PANDANGAN POLITIK SAREKAT HIJAU INDONESIA 
TENTANG UNFCCC*

Ketimpangan sosial ekonomi global

Kami memandang bahwa krisis energi global adalah
persoalan ekonomi politik yang merupakan soal
penguasaan akses ekonomi, alokasi sumber ekonomi, dan
distribusi manfaat atas sumber-sumber ekonomi. Ini
adalah soal siapa yang memperoleh manfaat
(keuntungan), siapa yang menanggung biaya
eksternalitas,  diantaranya adalah biaya
kerusakan/pencemaran lingkungan. Krisis lingkungan
global adalah soal tatanan sosial-ekonomi yang tidak
adil.

Secara umum sebagian besar penduduk negara –negara
kaya dapat menikmati tingkat kesejahteraan yang tinggi
berkat penghisapan terhadap kekayaan alam dan modal
sosial di negara-negara selatan atau negara yang lebih
miskin, serta terhadap kelompok yang lebih rentan pada
umumnya. Gaya hidup dan pola konsumsi mereka
bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup dan
tatanan sosial akibat eksploitasi yang membabi buta di
negara-negara yang menjadi sumber penghisapan. 

Penjajahan Baru

Kami memandang bahwa negara-negara industri maju/utara
terutama Amerika Serikat yang hingga hari ini menolak
meratifikasi Kyoto Protokol adalah pihak yang paling
bertanggungjawab atas pemanasan global.Sikap keras
kepala untuk mempertahankan sistem ekonomi pasar bebas
dan pengagungan gaya hidup yang konsumtif adalah
sebuah tindakan pengingkaran terhadap tanggung jawab
tersebut. Sesungguhnya merekalah yang berhutang kepada
negara-negara korban penghisapan ekonomi dan
eksploitasi sumber daya alam. 

Alih-alih mengakui hutang sosial dan ekologis ini
mereka menggunakan instrumen bantuan dan hutang luar
negeri serta investasi untuk melakukan kontrol,
penaklukan terhadap kedaulatan ekonomi negara-negara
selatan. Pengingkaran tersebut diperkuat dengan
memberikan keleluasan dan perlindungan kepada
korporasi-korporasi trans/multi-nasional untuk
menjalankan bisnis dan akumulasi keuntungan yang tak
terbatas. Kini kekuasaan korporasi global telah
menyaingi kekuasan ekonomi-ekonomi negara-negara.
Kedaulatan suatu negara atas kuasa politik dan ekonomi
nasional semakin melemah. Negara yang bersifat
kesatuan sosial menjadi kesatuan ekonomi belaka.

Kami memandang ketidakadilan sosial-ekonomi di tingkat
global adalah akar masalah dan masalah pokok yang
harus diselesaikan di tingkat Perserikatan
Bangsa-bangsa sebagai representasi negara-negara yang
berdaulat. Pemanasan global sesungguhnya hanyalah
salah satu gejala sekaligus peringatan akan
mendesaknya perombakan tatanan sosial dan ekonomi. 

Memulai titik balik

Kami menegaskan bahwa negara-negara selatan harus
menyatukan kekuatan untuk menggugat tanggung jawab
negara-negara utara untuk membayar hutang sosial
ekologis mereka.Negara-negara selatan harus pula
membangun inisiatif-inisiatif perombakan tatanan
sosial ekonomi global yang tidak adil.    

Negara-negara selatan harus  berhenti berebut 'proyek
pemanasan global' atau keuntungan ekonomi jangka
pendek dari perdagangan karbon. Sudah saatnya kita
meninggalkan investasi yang tidak etis dan
anti-ekologi, yang saat ini didominasi oleh korporasi
dengan dukungan negara-negara utara dan negara-negara
kaya baru. Kita harus berhenti merampas akses rakyat
atas sumber-sumber agraria, tidak melanggengkan
komoditi   buruh murah dan menolak transfer teknologi
yang tidak ramah lingkungan.

Begerak Bersama

Kami menegaskan bahwa rakyat di berbagai belahan dunia
harus terus menerus menguatkan perlawanan untuk
merebut kembali ruang-ruang politik dan kuasa politik
dari cengkeraman kepentingan korporasi. Kedaulatan
rakyat atas ruang hidup harus dipulihkan.  Demokrasi
demi tegaknya keadilan lingkungan dan sosial adalah
cita-cita luhur gerakan politik hijau.

Sarekat Hijau Indonesia sebagai cikal bakal partai
hijau di Indonesia menegaskan perlu adanya
solidaritas, penguatan kekuatan-kekuatan hijau di
dunia untuk memperbaiki kualitas hidup warga dunia.

Bali, 10 Desember 2007

Andreas Iswinarto
Sekjen  
Sarekat Hijau Indonesia
[EMAIL PROTECTED]

(*United Nation Framework on Convention on Climate
Change = Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa
untuk Konvensi Perubahan Iklim)



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke