http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8147

*15 KOPASSUS LULUS PENDIDIKAN KOPASKA TNI AL*


Surabaya - Sebanyak 15 prajurit *Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD*,
lulus dan memiliki kualifikasi sebagai manusia katak dari Sekolah Pasukan
Katak (Sepaska) Komando Pengembangan dan Pendidikan TN AL (Kobangdikal).

Kelulusan 15 pasukan elit TNI AD itu, dilantik oleh *Wakil Komandan
Kobangdikal, Brigjen TNI (Mar) Halim A Hermanto* yang sekaligus menutup
pendidikan tersebut di Dermaga Semampir, Ujung, Surabaya, Selasa.

Pelantikan pasukan pilihan itu dilakukan di rawa-rawa yang penuh lumpur.
Pelantikan itu, dihadiri Wakil Komandan Jendral (Wadanjen) Kopassus, Brigjen
TNI Wisnu Bawa Tenaya, Komandan Kodikopsla, Laksma TNI Pramono Hadi dan
sejumlah perwira Kopassus.

Pelantikan itu diwarnai dengan yel-yel dari prajurit Kopassus yang berbunyi,
"Kopaska tidak takut salah, tidak takut kalah, tidak takut jatuh, tidak
takut mati. Takut mati, mati saja".

Sementara Komandan Kobangdikal, Laksda TNI Edhi Nuswantoro dalam sambutannya
yang dibacakan Wadan Kobangdikal mengemukakan, prajurit baret merah itu
mengikuti pendidikan Kopaska selama tiga bulan.

"Tujuannya untuk membentuk prajurit TNI berkualifikasi pasukan katak yang
memiliki sikap, kecakapan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas
khusus aspek laut, yang mencakup operasi intelijen maritim, penyusupan dan
penghancuran sasaran melalui laut," katanya.

Pasukan katak merupakan pasukan khusus yang mampu berperan ganda. Disamping
melaksanakan tugas-tugas intelijen, pasukan katak juga mampu melakukan
pembersihan bawah air untuk melemahkan kekuatan musuh.

"Peran itu bisa dijalankan, khususnya untuk mendukung operasi amfibi dan
peperangan khusus bawah air. Karena itu, pasukan katak diharapkan mampu
mendekati sasaran operasi baik melalui laut, darat, maupun udara," katanya
menjelaskan.

Menurut dia, sebagai pasukan khusus TNI AD, pengetahuan dan ketrampilan
Kopaska merupakan tuntutan utama dalam mendukung tugas-tugas Kopassus di
medan pertempuran.

"Untuk itu, dibutuhkan latihan yang terencana, teratur dengan baik dan
sangat berat dengan tingkat risiko yang tinggi pula. Karenanya kalian
dilatih keras tanpa mengenal waktu siang maupun malam, hujan maupun panas
dengan harapan kalian mampu menerapkan ilmu di lapangan tugas nanti,"
katanya menegaskan.

Dihadapkan pada perkembangan teknologi yang berdampak pada meningkatnya
intensitas dan kualitas ancaman pada NKRI, katanya, maka peningkatan
kualitas personel TNI menjadi kebutuhan yang mendesak.

Sementara Wadanjen Kopasus, mengucapkan terima kasih pada Kobangdikal yang
telah mendidik prajuritnya untuk memiliki kualifikasi sebgai pasukan katak.

"Ke 15 parjurit kopasus ini merupakan angkatan 12 dari Kopassus yang dididik
di Sepaska Kobangdikal. TNI AD dalam hal ini Kopassus, setiap tahunnya akan
selalu mengirim prajurit untuk memperdalam kealihan di bebagai aspek,"
katanya.

Menurut dia, saat Kopassus telah memiliki 200 prajurit yang memiliki
kualifikasi Paska. Di masa mendatang, pertukaran pendidikan bagi pasukan
khusus merupakan sarana untuk meningkatkan dan melengkapi kemampuan para
prajurit.

"Selain pendidikan semacam ini, sebagai arena untuk saling menjalin ikatan
batin antara sesama anggota TNI," katanya menambahkan.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke