--- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> The Plain Truth about Christmas    Herbert W. Armstrong   YESUS 
TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER  Sungguh amat mustahil jika Yesus 
dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan 
Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil 
Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai 
berikut:
>


Makna Natal yang Sejati
Pengantar 

Berkenaan dengan masa-masa Adven ini, ada baiknya kita mempersiapkan 
hati dan pikiran kita untuk menghayati kembali makna Natal yang 
sejati itu. Kali ini SABDA Space mengundang Pak John Adisubrata 
sebagai penulis tamu. Selamat menyimak. 
*** 

Ketika Yesus dilahirkan di kota Betlehem lebih dari dua ribu tahun 
yang lalu, peristiwa itu hanya disaksikan oleh orang-orang awam saja. 
Kelahiran Raja di atas segala raja yang sudah dinubuatkan beribu-ribu 
tahun sebelumnya, bahkan difirmankan oleh TUHAN sendiri (Kejadian 
3:15), tidak digenapi dengan penuh kemegahan di hadapan raja-raja 
atau para bangsawan lainnya. Sebaliknya, Ia lahir dibungkus dengan 
lampin dan dibaringkan di dalam sebuah palungan karena pada saat itu 
tidak ada kamar yang kosong di rumah-rumah penginapan untuk ibu-Nya, 
Maria, serta Yusuf, suaminya (Lukas 2:7). 

Kisah kelahiran-Nya yang tampak tak berarti dan sederhana itu 
terbukti bertahan mengarungi waktu, ... selalu relevan bagi kehidupan 
umat manusia sepanjang masa. Setiap tahun, berbagai generasi di 
seluruh dunia mendengar, mengenang, dan memperingati kejadian 
bersejarah tersebut, yang tetap berkuasa untuk mengubah hidup. 

Selain mengirim ketiga orang majus, Tuhan hanya memakai orang-orang 
biasa saja sebagai saksi-saksi kelahiran Anak-Nya yang tunggal. 
Alkitab mengatakan bahwa gembala-gembala yang sedang menjaga kawanan 
ternak mereka di padang dipilih oleh-Nya untuk menjadi saksi-saksi 
pertama kelahiran Kristus. Bukan para ahli Taurat, orang-orang Farisi 
atau orang-orang terpelajar lainnya! Malam hari itu mereka melihat 
dan mendengar pujian yang dinyanyikan oleh sejumlah besar bala 
tentara sorga: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan 
damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" 
(Lukas 2:14). 

Padahal pada abad yang pertama, status para penggembala domba di 
Israel tergolong amat rendah. Kesaksian-kesaksian mereka tidak bisa 
diterima oleh orang-orang Yahudi dalam sistem pengadilan mereka. 
Kendatipun demikian, Tuhan menjadikan mereka saksi-saksi yang sah 
untuk memberitakan kedatangan-Nya di dunia. Injil Lukas 
mencatat: "Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang 
dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka" (Lukas 2:18). 

Sampai saat ini Tuhan masih tetap memilih orang-orang biasa sebagai 
saksi-saksi-Nya untuk memberitakan kabar gembira mengenai kelahiran 
Sang Raja Damai lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Kita tidak perlu 
bertanya-tanya: "Apakah Tuhan mau memakai saya yang tidak memunyai 
kepandaian apa-apa?" 

Jika Allah Bapa di surga bersedia memakai para gembala di padang, 
yang dipandang rendah oleh masyarakat Yahudi pada zaman itu untuk 
menjadi saksi-saksi-Nya yang mutlak, tentu Ia juga berkenan 
menggunakan umat "sederhana" seperti kita. Yang dituntut hanya sikap 
hati yang taat, yang mau menceriterakan peristiwa itu kepada orang 
lain seperti apa adanya, seperti yang sudah tercatat di dalam firman 
Tuhan. Tanpa menambahkan embel-embel lain yang sudah dilumrahkan oleh 
umum, yang tampaknya sudah berhasil membajak kebenaran isi Alkitab 
mengenai hari bersejarah tersebut. 

Yesuslah inti perayaan hari Natal yang diadakan setiap tahun di 
seluruh dunia. Dialah penyebab hari itu dirayakan sebagai suatu 
peringatan akan kedatangan Allah yang bersedia merendahkan diri-Nya 
sendiri, menjelma menjadi seorang manusia, agar kita, anak-anak 
manusia, bisa disebut sebagai anak-anak Allah (Galatia 3:26). 

SABDA Space adalah sebuah arena optimal yang disediakan oleh Tuhan 
untuk kita sebagai salah satu instrumen terbaik yang bisa menjangkau 
daerah-daerah yang tidak mungkin kita kunjungi secara pribadi. 
Melalui media ini kita bisa memproklamirkan tanpa kompromi kebenaran 
kisah kelahiran Sang Juru Selamat kepada dunia. Marilah kita saling 
bergandeng tangan, bahu-membahu, menggunakan setiap kesempatan indah 
yang disediakan oleh arena ini, untuk menjadi saksi-saksi-Nya yang 
mau membagikan kebenaran kisah Natal seperti apa adanya, ... seperti 
yang sudah dilakukan oleh para gembala pada saat kelahiran-Nya. 

Agar ... dunia mengerti kebenaran ayat ini: "Karena begitu besar 
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya 
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak 
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). 

Syalom, 

John Adisubrata
Desember 2007 



Kirim email ke