http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0712/21/145212.htm
*Paus Mungkin Berasal dari Makhluk Sebesar Kucing* CHICAGO, JUMAT - Para ilmuwan telah lama yakin bahwa paus berasal dari nenek moyang yang berjalan di darat. Namun, bagaimana proses evolusi tersebut berlangsung dan hewan darat jenis apa yang memiliki kekerabatan paling dekat masih menjadi teka-teki. Untuk menyambung rantai evolusi yang terputus itu, penelitian molekul yang dilakukan para ahli sebelumnya menemukan bahwa kuda nil sebagai hewan darat yang paling dekat kekerabatannya dengan paus. Namun, temuan terakhir yang dimuat jurnal Nature menunjukkan bahwa Indohyus sebagai hewan darat yang lebih dekat kekerabatannya. Indohyus merupakan jenis hewan berkaki empat seukuran kucing yang sosoknya mirip rusa muda. Eksistensinya diketahui dari ratusan fosilnya yang banyak ditemukan di India. Ia termasuk raoellid, kelompok hewan yang hidup sezaman dengan paus purba sekitar 50 juta tahun lalu. Tim peneliti yang dipimpin Hans Thewissen dari Sekolah Kedokteran dan Farmasi, Northeastern Ohio Universities, AS, menemukan kemiripan pada struktur tengkorak dan telinga antara Indohyus dan cetacean, keluarga mamalia air seperti paus dan lumba-lumba. Kedua kelompok hewan juga sama-sama memiliki lapisan tubuh terluar yang lebih tebal dibandingkan mamalia seukuran lainnya. Selain itu, kandungan kimia pembentuk gigi Indohyus mirip dengan kandungan zat kimia pada gigi hewan-hewan akuatik. Hal tersebut menunjukkan bahwa hewan tersebut banyak menghabiskan waktunya di air. Setidaknya, berlindung di bawah permukaan air saat terancam bahaya. Namun, Indohyus diketahui sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan. Padahal, para ilmuwan berasumsi bahwa paus diturunkan dari hewan darat pemakan daging yang beralih menjadi pemakan ikan di laut. "Cetacean mungkin berasal dari nenek moyang serupa Indohyus dan berubah menjadi pemangsa hewan-hewan air," ujar Thewissen. Indohyus mungkin mengalami tahap adaptasi di air beberapa kali, baik sebagai usaha melindungi diri maupun mencari sumber makanan, sampai akhirnya tergantung pada sumber makanan di air. Temuan ini semakin menambah daftar pendapat dalam teori evolusi paus. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk dijadikan konsensus yang menjadi pegangan para ilmuwan di seluruh dunia.(REUTERS/ WAH) [Non-text portions of this message have been removed]

