDIK SEPERTI ULAR" (Matius 10:16), yang maknanya juga bisa berarti bersiasat, mengelabui, tipu daya dan semacamnya. Seorang misionaris Amerika.yang juga dosen seminari mengajarkan pada para mahasiswanya: "if you can not baffle them with brilliance, then dazzle them with swindle" (Jika anda tidak mampu mempesonakan mereka secara brilian, maka silaukan mereka dengan tipu daya) Itulah karakter misi mereka, dan ini harus direnungkan bersama! Termasuk tayangan tgl 15 Des nanti, akan lebih bermuatan misi. Misi Kristen Indonesia sudah mencanangkan TRANSFORMASI INDONESIA, sebuah upaya misiologis untuk memperbesar populasi umat kristen di Indonesia, seperti yang telah dilakukan Misi di Uganda, umat islam disana sekarang tinggal 23% dari populasi penduduk dari yang dulunya di atas 70%. Jazakumullah khairon katsiro MPR mediacare wrote: > Komentar: > Kenapa program TV musti ditakuti? Bagaimana dengan program belatung dan > mayat-mayat gentayangan, kenapa malah disukai? > Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore! > Selasa, 11 Des 07 11:59 WIB > Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen ramai dibahas tentang > sebuah film ruhani (baca: film pemurtadan) yang menurut rencana akan > ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga > tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada > hari Sabtu, pukul 16.30 - 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya: > Sebuah Penantian. > Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Penginjil (Evangelist) > Billy Graham sendiri merupakan salah seorang tokoh utama gerakan > Zionis-Kristen (Judeo-Christianity ) AS yang dikenal sangat anti Islam dan > pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham inilah 'Bapak Ruhani' dari > Presiden AS George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an Bush jr., > dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang > dilahirkan kembali. Suatu peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di AS > disebut sebagai Reborn in Christ. > Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs, saat itu Bush > sebenarnya telah sepakat dengan para penginjil Zionis untuk memakai kedok > kekristenan di dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme > Internasional. Jadi 'Reborn in Christ' hanyalah tipuan komplotan Bush agar > mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat. > Film "Sebuah Penantian" awalnya bernama "My Hope Indonesia". Film sejenis > dengan judul "My Hope India" telah diputar di India dan konon menurut > pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan > orang-orang Hindu India. > Bukan Film Biasa > Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar film biasa. Tapi telah melewati > ritual kekristenan khusus berupa 'Doa Puasa' selama satu bulan penuh. Untuk > pemutaran film "Sebuah Penantian" tanggal 15 Desember 2007 sore, para awak > dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak jemaat gereja yang berkiblat > ke Billy Graham Ministry AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa > dan Puasa sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember 2007. > Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum menerima Yesus sebagai > Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton film ini ruhaninya akan goyang > sehingga bisa meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan menggantinya > dengan Tuhan Yesus. Sebuah film pemurtadan yang telah melalui ritual khusus. > Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario Lawalatta, dan > Nana Mirdad ini didukung oleh seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari > berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film ini 'sudah dipilih > Tuhan', karena ada satu aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini > dan akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba. > "Sebuah kesaksian: Para pemain film ini sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, > yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm, namun entah > kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa > yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama > kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang > mendekam di penjara. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main > adalah artis tersebut. Yang menggantikan peran artis tersebut adalah Rudi > Salam, " demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut. > Matikan TV Saja > Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta dan juga TVRI akan > menayangkan film tersebut, film pemurtadan yang telah melewati prosesi doa > puasa secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran > yang banyak dihuni orang-orang Islam mematikan teve tersebut pada jam di > atas. > Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa puasa > selama sebulan yang memanggil kekuatan-istilah mereka pasukan doa-dari alam > ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya > Kandouw-orang Kristen juga, ibunya Nana Mirdad-sering bilang di TV: "Matikan > Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!" Jadi daripada buang-buang > listrik dan usia pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di > waktu tersebut. > Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu > selama menonton film ini agar terhindar dari 'Kuasa Gelap' dan dilindungi > oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha > Pembolak-Balik Hati bisa terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak, > jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru minallahu > wa fathun qariib. (Rizki) > http://www.eramusli m.com/berita/ tha/7c11090042- matikan-tv- pada-sabtu- > 15-desember- 2007-sore. htm > mediacare > http://www.mediacar e.biz > [Non-text portions of this message have been removed] > __________________________________________________________ Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com

