http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0712/10/122233.htm#

*Rahasia Pembentukan Angin Matahari Berhasil Dibuktikan*

WASHINGTON, SENIN - Angin Matahari, yang diyakini mendorong Bumi dan
objek-objek ruang angkasa lainnya ke posisinya di tata surya di masa lalu,
berhasil dibuktikan asal-usulnya. Wahana Hinode milik Jepang yang tengah
mengintai permukaan Matahari dari orbit Bumi berhasil merekam mekanisme dan
proses terjadinya.

Pemicu angin Matahari sering disebut sebagai gelombang Alfvens. Nama
tersebut diambil dari nama fisikawan Swedia, Hannes Alfven, yang pertama
kali memprediksi eksistensinya sampai meraih hadiah Nobel tahun 1970.

Gelombang magnetik sangat kuat ini mengalir melalui plasma atau lapisan
sangat panas di permukaan Matahari yang disebut korona. Aliran tersebut
memindahkan energi dari permukaan Matahari ke gas bermuatan listrik yang
dipancarkan ke segala arah.

Mekanisme tersebut telah membingungkan para ilmuwan selama puluhan tahun.
Badan eksplorasi ruang angkasa Jepang (JAXA) memimpin penelitian ini
menggunakan wahana Hinode dengan dukungan kerja sama dari NASA dan badan
antariksa Eropa (ESA).

"Sampai sekarang, gelombang Alfven mustahil diamati karena resolusi yang
dibuat instrumen yang ada sangat terbatas," ujar Alexei Pevstov, ilmuwan
program Hinode dari NASA. Namun, Hinode berhasil menguak dua proses utama
yang memicu gelombang Alfvens.

Terjadinya gelombang Alfvens bisa terjadi karena perubahan bentuk medan
magnet Matahari dalam waktu sangat singkat. Perubahan ini memicu aliran
gelombang magnetik sangat kuat.

Selain itu, gelombang ini juga dapat dipicu aktivitas di kromosfer, lapisan
di antara permukaan Matahari dan korona. Rekaman yang dibuat teleskop optis
Matahari Hinode memperlihatkan bahwa kromosfer dialiri gelombang Alfven.
Saat gelombang tersebut bocor ke korona, kekuatannya cukup besar untuk
memicu angin Matahari.

Aliran gas bermuatan listrik yang dibawa angin Matahari - sebagian besar
hidrogen - keluar dari permukaan Matahari ke berbagai arah dengan kecepatan
1,6 juta kilometer per jam. Radiasinya dapat merusak instrumen elektronika
satelit, pembangkit listrik, dan peralatan komunikasi.

Aliran angin Matahari sering mencapai atmosfer Bumi, namun sudah berkurang
kekuatannya. Medan magnet Bumi membentuk selubung di sekitar Bumi yang
memberikan ruang mengalirnya angin Matahari.


Sumber: reuters
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke