sFE, Anda bisa bedakan mana yang disebut berita dan mana yang disebut opini? Kalau belum bisa, buka dulu buka jurnalistik atau kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Lantas Anda bilang: "saya tidak pernah bersentuhan dengan minuman haram, saya tidak bergaul (menolak) bergaul akrab dengan lelaki non mahram dan lain sebagainya kecuali demi profesionalisme. yang pasti saya tidak menggunakan lelaki untuk mendukung karir saya, maju mundur karir saya merupakan potensi yang bersumber dari dalam diri saya sendiri dan anugerah yang diberikan Allah kepada saya." Wooooowww kalau begitu Anda pasti masuk surga??? Saya tidak mengerti apa yang Anda maksud ini? Sebuah sindirankah? Atau pernyataan yang untuk membuat diri Anda lebih suci dari yang lain?? Ahh... Allah membenci orang yang menyombongkan dirinya (takabur). Otokritik lebih penting ketimbang mengkritik orang lain, seperti menjelek2an orang yang sudah meninggal. Semoga Allah memberi hidayah kepada Anda. Amien.. Tabik, Bonnie Triyana sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: anda makin bodoh kelihatannya, saya itu memposting berita! paham?!! Rudi Hartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung, aku pikir persoalannya bukan persoalan siapa merepotkan siapa? tetapi persoalannya adalah; anda telah memposting sebuah berita untuk mengunkap sebuah sejarah (Kehidupan pribadi benazhir), yang secara tidak lansung merupakan bentuk kampanye, ditengah mainstream orang turut berduka atas kematian demokrasi di Pakistan. dalam artikel yang anda posting, terlihat sikap membiarkan kematian tersebut sebagai hal yang wajar karena memang dia (benazhir) bukan perempuan islam seperti yang anda inginkan. aku secara pribadi berbeda pendapat dengan artikel tersebut, kemudian bung sFe ini menanggapi dengan sangat emosional, bukan dengan tanggapan bung sFe berarti sudah memposisikan berdiri dalam satu pihak. persoalan Bush bereaksi keras, dan antek-anteknya melakukan hal yang sama, aku menganggap itu hal yang lazim dilakukan politisi. tetapi, bagi aku pribadi rasa prihatin rakyat pakistan atau kaum prodemokrasi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, bukan karena kematian personal seorang Benazhir, tetapi Benazhir dianggap sebagai icon oposisi saat ini dalam melawan kediktatoran militer dan fundamentalisme reaksioner. reaksi Bush merupakan wujud kemarahan seorang mandor karena kehilangan kaki tangan kepercayaan, sedangkan reaksi kami adalah bahwa ruang demokrasi di pakistan saat ini semakin di tutup rapat oleh rejim Musharaf berkolaborasi dengan kaum fundamentalis. anda anti terhadap liberalisme dan menggembor-gemborkan fundamentalisme/despotisme, meskipun saya tidak sepakat dengan demokrasi liberal atau faham liberalisme yang individualistis, tetapi jika diperhadapkan kedua pilihan ini, saya masih mending memilih liberalisme ketimbang despotisme,militerisasi, atau fundamentalisme. Bukan karena saya anti islam, saya mengagumi islam tetapi bukan islam fundamentalis yang membiarkan para mullah menghisap rakyat miskin. Anda masuk dalam dunia maya yang bebas (liberal) tetapi mengutuk orang yang berbeda pandangan dengan anda---sebaiknya anda menutup akses anda terhadap tekhnology internet karena anda anti-kritik. sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: itu kan kata anda, kalau berita ttg benazir merupakan kata Dailymail, surat kabar yang tidak diragukan keakuratannya, surat kabar sekaliber Dailymail tentulah tidak mau mempertaruhkan kredibilatasnya didunia Internasional demi sebuah berita bohong. ingin kebenarannya silakan anda ber repot ria mengecheknya ke sumber utama (Dailymail) tolong anda catat! saya tidak memulai merepotkan diri, saya hanya memposting suatu berita, sama halnya dengan yang dilakukan pak sunny, pak sandy atau entah siapa lagi dimilis ini, sesuatu yang lumrah terjadi. kenapa bisanya semua menjadi repot? karena berita yang posting berkaitan dengan Islam. that's all!! so, yang merepotkan diri awalnya siapa? merupakan hal yang wajar kalau saya memberikan opini pribadi atas opini orang lain terhadap postingan saya. yang merepotkan diri aja yang seperti kebakaran jenggot dengan isi postingan tersebut, karena apa? karena kedengkiannya terhadap pendapat saya yang Muslimah terhadap benazir yang sekuler liberal. padahal adalah hak pribadi saya untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan pengetahuan saya dan masukan2 yang saya peroleh dari hasil saya ngoprek2 berita. yang menjadi rancu adalah, orang2 yang merepotkan postingan saya, merupakan sekaliber radityo dan gunawan mohammad, yang sudah lumutan terlibat dikancah persuratkabaran (baru saja saya mendapat informasi ttg siapa mereka), yang memberi kesan sebagai seseorang yang berpandangan moderat dan liberal, kena masalah pendapat saya ttg benazir saja rela2nya merepotkan diri dan seperti cina kebakaran jenggot. seperti tidak ada hal2 lain yang lebih menarik dan butuh dikomentari. what a shame! padahal mungkin anak bungsu merekapun seumuran dgn saya. aneh gak sehhhhh!!!!!??? tentang ajaran Islam tidak diragukan lagi merupakan ajaran yang terbaik dan merupakan agama yang pure datangnya dari Allah. attitute saya, saya berani jamin lebih baik dari apa2 yang diberitakan oleh Dailymail tentang benazir. saya tidak pernah bersentuhan dengan minuman haram, saya tidak bergaul (menolak) bergaul akrab dengan lelaki non mahram dan lain sebagainya kecuali demi profesionalisme. yang pasti saya tidak menggunakan lelaki untuk mendukung karir saya, maju mundur karir saya merupakan potensi yang bersumber dari dalam diri saya sendiri dan anugerah yang diberikan Allah kepada saya. mati tidak ada yang menangisi? itu lebih baik buat saya, asalkan saya mati tidak meninggalkan aib masa lalu yang kelam. emangnya menurut pikiran anda yang naif tersebut, sekarang benazir merasa beruntung karena mati ditangisi berjuta manusia? kalau memang riwayat kematiannya seperti yang tertulis dalam artikel, maka menurut apa yang saya pelajari dalam kehidupan sesudah kematian yang ada di dalam Islam, pastilah si benazir itu sedang menyesali dosa2 yang dilakukannya semasa hidup dan sedang mendapat azab. dan saat sekarang ini tidak ada lagi kesempatan dia untuk bertaubat. wallahu'aklam. sedang saya, dalam keadaan mengetik inipun tak putus2 saya minta ampun pada Allah, jikalau memang saya punya dosa, dan apa yang saya lakukan ini merupakan dosa, maka semoga Allah akan mengampuni dosa2 saya. dan sepengetahuan saya, sesuai yang saya pelajari tentang doa di dalam agama Islam yang Indah, doa yang dilakukan dengan ikhlas, tulus, berulangkali dan bener2 berharap, maka Allah akan berkenan mengabulkannya. amiinnn ya Allah. Islam yang indah telah mengajarkan saya bagaimana bersikap terhadap orang2 seperti anda dan yang sekufu dengan anda. kecuali Allah, tidak ada yang mesti saya khawatirkan, apalagi hanya karena mati tidak ada yang menangisi :P salam sFe Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: sFE wrote to KM: "disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so what's wrong?" Bung sFE, Anda juga belum tentu benar opininya. Kok repot! Biar bagaimana pun Benazir adalah orang besar, pernah jadi pemimpin bagi rakyatnya sendiri. Itu fakta sejarah, hardfact, tak bisa lagi dipungkiri. Tak aneh begitu ia dibunuh, banyak rakyat Pakistan yang kecewa, lantas mengamuk. Pertanyaannya, kalau Anda mati, walaupun dengan cara yang sama seperti Benazir, rakyat mana yang mau nangis????? Toh Anda sendiri ketika menuliskan tentang riwayat kelam Benazir juga mendasarkan keterangan pada sumber lain. Apakah Anda sudah memverifikasinya sendiri? Saya jadi curiga, Anda teriak-teriak Benazir menghancurkan Islam, justru menurut saya attitude Anda yang seperti inilah yang akan menghancurkan Islam. tabik, Bonnie Triyana Rudi Hartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Benazir adalah pemimpin Partai Rakyat Pakistan(PPP) yang bertendensi kiri, partai ini didirikan oleh ayah Benazhir untuk melawan kediktatoran militer paska kemerdekaan. PPP begitu dicintai rakyat pakistan terutama mereka dari kaum tani, buruh, dan mahasiswa. terlepas dari personal benazhir, tetapi ukuran politik Benazir harus dilihat dalam kepentingan PPP. dalam pemilu nanti program PPP sangat radikal, yakni; Land reform, nasionalisasi perusahaan asing, pendidikan dan kesehatan untuk rakyat, dan persamaan gender. islam fundamentalis dan militeris merupakan sekutu abadi dalam politik Pakistan, dan mereka selalu menebar kematian lewat moncong senjata terhadap kekuatan-kekuatan demokratik. mereka dalam retorika anti AS, tetapi pernah bersekutu dengan AS untuk melawan pengaruh Uni-sovyet dan gerilyawan kiri. menurutku bukan rahasia umum lagi soal latarbelakang Osama yang dilatih dan dididik CIA dan militer AS untuk memimpin perlawanan melawan Uni-sovyet dan kaum kiri. bahkan kehidupan malam,pesta dan perempuan merupakan kehidupan Osama ketika masih berdomisili di AS. hanya, saja saat ini osama menjadi tokoh antagonis yang dimunculkan AS untuk menjadi basis material (legitimasi) melakukan perang imperialis kenegara-negara yang tidak mau tunduk, atas nama "perang melawan terorisme". dan bukan rahasia umum lagi, bahwa pangeran-pangeran arab dan keluarga kerajaan merupakan kelompok paling royal dan hedonism (pengunjung setia klub malam dan rumah-rumah bordil klas elit di AS). kampanye Butho yang terkesan anti islam sebenarnya terlalu dibesar-besarkan. Butho menentang sistem politik despotisme yang ditawarkan islam fundamentalis yang berselingkuh dengan rejim militer. memang harus diakui bahwa politik yang dibangun Benazhir sangat lunak terhadap AS, akan tetapi ini pun menjadi perdebatan internal PPP yang menginginkan politik luar negeri yang anti-imperialisme. bung sFE, membuat tulisan itu supaya berdasarkan referensi yang objektif, melihat sejarah itu harus utuh jangan sepotong-sepotong(parsial). aku makin kasian dengan perilaku orang islam di indonesia yang makin hari makin menjijikkan......(meskipuan aku juga masih beragama islam loh). sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: itu sudah menjadi rahasia umum, bukan aib personal. itulah resiko menjadi orang terkenal. hal2 buruk yang menimpa sso yang menjadi pemimpin sebuah negara patut diketahui umum, untuk jadi pembelajaran moral. 2 kali jadi perdana menteri bukan ukuran baiknya attitute sso, lihat siapa yang menduduk kan dia menjadi perdana menteri dan untuk kepentingan apa. sudah bukan rahasia dunia lagi kalau amerika dibalik sesuatu maka segala cara dihalalkan. dont be naif lah pak. kayak baru hidup kemarin sore aja bapak ini. mentang2 sekufu dengan para liberalis2 dunia. orang2 liberal memang menghalal kan cara hidup seperti itu, jadi saya tidak heran kalau orang sekaliber pak kartono ini merasa berkepentingan membela benazir. masyarakat dunia berhak mengetahui siapa benazir bhutto, jangan sampai tertipu oleh simpatisan buta! bagi orang2 beriman, lebih baik menangisi saudara2nya di Palestina daripada menangisi ratu dugem, yang ingin menghancurkan Islam. disamping itu, belum tentu juga opini bapak benar. so what's wrong? paham?! sFe Kartono Mohamad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dari manapun sumbernya, orang Islam tidak pantas mengungkap kejelekan-kejelekan seorang yang sudah meninggal, apalagi kalau hal itu belum tentu benar. Jangan pula lupa bahwa Benazir pernah dua kali menjadi PM Pakistan yanhg dipilih berdasarkan konstitusi Pakistan. Menghina almarhumah sama saja dengan menghina rakyat Pakistan. yang mayoriyas juga muslim, yang telah memilihnya. Sama saja dengan mengatakan bahwa rakyat Pakistan yang muslim itu begitu bodoh sehingga memilih seorang PM yang tukang dugem. Kalau pun ajaran pengirim milis (sFe) ini memang membenarkan tindakan mengungkapkan keburukan seseorang yang sudah meninggal, ada baiknya mengendalikan diri ketika berbicara dengan orang lain yang mungkin tidak membenarkan perilaku demikian itu. Saya tidak tahu bagaimana perasaan sFe seandainya orang tua sFe diungkap keburukan-keburukannya (yang belum tentu benar) ketika beliau baru saja meninggal (kalau belum, mudah-mudahan dipanjangkan Allah usianya), KM -------Original Message------- From: mediacare Date: 12/29/07 07:15:25 To: [email protected] Subject: Re: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Ini sumbernya dari mana Mbak Salma? Republika, Hidayatullah, atau eramuslim? Kok tidak dicantumkan. Lagipula orang sudah meninggal kokdijelek-jelekkan ya: kurang muslimahlah, suka dugemlah, dll. Apa ajaran Islamnya Mbak Salma memang seperti itu? ----- Original Message ----- From: sFe To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, December 29, 2007 4:46 AM Subject: [ppiindia] Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Benazir Bhutto: Tewasnya Sang Ratu Dugem Jumat, 28 Des 07 20:15 WIB Kirim teman Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12). Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus persen dikontrol Gedung Putih. Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka dia akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan. Benazir Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah "Terorisme Fundamentalis", sebuah terminologi khas Gedung Putih. "Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan fundamentalis di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian semua, untuk menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan pemerintahan bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!" seru Bhutto dari atas podium hanya beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara mengerikan. Ratu Dugem dan Playgirl Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan meledakkan pesawat yang ditumpanginya. Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala Inggris di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan jilbab disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di Amerika ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa dijalaninya di Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja pakaian yang tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari dan pulang dengan ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris, mengambil jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin menggila. Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga meriah": pesta dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau hal ini sempat dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris Dailymail, edisi Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri menyebut Benazir sebagai "The Oxford Party Girl". "Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis remaja Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam kampanye untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan mengungkapkan gaya hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang suara dari para pemilih laki-laki, " demikian Dailymail. Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan. Benazir masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang tidak pernah dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau berkerudung, sikap politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan dirinya musuh bagi aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika. CIA Dalangnya? Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis. Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh anggota gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan karena tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri seperti yang banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau bahkan bukan mustahil CIA berada di belakang kematiannya. Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk semakin mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar dunia ini pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah terendus sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di tahun 2025? Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul "Asia Tahun 2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21" dengan tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang dari peta bumi di tahun 2025. Penyebab dari 'tenggelamnya' kedua negara tersebut adalah karena konflik internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme, dan untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi keamanan nasional Amerika Serikat. Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah. Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik. Di Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki) Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ---------------------------------------------------------- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1200 - Release Date: 27/12/2007 13:34 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

