http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0712/11/082130.htm

*Evolusi Manusia Berjalan Semakin Cepat*

Sebagian di antara kita mungkin berpikir bahwa evolusi manusia sudah
berjalan melambat atau bahkan berhenti sampai manusia modern seperti
sekarang ini. Kenyataannya tidak demikian bahkan evolusi manusia berjalan
semakin cepat.

Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan sifat genetika manusia dari
tahun ke tahun. Data-data yang dicatat dalam International HapMap Project
merupakan katalog yang berisi persamaan dan perbedaan sifat genetika seluruh
penduduk dunia dari berbagai latar belakang budaya. Peta variasi genetika
ini dapat mengungkap perubahan gen sepanjang waktu.

John Hawks, salah seorang antropolog dari Universitas Winconsin-Madison dan
koleganya menganalisis data-data tersebut untuk mempelajari perubahan
genetika selama periode evolusi. Ia dan timnya menemukan bukti-bukti bahwa
proses seleksi telahmempengaruhi 1.800 gen atau sekira 7 persen dari jumlah
gen manusia.

Gen baru

Misalnya gen laktase, yang membuat tubuh manusia dapat mencerna susu. Gen
ini seharusnya tidak aktif saat usia remaja. Namun, manusia di Eropa utara
memiliki variasi yang membuat tubuhnya dapat mencerna susu sepanjang hidup.
Adaptasi ini trbentuk sejak berkembangnya pertanian domestik.

Perubahan genetika yang paling besa terlihat pada ketahanan terhadap
penyakit. Saat manusia mulai tinggal dalam komunitas besar sejak
10.000tahun lalu, penyakit epidemi seperti malaria, cacar, dan kolera
muncul dan
mengubah grafik kematian populasi. Hanya manusia yang dapat beradaptasi
secara genetik akan bertahan.

Temuan terakhir yang mengejutkan adalah gen CCR5. Gen yang membuat manusia
kebal terhadap serangan HIV/AIDS terbentuk sejak 4000 tahun lalu dan
dimiliki 10 persen orang Eropa saat ini.

"Banyak sesuatu yang sedang mengalami seleksi agar patogen lebih sulit
membunuh kita," ujar Hawks.

Hawks menyimpulkan bahwa perubahan budaya, seperti pola makan dan penggunaan
obat-obatan, telah menekan 'pedal' evolusi lebih kuat. Pertumbuhan penduduk
yang semakin cepat merupakan faktor utama munculnya seleski-seleksi baru.
Sebab, semakin besar jumlah populasi, semakin besar pula variasi
genetiknya.

Sepuluh ribu tahun lalu, jumlah penduduk Bumi mungkin hanya beberapa juta.
Jumlah populasi melonjak menjadi 200 juta di awal Masehi, 600 juta pada
tahun 1700, dan hari ini sudah menembus angka 6,5 miliar. Perubahan paling
besar terjadi dalam periode 5.000 tahun terakhir.


Sumber: LiveScience.com
Penulis: WAH


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke