Dear all

Temans, Ini ada yang butuh pertolongan. Jelang 2009, banyak BUMN hendak 
dijadikan ATM Parpol, salah satunya Perum Perhutani. Dengan kinerja yang sangat 
baik dimana penghasilan terus meningkat dari tahun ke tahun, direksi Perhutani 
mau diganti. Tahun 2005 penghasilan Perhutani Rp 1,4 triliun. Kemudian naik 
menjadi Rp Rp 1,7 triliun pada 2006. Pada 2007, hingga November, penghasilan 
Perhutani telah mencapai Rp 2,1 triliun dari target Rp 2,4 triliun. Penghasilan 
tersebut dilakukan tanpa menambah tebangan. Kini Perhutani lebih terfokus pada 
pemanfaatan hasil hutan non kayu. kesejahteraan karyawan perhutani pun juga 
terus meningkat. dengan kondisi yang baik mengapa harus ada penggantian direksi?

Salam

Marison Guciano (Karyawan Perum Perhutani)


SUARA PEMBARUAN DAILY, Sabtu 15 Desember 2007 hal 2

---------------------------------
Jelang Pemilu 
BUMN Mulai Digerogoti [JAKARTA] Menjelang Pemilu 2009 posisi strategis di Badan 
Usaha Milik Negara (BUMN) mulai ramai diperebutkan partai politik, salah 
satunya posisi Dirut Perhutani. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR, 
Ario Widjanarko membaca hal itu. Dan ia mengatakan, demi menjaga independensi 
BUMN maka sebaiknya jabatan Direksi BUMN tidak boleh diisi oleh orang-orang 
yang berafiliasi dengan partai politik (parpol). "Seharusnya yang benar, jangan 
memilih orang-orang dari parpol," kata anggota Komisi IV DPR ini kepada pers di 
Jakarta, Jumat (14/12).
 Kalau pun seorang yang berafiliasi dengan parpol hendak menjadi Dirut BUMN, 
maka dia harus menanggalkan atribut parpolnya. Atau dengan kata lain, dia harus 
keluar dari parpol tersebut. Hal ini penting demi menjaga independensi BUMN. 
Sayangnya, kata Ario, Undang-Undang (UU) BUMN tidak menyebutkan secara 
eksplisit larangan seorang anggota parpol menjadi Dirut BUMN. Karena itu, ia 
menyarankan agar segera melakukan revisi terhadap UU BUMN. Revisi ini harus 
segera dilakukan, kalau tidak akan mengancam independensi keberadaan BUMN.
 Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS), Apri Sukandar 
menambahkan, jika dilakukan pergantian terhadap dirut BUMN sebaiknya 
mengutamakan orang yang proporsional dan untuk kepentingan bangsa. "Sebaiknya 
jika dilakukan pergantian diutamakan orang yang mengutamakan kepentingan bangsa 
dan tidak ada kepentingan apapun," ulasnya. 
 Dia mengakui, di bawah kepemimpinan Dirut Perhutani Transtoto Handadhari 
banyak terobosan yang berhasil dilakukan, di antaranya merehabilitasi hutan 
sepanjang Pantura dan hutan jati di Cepu. Untuk itu dia melihat yang 
bersangkutan masih layak menjadi Dirut. 
 Sementara itu, Koordinator Sekretariat Kerja Sama Pelestarian Hutan Indonesia 
(SKEPI), S Indro Thajono menegaskan, pergantian Dirut Perhutani tidak mendasar. 
Ada unsur politis di dalamnya. Pasalnya, sejak reformasi Perhutani berhasil 
menaikkan omset tahun 2007 menjadi Rp1,2 triliun. [L-8]

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke