http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006116933

*PEMBUKAAN GELADI POSKO I YONKAV-2/TANK KODAM IV/DIPONEGORO*

PENDAM IV (12/12),- Yonkav-2/Tank Melaksanakan Perkuatan kepada Satuan
Tempur dalam Operasi di Wilayah  Kodam IV/Diponegoro dalam rangka menjaga
kedaulatan dan keutuhan *Negara Kesatuan Republik Indonesia*.

Kita semua mengetahui, bahwa dalam UU No. 34 tahun 2004 menyebutkan tentang
tugas pokok TNI antara lain menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan
keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi segenap
bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap
keutuhan bangsa dan negara, TNI AD pada umumnya dan Kodam pada khususnya.
Demikian dikatakan *Pangdam IV/Diponegoro* dalam amanat tertulisnya.

          *Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Agus Soeyitno* membuka Geladi
Posko I Yonkav-2/Tank, di Mako Yonkav-2/Tank. Turut hadir Irdam, para
Asisten dan Kepala Dinas Jawatan jajaran Kodam IV/Diponegoro, Selasa
(11/07).

          Wujud pelaksanaan UU tersebut diaktualisasikan dengan  mengirim
pasukan ke daerah  rawan konflik secara bergantian setiap tahunnya, baik di
daerah Ambon maupun Papua.

          Lebih lanjut, bahwa kegiaan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM
prajurit Kavaleri dalam rangka menghadapi semakin kompleksnya permasalahan
yang muncul dalam kehidupan bangsa kita, terutama yang berkaitan dengan
ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara. Selain itu juga,
untuk meningkatkan kemampuan taktik dan teknik, prosedur hubungan Komandan
dan Staf.

          Dilihat dari sisi pertahanan dan keamanan perkembangan tersebut
berimplikasi terhadap perubahan situasi keamanan dan konteks strategi dengan
munculnya isu-isu keamanan. Kenyataan itu menunjukkan, bahwa dalam beberapa
peristiwa di tanah air seperti gerakan separatisme aparat keamanan sering
terdadak.

          "Oleh karena itu, kegiatan ini bernilai strategis dan tidak
bersifat rutinitas saja. Akan tetapi merupakan latihan yang berguna untuk
semua prajurit dalam hal mengantisipasi dinamika tantangan tugas yang saat
ini dirasakan semakin berat dan kompleks," tegasnya.

          Pada akhir amanatnya, Pangdam berpesan, bahwa kesejahteraan
seorang prajurit yang paling hakiki adalah berlatih. "Kalau kita bosan
berlatih sebaiknya kita tidak berdinas di Tentara Nasional Indonesia, karena
latihan merupakan kebutuhan yang mutlak bagi setiap prajurit". Dan jadilah
prajurit profesional dan laksanakan tugas secara ungguh-sungguh sera penuh
rasa tanggung jawab.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke