http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/15/time/140836/idnews/867538/idkanal/4


*SWF Bisa Jadi Benteng RI Hadapi Guncangan Ekonomi Global
*Wahyu Daniel - detikfinance

Jakarta - Guna meminimalisir dampak guncangan perekonomian global,
koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter saja tidak cukup. Sebuah
Sovereign Wealth Fund (SWF) yang memiliki fungsi stabilisasi, investasi dan
tabungan sangat diperlukan kehadirannya.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S.
Goeltom dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap FEUI, di
Fakultas kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Sabtu (15/12/2007).

"Hal ini sangat relevan dengan tantangan ekonomi global bagi perekonomian
Indonesia dalam bentuk ketidakpastian yang semakin tinggi di sektor
keuangan, seperti krisis subprime dan kenaikkan harga minyak memperlihatkan
bahwa sebagai negara terbuka kita tidak bisa menutup dampak ini," jelasnya.

Miranda menjelaskan, SWF ini nantinya akan mengelola dana-dana yang berasal
dari sebagian penerimaan pemerintah yang sudah disisihkan.

"Baik dari komoditas, minyak dan sebagainya, itu bisa disisihkan dalam
bentuk SWF itu," jelasnya.

Selanjutnya dana yang dikelola SWF itu akan diinvestasikan kepada sejumlah
instrumen investasi dengan tujuan meraup laba tanpa embel-embel politik.
Namun menurut dia, investasi yang diambil adalah yang tidak berisiko tinggi.


"Negara yang ada SWF dapat digunakan sebagai penyangga untuk memperkecil
shock yang terjadi, jadi perlu ada dukungan seperti itu, jadi SWF
memungkinkan negara memiliki sumber pendanaan dan ini lebih fleksibel
daripada cadangan devisa yang dikelola BI, dalam arti ada keleluasaan yang
lebih longgar dalam pengelolaannya," jelasnya.

Dana yang dimiliki SWF memiliki berbagai fungsi. Misalnya untuk mensuplai
kebutuhan dolar Pertamina saat akan impor yang biasanya akan menekan mata
uang. Demikian pula jika misalnya ada shock nilai tukar, maka dana dari SWF
bisa digunakan.

"Kalau bank sentral yang masuk ke pasar, masyarakat sudah bisa langsung
membaca dan itu bisa menimbulkan dampak negatif. Tapi kalau SWF bisa
berperan lebih," jelasnya.

Menurut Miranda, sejumlah negara sudah mulai mempersiapkan SWF ini misalnya
Singapura, Malaysia dan Dubai.

Sebagai negara yang memiliki keunggulan dan kelimpahan komoditas untuk
ekspor, lanjut Miranda, Indonesia rentan terhadap perkembangan terakhir di
pasar internasional. Perkembangan pesat ini menuntut koordinasi kebijakan
moneter dan fiskal untuk memiliki kreativitas dalam mempertahankan perannya
menjaga stabilitas makroekonomi.

"Untuk itu saya berkeyakinan bahwa pemerintah bersama dengan bank sentral
harus mulai menyusun rencana konkret pembentukan SWF, pada dasarnya SWF
harus dikelola dengan satu tujuan yakni perolehan hasil yang optimal,"
pungkasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke