Ketika Aku Tergoda
  Oleh : Mochammad Moealliem 
   
  Sebagai manusia tentu punya sifat untuk menyukai sesuatu yang lebih bagus 
dari yang telah ada sebelumnya, dan sikap seperti itu biasanya akan membutuhkan 
pengorbanan yang luar biasa. Dalam pembahasan kali ini akan membahas kisah 
pengorbanan yang kemudian diabadikan menjadi hari raya qurban.
   
  Orang-orang yang tergoda, mereka itulah lakon yang penuh pengorbanan, Adam 
tergoda oleh Hawa dan melupakan pesan Allah, Yusuf tergoda Zulaikha, Sulaiman 
tergoda Bilqis, Dawud tergoda kupu-kupu emas dan masih banyak lagi catatan 
orang-orang yang tergoda oleh lawan jenisnya, termasuk penulis dan pembaca 
tentu juga pernah tergoda pada lawan jenis yang lebih cakep, lebih pinter atau 
bahkan lebih kaya, akibat dari itu akan timbul hati yang mendua dengan selimut 
dilema, dan apa yang akan terjadi selanjutnya tentunya variatif sesuai kadar 
keimanan masing-masing.
   
  Bukan hanya pada lawan jenis orang biasanya tergoda, namun juga pada anak 
kesayangannya manusia bisa tergoda, apalagi telah begitu lama tak memilikinya, 
maka tak heran banyak orang harus berkorban yang sangat berat demi anaknya, 
cinta manusia pada anaknya terkadang membuat mereka lupa pada Allah, hal  
itulah yang mungkin terjadi pada Ibrahim ketika dikaruniai seorang anak diawal 
mulanya. Dimana lama sebelumnya mereka tak mendapatkan putra dari perkawinannya 
yang begitu lama.
   
  Konon Ibrahim setelah mengalami ujian dibakar oleh Namrud akibat 
kecerdikannya berbicara, ketika ditanya "wahai Ibrahim apakah engkau yang 
memenggal kepala para berhala?" Ibrahim dengan cerdiknya menjawab "tanya aja 
tuh yang paling besar, goloknya kan dia yang bawa". Dan memang sebelum 
kelahiran Ibrahim ahli nujum raja namrud punya prediksi akan ada orang yang 
menghancurkan kerajaannya, tak jauh dengan kisah Musa, namun bedanya Ibrahim 
tidak dihanyutkan di sungai, tapi disembunyikan di goa dan ayah ibrahim adalah 
pembuat berhala, konon dekat dengan istana.
   
  Setelah Namrud ketakutan dengan lahirnya orang yang akan menghancurkan 
kekuasaannya maka seluruh wilayah kerajaannya ditaftis (digeledah) dan 
diumumkan pada rakyatnya, dilarang menggauli istrinya dalam tahun itu dan semua 
yang hamil ditangkap. Konon ayah ibrahim, lupa atas pesan raja namrud untuk 
tidak menggauli istrinya, dan beberapa saat kemudian ada perceraian antara Azer 
(ayah ibrahim) dengan ibunya ibrahim, karena sang ibu juga tahu pengumuman 
raja, maka sang ibu lari kegunung dimasa hamil tua hingga melahirkan, setelah 
melahirkan sang ibu kembali ke kampungnya, sementara Ibrahim ditinggal didalam 
goa sendirian.
   
  Suatu ketika Azer bertanya pada ibu Ibrahim "dimana anak yang kau lahirkan?' 
ibunya menjawab "disuatu tempat dan mati" mungkin waktu itu bohong untuk 
menyelamatkan nyawa seseorang tidak berdosa. Dan dengan jawaban seperti itu 
Azer cukup tenang, sebab kalau hidup Azer pun akan kena hukuman dari kerajaan.
   
  Didalam goa, Ibrahim tumbuh dengan sistem diluar kebiasaan para manusia, 
pertumbuhan satu hari seperti satu minggu, satu minggu seperti satu bulan, dan 
satu bulan seperti satu tahun. Ibrahim sendirian sebab sang ibu tak akan berani 
kesana-kemari yang membuat orang curiga. Maka tak heran kalau penulis punya 
analisa kenapa bayi suka mengisap jempolnya sendiri, mungkin Ibrahim minumnya 
dari situ ketika di goa. Maka dengan sistem yang lempit waktu (thoyyul waqt) 
itu, Ibrahim hanya bertahan dalam goa selama 15 bulan berarti umur ibrahim saat 
itu 15 tahun, sebab satu bulan sama dengan satu tahun.
   
  Maka tatkala keluar dia melihat bintang, dan mengira itulah tuhan yang 
memberinya makan selama ini, namun setelah itu tampak rembulan, lalu da berkata 
"itulah tuhan, kerena lebih besar", namun setelah itu bulan terbenam dan terbit 
matahari, maka dia berkata, "aku tidak suka tuhan yang bisa hilang", Ibrahim 
mencari tuhannya yang selama ini menghidupi dirinya dalam goa, hingga akhirnya 
menemukannya bahwa tuhannya adalah Allah tuhan semesta alam.
   
  Singkat cerita Ibrahim menemukan keluarganya, sebagai anak tentu harus 
berbakti pada orang tuanya, hingga suatu saat dialog, dan mungkin terjadi 
perbedaan pendapat antara keduanya, maka ayahnya bilang "ikutlah aku nanti di 
hari raya" (hari raya kaum namrud) akhirnya Ibrahim ikut dan tahu banyak 
berhala yang selama itu diesmbah kaumnya, kayaknya dulu dikasih sesajen juga, 
maka suatu ketika ibrahim bercanda dengan sinis "hei berhala, kenapa kamu nggak 
makan?" hingga pada saat sudah sepi ibrahim memenggal kepala berhala-berhala 
itu dan disisakan satu yang paling besar, kemudian kapaknya dikalungkan pada 
berhala yang besar itu.
   
  Akhirnya sang raja Namrud kebakaran jenggot dan mengutus para intelejen 
menemukan pelaku pengrusakan, hingga Ibrahim menjadi tersangka, (mungkin itu 
jadi tradisi arab sekarang, sistem tangkap dulu, interogasi belakangan) sebab 
selama itu hanya ibrahim yang sinis pada berhala, akhirnya dalam sidang itu 
ibrahim menjawab dengan cerdiknya diantaranya "tanya aja tuh yang paling besar" 
dan tentunya masih banyak kecerdikan dalam menjawab pertanyaan yang ada. Hingga 
akhirnya sang raja makin marah dan memutuskan untuk membakar Ibrahim.
   
  Ketika hendak dibakar, ada malaikat yang menemui Ibrahim dan berkata "apa 
kamu butuh bantuanku?" lalu ibrahim menjawab "adapun kepadamu wahai malaikat, 
aku tidak butuh", konon malaikat itu wadul (ngadu) pada Allah sebelum 
menawarkan bantuannya pada Ibrahim, dan pesan Allah pada malaikat itu "kalau 
dia minta padamu maka tolonglah, tapi kalau dia tidak minta padamu, biarkan 
saja, karena itu urusanKu", hingga Allah berfirman "ya naru kuwni bardan wa 
salaman" wahai api jadi dinginlah kamu dan aman atas Ibrahim. Konon kalau tidak 
ada perintah salaman, api akan membekukan Ibrahim.
   
  Itu kisah Ibrahim muda, sekarang kita pindah kisah Ibrahim yang tergoda, tapi 
bukan tergoda cewek, meskipun dia punya dua istri itu karena dapat hadiah dari 
fir'aun raja Mesir waktu itu, dan konon Ibrahim nggak mau menggauli hajar 
(budak perempuan hadiah dari fir'aun) hingga akhirnya Sarah menyuruhnya 
barangkali dengan Hajar akan punya anak.
   
  Ibrahim dan Sarah adalah orang yang taat beribadah, dan dalam doanya memohon 
dikaruniai seorang anak dan hal itu berlangsung lama, hingga akhirnya Sarah 
menyuruh Ibrahim menggauli Hajar, dan lahirlah Ismail, sebagai anak yang 
pertama bagi Ibrahim yang telah dirindukan sejak lama, tentu kebahagian melihat 
anaknya melebihi apapun, dan mungkin perhatiannya terkuras pada Ismail. Dan 
mungkin hal itu membuat Sarah mulai cemburu, hingga pada akhirnya Hajar dan 
Ismail harus berada di Mekah.
   
  Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia 
menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah 
dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia 
merasa ringan . Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya  bermohon kepada 
Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak 
yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur".QS.7:189
   
  Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka 
keduanya  menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah 
dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang 
mereka persekutukan.QS.7:190
   
  Dari ayat ini bisa kita lihat bahwa anak ternyata bisa melupakan manusia 
terhadap Allah, mungkin hal itu terjadi juga pada Ibrahim, hingga akhirnya 
diuji oleh Allah untuk mengorbankan anaknya, siapakah yang akan dipilih oleh 
Ibrahim, adakah dia memilih Allah dan melaksanakan perintah itu atau memilih 
anak dan tidak melaksanakan perintah itu.
   
  Kalau kita lagi punya anak yang menjadi kesayangan kita, tentu tak akan rela 
berlepas jauh, bahkan memukulnya pun eman (enggan) walaupun dia berbuat salah, 
apalagi disuruh mengorbankan, tentu kita tak akan mau, lha wong dipondokkan aja 
rasanya nggak enak karena jauh apalagi harus dikembalikan pada Allah.
   
  Untungnya Ibrahim orangnya bijak, maka ditanyalah puteranya "Aku bermimpi 
disuruh menyembelih kamu, bagaimana pendapatmu nak?" lalu ismail menjawab 
"kalau memang itu perintah Allah, lakukan saja ayah". Itulah sikap bijak antara 
ayah dan anaknya, yang mana jawaban seorang anak seperti itu sebenarnya makin 
memperberat rasa untuk berpisah.
   
  Bagaimana tidak? Kalau saja Ismail bilang "jangan ayah, itu melanggar HAM" 
tentu Ibrahim punya alasan untuk menolak perintah menyembelihnya, dan dengan 
jawaban Ismail yang bijak itu, Ibrahim tak punya alasan lagi, kalau toh dia tak 
melaksanakan perintah tentu itu karena rasa cinta pada anaknya melebihi cinta 
pada Allah.
   
  Maka tatkala anak itu sampai  berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: 
"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka 
fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang 
diperintahkan  kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang 
yang sabar".QS.37:102
   
  Perintah itu kelihatannya ketika ismail mulai baligh, falamma balagho 
(terjemahnya diatas berusaha) karena Ismail hidupnya di mekah dengan ibunya, 
maka ketka hendak disembelih diatas bukit, mereka bersama-sama menuju bukit 
untuk mengorbankan Ismail untuk Allah, sesampainya di Mina setiap orang 
diganggu syeitan untuk menggagalkan pengorbanan ini atas nama HAM, mulai dari 
ibunya, Ismail sendiri, juga Ibrahim, saking jengkelnya akhirnya pembisik itu 
dilempar dengan batu sebanyak tujuh kali, yang kini diabadikan menjadi ritual 
haji yaitu melempar jumrah.
   
  Hingga akhirnya Ibrahim sampai dibukit dan pisau hendak diayunkan, maka 
kemudian malaikat turun membawa tiga ekor kambing sebagai ganti Ismail, dan hal 
ini membuktikan bahwa Ibrahim masih memilih Allah daripada anaknya, dan kambing 
itu termasuk kambing yang tidak mengalami kandungan, seperti halnya unta nabi 
sholeh, juga ularnya nabi Musa.
   
  Begitulah hati manusia ketika tergoda, untuk membuktikan ketidak tergodaan 
harus dibayar dengan biaya yang sangat mahal, dan kisah ini berlaku jauh 
sebelum alqur'an turun, bahkan ayah nabi muhammad adalah putera kesayangan 
kakeknya, pun konon dia yang harus dikorbankan, hingga akhirnya harus diganti 
dengan 100 ekor unta, baca kisahnya di sejarah hidup nabi muhammad.
   
  Orang tua akan selalu menyayangi puteranya melebihi sayangnya pada diri 
mereka sendiri, walaupun kadang seorang anak tak tahu balas budi. Maka tak 
heran jika ridlo mereka termasuk ridlo Allah, bahkan pintu surga dibawah 
telapak kaki Ibu, namun mungkin banyak ibu masuk neraka hanya demi menuruti 
putera kesayangannya. Maka tak heran jika pasangan hati, buah hati dan harta 
benda adalah fitnah yang kita suka, sekaligus sebuah soal yang harus kita 
tampakkan jawaban dalam sikap kita terhadap itu semua.
   
  Alliem
  Cairo, Senin 24 Desember 2007
  Akupun pernah tergoda


  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.tk  or  http://www.muallimku.blogspot.com 
  Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke