Tanda tanya besar terus mengganggu, mengapa nama Amerika yang
diberikan kepada benua yang terletak di sisi barat Samudra Atlantik,
bukan nama Columbia, sesuai dengan nama penemunya, si petualang asal
Spanyol, Christopher Columbus (1451- 1506)?

Apalagi, nama Amerika berasal dari nama Amerigo Vespucci, yang hanya
salah satu asisten dari Columbus.

Sebuah peta dunia berusia 500 tahun, menjawab mengapa nama Amerika
ditera secara permanen pada benua yang ditemukan Columbus itu, hari
Kamis (13/12) dipajang di Perpustakaan Kongres AS di Washington DC.
Peta ini dibuat oleh biarawan asal Jerman, Martin Waldseemuller, tahun
1507.

Waldseemuller yang tinggal di desa St Die, wilayah yang kini berada di
Provinsi Lorraine, Perancis, dalam peta yang dibuat setahun setelah
kematian Columbus sudah menyebutkan jelas Benua Amerika. Seharusnya,
peta tersebut menyebutkan Benua Columbia, apalagi baru lewat setahun
dengan kematian Columbus di Valladolid, Spanyol, 20 Mei 1506.

Saat itu peta Waldseemuller dibuat sebanyak 500 salinan, tetapi hanya
satu yang bisa bertahan selama lebih dari lima abad. Rupanya, sebuah
keluarga bangsawan Jerman selama ini hampir 400 ratus tahun menyimpan
peta ini di ruang perpustakaan di kastil mereka.

Peta ini baru ditemukan pada tahun 1901. Kongres AS yang merasa
berkepentingan pada peta ini kemudian membelinya pada tahun 2003
senilai 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 93 miliar.

Kongres merasa perlu membayar mahal berkenaan dengan sebutan jelas
nama Benua Amerika. Bahkan juga secara jelas membelah belahan bumi
Barat dengan dua samudra yang kemudian dikenal dengan Samudra Atlantik
dan Pasifik.

"Ini juga dokumen pertama dalam bentuk apa pun yang memunculkan nama
Amerika," ujar John Hebert, Kepala Divisi Peta dan Geografi pada
Perpustakaan Kongres, kepada wartawan. Hebert juga menegaskan bahwa
ini peta pertama yang menggambarkan pemisahan dan seluruh belahan bumi
Barat dengan dua samudra.

Peta karya Waldseemuller cukup besar, dengan panjang 2,32 meter dan
lebar 1,20 meter. Terdiri dari 12 jalur. Akurasi dari peta yang
menggambarkan Benua Amerika ini cukup mengudang decak kagum para ahli.

"Sekitar 80 persen dari peta ini tepat," ujar Hebert. "Margin
kesalahan juga hanya sekitar 70 mil pada khatulistiwa," katanya
menambahkan.

Lantas mengapa bisa nama Amerika yang muncul di peta dan bukan nama
Columbia? Besar kemungkinan, Waldseemuller membuat peta berdasarkan
informasi dan keterangan yang diberikan Amerigo Vespucci, asisten
Columbus. Maklum, saat itu Columbus sudah meninggal dunia.

"Saya menduga telah banyak perjalanan ke benua itu antara tahun 1492
dan tahun 1506, dan bahwa ada kemungkinan orang Spanyol dan Portugal
sudah berlayar ke Amerika Latin dan melintas ke pantai barat Amerika,"
kata Hebert.

Waldseemuller menerakan nama Amerika pada peta yang dibuatnya tahun
1507 ini. Penjelasan "Terra Incognita" atau "tanah yang belum pernah
dikenal" pada benua baru tadi sudah tidak dipakai lagi. Sejarawan
lantas bertanya mengapa nama Vespucci yang dipakai dan bukan Columbus
yang justru sebagai sebagai penemu pada tahun 1492.

Jay Kislak, seorang banker yang juga memberikan sebagian koleksi
petanya, termasuk peta karya Waldseemuller tahun 1516, kepada
Perpustakaan Kongres AS, menduga nama Amerika yang muncul karena
kelincahan dan relasi Vespucci yang kian luas.

"Vespucci jelas punya kontak yang lebih baik dengan media daripada
Columbus. Dia punya kemampuan relasi yang lebih baik. Dia juga bisa
menulis lebih baik. Dia juga berasal dari kelas atas, seorang
navigasi, bekerja pada ahli medis," ujarnya.

Spekulasi Kislak sangat masuk akal..

"Itu sebabnya, kita mengenal Amerika, dan bukan Columbia. Inilah
kekuatan dari media," ujar Kislak.

Tidak heran mengapa Waldseemuller menera nama Amerika pada benua baru
yang tadinya masih terra incognita itu. Amerigo Vespucci yang lebih
terbuka, jelas dan rinci, dan pandai menulis. (AFP/PPG) 

www.kompas.com


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke