era muslim as a source!
   
  itu fakta, bukan menjelek2 kan, jangan picik deh, bapak protes aja ke harian 
Dailymail di Inggris sono, sumber utamanya dan ke kampus2 dimana si benazir 
murtad itu dulu kuliah, dan lingkungannya, dan orang2 yang mengenalnya.
   
  orang Muslim/Mah wajib mengetahui hal ini, jangan sampai mengidolakan dan 
membuang2 air mata untuk hal2 yang tidak berguna.
   
  lagi pula sudah menjadi resiko jabatan kalau segala sesuatu mengenai public 
figure direveal pada umum. bukan cuma hal2 baiknya saja. ini namanya 
pemberitaan yang seimbang.
  sebagai orang2 media, mestinya hal ini tidak perlu saya beritahukan lagi. ini 
adalah kebebasan pers. dan hak umum untuk mengetahui.
   
  huhhhh!!! kenapa hal seperti inipun mesti saya ajarkan dan ingatkan lagi?!
   
  sFe

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ini sumbernya dari mana Mbak Salma? Republika, Hidayatullah, atau 
eramuslim?
Kok tidak dicantumkan.

Lagipula orang sudah meninggal kokdijelek-jelekkan ya: kurang muslimahlah, suka 
dugemlah, dll.

Apa ajaran Islamnya Mbak Salma memang seperti itu?

----- Original Message ----- 
From: sFe 
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, December 29, 2007 4:46 AM
Subject: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem

Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Jumat, 28 Des 07 20:15 WIB
Kirim teman

Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya pemimpin 
oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang penyerang dan 
kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di tengah kerumunan para 
penggemarnya, Kamis sore (27/12).

Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh emosional 
menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang sekutunya 
yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan menggantikan Pervez 
Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus persen dikontrol 
Gedung Putih.

Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya 
sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama 
yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja 
menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan 
menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka dia 
akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan. Benazir 
Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah "Terorisme Fundamentalis", sebuah 
terminologi khas Gedung Putih.

"Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan fundamentalis 
di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian semua, untuk 
menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan pemerintahan 
bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!" seru Bhutto dari atas podium hanya 
beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara mengerikan. 

Ratu Dugem dan Playgirl

Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya, Zulfikar 
Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung oleh Presiden 
Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia sendiri karena sikap 
politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan gerakan Islam, maka CIA 
membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan meledakkan pesawat yang 
ditumpanginya.

Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala Inggris 
di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan jilbab 
disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di Amerika 
ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa dijalaninya di 
Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja pakaian yang 
tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari dan pulang dengan 
ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang.

Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris, mengambil 
jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin menggila. 
Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga "meriah": pesta 
dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau hal ini sempat 
dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris, Dailymail, edisi 
Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir dari seorang teman 
lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri menyebut Benazir sebagai 
"The Oxford Party Girl".

"Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis remaja 
Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam kampanye 
untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan mengungkapkan gaya 
hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang suara dari para pemilih 
laki-laki, " demikian Dailymail.

Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan. Benazir 
masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang tidak pernah 
dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau berkerudung, sikap 
politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan dirinya musuh bagi 
aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika.

CIA Dalangnya?

Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun 
langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis. 
Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa 
sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh anggota 
gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan karena 
tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri seperti yang 
banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau bahkan bukan 
mustahil CIA berada di belakang kematiannya. 

Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk semakin 
mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar dunia ini 
pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah terendus 
sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di tahun 2025?

Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan 
Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul "Asia Tahun 
2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21" dengan 
tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang 
dari peta bumi di tahun 2025. 

Penyebab dari 'tenggelamnya' kedua negara tersebut adalah karena konflik 
internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme, dan 
untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi. 
Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi 
peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi 
keamanan nasional Amerika Serikat.

Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki 
instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah.
Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik. Di 
Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh 
tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu 
dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1200 - Release Date: 27/12/2007 
13:34

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke