http://www.antara.co.id/arc/2007/12/23/presiden-akan-sambut-kepulangan-jemaah-haji/

*Presiden Akan Sambut Kepulangan Jemaah Haji*

Jeddah (ANTARA News) - *Menteri Agama (Menag) yang juga Amirul Hajj,
Muhammad Maftuh Basyuni*, mengemukakan bahwa telah menelepon *Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono* tentang sukses pelaksanaan penyelenggaraan haji
1428 H/2007 M, dan Kepala Negara menyatakan, akan menyambut kepulangan
jemaah haji di tanah air.

"Saya tak ditelpon Presiden. Tapi, saya yang menelpon bahwa penyelenggaraan
ibadah haji secara umum berjalan baik," kata Maftuh di Jeddah, Sabtu.

Ketika ia berbicara melalui telepon, Presiden menyatakan, akan menyambut
kedatangan jemaah haji. Namun, menurut Maftuh, kapan waktunya belum dapat
disampaikan.

Ia juga mengaku telah melaporkan bahwa penyelenggaraan haji berlangsung
tanpa gejolak. Pemerintah Arab Saudi pun membantu sepenuhnya.

Indikator bahwa penyelenggaraan haji berjalan baik, menurut dia, bisa
dilihat dari makin berkurangnya jemaah meninggal. Pada tahun lalu, menjelang
pelontaran jumroh, jemaah haji Indonesia yang meninggal mencapai 266 orang.
Untuk penyelenggaraan haji sekarang ini sekitar 126 orang yang wafat.

Sebelumnya, ia pun mengakui, akibat adanya perubahan sistem katering dengan
pendistribusian prasmanan menyebabkan di sejumlah perkemahan Mina bertumpuk
sampah di berbagai tempat.

Hal ini juga sudah disadari pihak muasasah karena kebersihan perkemahan juga
menjadi tanggung jawab mereka. Kendati begitu, Maftuh mengatakan, tak
terlalu risau karena jika dibanding beberapa tahun silam, keadaannya lebih
baik.

Tapi, katanya, pihaknya tak akan tinggal diam. Ia akan mendesak persoalan
kebersihan ini, agar menjadi perhatian para muasasah tahun mendatang.
Demikian juga soal transportasi harus disempurnakan lagi, ujarnya.

Sekarang ini ada niat pemerintah setempat untuk membangun monorel, untuk
mengangkut jemaah dari Arafah, Muzdalifah hingga ke Mina. Hal itu,
dikatakannya, juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan haji.

Sebelumnya, di berbagai kesempatan Menang juga mengatakan pemerintah
Kerajaan Arab Saudi berencana membangun menara di Jabal Usman guna disewakan
bagi jemaah haji Indonesia.

Ia berharap, bangunan itu dapat disewa untuk jangka panjang.

Meski ada perbaikan infrastruktur di tanah suci, ia menilai, persoalan
jemaah haji akan terus bergulir. Apa lagi, jika tidak disertai sosialisasi
tentang kondisi di tanah suci bagi setiap calon haji.

Di situlah, ia menambahkan, peran Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (KBHI)
sangat membantu, dan diharapkan bukan menambah persoalan ketika tiba di
tanah suci. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke