Teman2. saya karyawan Perhutani yang mencoba menjernihkan persoalan ini. Saya tahu persis apa yang sedang terjadi di Perum Perhutani.
* Pada tanggal 17 Desember Dewan Pengawas Perhutani yang diketuai Muslimin Nasution men take over direksi Perum Perhutani dengan alasan adanya penurunan kerja, mismanagement dan ketidakharmonisan direksi karena 3 direktur mundur. Rapat tersebut dihadiri oleh Sesmen BUMN Said Didu, Deputi menneg BUMN Bidang Agro Industri Agus Pakpahan, sebagian besar anggota Dewas, dan seluruh jajaran direksi Perhutani. rapat berlangsung di kantor menneg BUMN jam 8 malam. * Alasan yang digunakan Dewan Pengawas untuk men take over direksi adalah dusta dan tidak benar. Kinerja Direksi Perhutani cukup baik dengan penghasilan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. pada 2005 penghasilan Perhutani Rp 1,4 triliun. Pada 2006 Rp 1,9 triliun. dan 2007 ini sudah tercapai Rp 2,2 triliun. Perlu dicatat bahwa penghasilan ini dicapai tanpa menambah tebangan. begitu pun soal penanaman dan kesejahteraan karyawan juga terus meningkat. Penghasilan bertambah karena direksi berani memotong mafia kayu. Dan mengoptimalkan hasil hutan non kayu. * Soal 3 direktur mundur juga ditemui kejanggalan. beberapa hari sebelum 3 direktur mundur terkuak berita mereka di telepon oleh Dewan Pengawas, yaitu 2 Direktur ditelpon oleh Boen Purnama, anggota dewan pengawas yang juga sekjen Dephut. dan satu lagi oleh Sadino, konsultan Dewan pengawas. Kabar yang terbetik: Mereka ditelpon untuk mundur. Bila tidak mundur mereka dikatakan akan diberhentikan (versi 3 direktur yang mundur). 3 direktur mengakui sambungan telpon itu. strategi pengunduran 3 direktur hanyalah taktik dewan pengawas untuk mentake over direksi dengan alasan ada ketidak harmonisan. * Setelah terima bocoran telpon Dewan Pengawas yang meminta 3 direktur mundur, Dirut Transtoto menghubungi mereka meminta komitmen untuk tetap bersama atau tidak. 2 direktur menjawab akan tetap bersama dan 1 direktur bimbang. namun fakta kemudian berbicara lain. *Perlu diketahui bahwa Direktur Utama dan Direktur umum yang diberhentikan tidak ditembusi surat pengunduran diri 3 direktur lainnya. Sehingga mereka sendiri tidak tahu apa-apa mengenai pengunduran diri 3 direktur ini. Secara etika tindakan 3 direktur yang mengundurkan diri ini tidak dapat dibenarkan. *Berkembang kabar (Ternyata kemudian benar). Pengunduran diri 3 Direktur hanya akal-akalan. Karena 2 hari kemudian ada surat dari Menneg BUMN yang berisi tentang tidak diterimanya pengunduran diri 3 direktur ini. Menneg kemudian mengembalikan posisi mereka sebagai direksi. tetapi anehnya Dirut dan Dirum tetap dipecat. (Catatan: kalau alasan pemberhentian 2 direktur karena penurunan kinerja. Selayaknya 3 direktur ini juga tak perlu kembali ke Perhutani. dan kami karyawan juga tak sudi dipimpin oleh 3 direktur bermental tempe yang telah menjadikan perhutani mainan.). * Kini 3 direktur yang mengundurkan diri mendapat mandat dari pemegang saham (Menneg BUMN) untuk memegang kendali Perhutani. tetapi kami karyawan tak sudi dipimpin mereka. Berkembang isu yang sangat santer, pada 28 Desember nanti (setelah habis masa libur), karyawan akan demo menolak 3 direktur tersebut. Tuntutan mundur juga akan dilayangkan kepada Ketua Dewan pengawas Muslimin Nasution karena tidak profesional. Karena terlalu dipaksakan, saya menduga ada kepentingan politik menjelang Pemilu 2009 dibalik pemberhentian Dirut dan Dirum. sebagai karyawan saya hanya bisa mendoakan mereka berdua. Semoga terkuak yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. meski Citra mereka tercoreng karena diberhentikan, tetapi Tuhan Maha Tahu pengabdian mereka untuk kami para karyawan dan seluruh masyarakat desa hutan di pulau Jawa. Saya tak ingin menulis terlalu banyak lagi. namun apa yang saya tulis bisa saya pertanggung jawabkan, termasuk kepada Tuhan YME. Ini no telp sy: 0815 140 98 718 Salam Marison Guciano (Karyawan Kantor Pusat Perhutani) mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.gatra.com/artikel.php?id=110505 Direksi Perum Perhutani Diberhentikan Jakarta, 19 Desember 2007 16:50 Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil membenarkan pihaknya atas rekomendasi Dewan Pengawas telah memberhentikan direksi yaitu direktur umum dan direktur utama Perusahaan Umum (Perum) Perhutani. "Benar sejumlah direksi Perum Perhutani telah dinon-aktifkan," tanggap Sofyan di Jakarta, Rabu (19/12). Sofyan mengatakan, penon-aktifan tersebut karena sejumlah alasan yang direkomendasikan oleh Dewan Pengawas BUMN bidang kehutanan itu. Dewan Pengawas Perum Perhutani memberhentikan sementara Direktur Utama, Transtoto Handhadari, dan dua direksi lainnya serta mengambil alih manajemen. Pemberhentian itu dilakukan karena Dewan Pengawas menilai telah terjadi mismanajemen yang merugikan perusahaan. "Direksi dinon-aktifkan karena sejumlah alasan yang tidak dibenarkan oleh Dewan Pengawas," kata Sofyan. Pemberhentian tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Pengawas Perum Perhutani Nomor 08/DWS-PHT/2007 Tentang Pemberhentian Sementara Direksi Perhutani dan Pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Direksi Perum Perhutani. mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

