*Peta Kota Virtual untuk Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas*

Oleh: Christoph Heinzle dari *Berlin*

*Kemacetan lalu lintas merupakan masalah aktual di hampir semua kota besar
di dunia. Untuk mengatasinya, kini dikembangkan sistem telematika dengan
memanfaatkan jaringan telefon seluler.*

Setiap harinya, jutaan warga kota metropolitan terjebak kemacetan lalu
lintas selama beberapa jam. Produktivitas yang terbuang dan ongkos yang
dihamburkan gara-gara kemacetan lalu lintas amat besar. Mengatasinya bukan
soal mudah. Kota-kota metropolitan dengan jaringan pelayanan transportasi
umum yang sudah sangat bagus, seperti New York atau Berlin, juga masih tetap
dihantui masalah kemacetan lalu lintas ini. Apalagi kota-kota besar seperti
Jakarta atau Mexico City, yang prasarana angkutan umumnya masih amburadul.



Seperti halnya juga Roma, kota metropolitan yang menghadapi masalah serius
dan amat pelik dengan kemacetan lalu lintas, yang ditambah dengan jubelan
para wisatawan. Akibat kemacetan lalu lintas dan jubelan wisatawan,
kadang-kadang untuk menempuh jarak beberapa kilometer saja diperlukan waktu
berjam-jam.





Setiap harinya, jutaan warga kota metropolitan terjebak kemacetan lalu
lintas selama beberapa jam. Produktivitas yang terbuang dan ongkos yang
dihamburkan gara-gara kemacetan lalu lintas amat besar. Mengatasinya bukan
soal mudah. Kota-kota metropolitan dengan jaringan pelayanan transportasi
umum yang sudah sangat bagus, seperti New York atau Berlin, juga masih tetap
dihantui masalah kemacetan lalu lintas ini. Apalagi kota-kota besar seperti
Jakarta atau Mexico City, yang prasarana angkutan umumnya masih amburadul.



Seperti halnya juga Roma, kota metropolitan yang menghadapi masalah serius
dan amat pelik dengan kemacetan lalu lintas, yang ditambah dengan jubelan
para wisatawan. Akibat kemacetan lalu lintas dan jubelan wisatawan,
kadang-kadang untuk menempuh jarak beberapa kilometer saja diperlukan waktu
berjam-jam.



Kini, sebuah tim kecil dari Insititut Teknologi Massachussets –MIT di Boston
mengembangkan sistem pemetaan virtual secara real time untuk kawasan pusat
kota Roma, dengan cara melacak sinyal telefon seluler. Roma ibaratnya
laboratorium perkotaan untuk pengembangan sistem telematika, yang dapat
memasok warga dengan informasi *real time* kondisi lalu lintas dan antrian
di pusat kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan. Dengan itu, diharapkan
warga atau wisatawan menghindari kawasan macet atau tidak menuju ke kawasan
wisata yang penuh sesak.



Dasar dari gagasan ini diungkapkan oleh pendesain peta kota virtual secara
real time dari MIT, Carlo Ratti, yang menyebutkan, idenya adalah bagaimana
memperoleh info mengenai situasi di kota dan mengembalikannya lagi kepada
semua orang. Sasaran akhirnya membantu agar kota berfungsi dengan baik.



Ratti mengatakan, mereka melacak kumpulan data sinyal telefon seluler untuk
mencegah terjadinya pelanggaran hak pribadi. Jika datanya sudah diproses,
para pengguna dapat melihat peta virtual secara real time, di mana
kawasan-kawasan yang macet atau penuh wisatawan dan pergerakan bus kota
serta *trem* diberi tanda di peta dengan warna-warna tertentu.



Peta virtual real time ini bisa dilihat atau diakses melalui berbagai cara,
lewat internet, melalui layar-layar monitor di terminal bus atau
*trem*serta melalui telefon seluler. Jadi setiap orang yang terkoneksi
ke jaringan
telematika itu, dapat membuat perencanaan dan mencari jalan-jalan alternativ
untuk menghindari kemacetan.

**

Dalam peta virtual real time itu bukan hanya kemacetan lalu lintas atau
jubelan turis saja yang dapat ditampilkan. Toko-toko juga dapat memasukkan
data mengenai produk yang mereka jual. Para pelancong yang ingin berbelanja,
dengan begitu akan lebih mudah menemukan toko yang menjual produk yang
mereka inginkan. Selain itu dapat dilihat, moda transportasi apa yang paling
efektiv untuk mencapai toko bersangkutan, serta apakah di sekitarnya
terdapat tempat parkir.



Memang tidak semua orang cukup fleksibel untuk mengubah rencananya dengan
berbasis pada peta virtual ini. Akan tetapi, terdapat cukup banyak warga
kota atau wisatawan yang dapat bergerak secara efisien, mengikuti informasi
kemacetan.



Pendesain peta virtual itu, Carlo Ratti mengatakan:  "Tapi tema utamanya
adalah, jika anda memiliki infonya hal itu membuka peluang untuk mengubah
kebiasaan. Ada yang menerapkannya, ada pula yang menolaknya. Tapi ini tetap
merupakan tambahan kemungkinan yang anda miliki."



Lebih banyak informasi serta tambahan kemungkinan untuk menentukan pilihan,
memang jauh lebih baik ketimbang buta situasi. Dengan memiliki informasi
mengenai kawasan yang macet atau penuh sesak, kita dapat menghindarinya atau
mencari moda tercepat dan paling efektiv, untuk juga datang ke lokasi
keramaian umum bersangkutan.



Di layar monitor milik Kristian Kloeckl, rekan Ratti dalam tim pendesain
peta virtual kota Roma, terlihat peta real time dari festival kota yang
digelar semalam suntuk. Titik-titik berwarna kuning yang terus bergerak,
menunjukkan jubelan para pengunjung. Garis-garis berwarna oranye menunjukkan
lalu-lintas bus kota melewati kawasan keramaian. Informasi tersebut juga
dapat membantu para perencana tata kota merancang angkutan umum menjadi
lebih efisien, serta lebih efektiv dari segi pembiayaannya, misalnya dengan
menambah jumlah bus ketika ramai dan menguranginya jika sepi.



Kristian Koeckel dari MIT mengatakan: "Cukup banyak kegunaan. Untuk
perencanaan rute bus kota, jalur mobilitas di perkotaan serta dinamika warga
yang bergerak di kawasan pusat kota. Kegunaan lainnya, untuk merancang
transportasi umum yang lebih flexibel, yang tidak perlu kaku tapi mengikuti
arus gerakan warga."



Pemerintah Italia menyambut baik proyek ini. Roma merupakan lokasi yang amat
tepat bagi teknologi peta virtual real time. Sebab sistem jaringan
*trem*bawah tanah dan tempat parkir di bawah tanah sulit diperluas,
mengingat
banyaknya artefak peninggalan masa lalu di bawah tanah yang harus
dilindungi.



Pejabat pemerintah kota Roma Paolo Zocchi menilai, teknologi tersebut dapat
membantu sistem transportasi umum perkotaan di Roma yang selalu macet,
menjadi lebih lancar. Zocchi menjelaskan : "Tentu saja anda memiliki
sejumlah informasi mendasar, seperti kapan bus kota datang. Tapi anda juga
bisa mendapat informasi lebih mendalam, misalnya berapa jumlah penumpang
bus, apakah busnya dilengkapi AC atau tidak atau berapa lama waktu tempuh
dari satu *point* ke *point* lainnya di dalam kota."



Roma atau kota-kota besar lainnya yang memiliki karakteristik sama, yakni
terbatasnya ruang untuk memperluas jaringan transportasi umum, hanya
memiliki satu solusi untuk memecahkan kemacetan lalu lintas, yakni
pergerakan moda lalu lintas yang lebih efisien. Peta virtual beserta
informasi tambahan lainnya merupakan teknologi yang dapat membantu. Akan
tetapi pemecahan masalah lebih lanjut tetap tergantung dari penerimaan para
warga, serta bagaimana mereka mengubah kebiasaan berlalu lintas dengan
berbasis pada sistem informasi terbaru itu.(as)


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke