Program My Hope dan Pemurtadan (Bag.1) Kamis, 13 Des 07 10:14 WIB
Kirim teman
Tulisan Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore! yang ditayangkan
eramuslim sejak Selasa siang (11/12) mendapat atensi yang luar biasa. Belum
menginjak 2X24 jam setelah ditayangkan, artikel ini telah dikunjungi lebih dari
26. 000 orang (bukan jumlah seberapa banyak dilihat, tapi jumlah komputer yang
membukanya), dan angka ini terus bertambah. Belum lagi sejumlah blog pribadi
maupun situs berita yang mengcopy-paste artikel ini. Bahkan Radio Dakta mengaku
kebanjiran sms dari pendengarnya dan melakukan wawancara dengan eramuslim soal
berita tersebut, Kamis pagi (13/12).
Berita tersebut memang cukup mengagetkan. Di tengah terlenanya umat akan
aktivitas pilkada sehingga begitu banyak menguras enersi keumatan yang
sesungguhnya jauh lebih penting, banjir, kemacetan, dan sebagainya, tiba-tiba
mencuat informasi Pemurtadan, tema lama namun tetap menjadi perhatian. Dan
memang sudah seharusnya begitu.
Mengapa di sini mempergunakan istilah pemurtadan, bukan Kristenisasi?
Karena kita harus bisa dengan kritis memilahnya. Kristen adalah agama misi,
yang salah satunya berkewajiban menyebarkan keyakinannya kepada manusia lain
yang belum menerima kekristenan. Ini merupakan sesuatu yang sah.
Sama seperti Islam yang juga merupakan agama dakwah, yang berkewajiban
menyerukan agama ini ke seluruh dunia. Sebab itu, Kristenisasi adalah sah. Tapi
nanti dulu. Jika orang-orang Islam yang dijadikan target misi Kristenisasi maka
hal ini yang sama sekali tidak boleh. Karena Kristenisasi telah berubah
menjadi Pemurtadan.
Silakan saudara-saudara kita umat Kristiani menyebarkan agamanya kepada
orang-orang yang belum bertuhan, belum beragama, seperti suku-suku terasing di
pedalaman yang masih menggunakan cawat dan bahkan masih banyak yang sama sekali
tidak berpakaian. Ini sah dan boleh. Tapi jangan sekali-kali dengan segala daya
upaya melakukan hal ini kepada umat Islam, karena hal ini sangat mungkin
mengundang konflik sebab sudah masuk dalam perampokan akidah. Sayangnya,
dalam banyak buku umat Kristiani disebutkan bahwa terminologi Suku Terasing
adalah: Mereka yang belum menerima ketuhanan Yesus Kristus. Sebab itu, banyak
yang salah kaprah menganggap Suku Sunda, Padang, dan sebagainya yang Muslim,
sebagai Suku Terasing. Inilah yang sungguh harus diubah secepatnya oleh
mereka.
My Hope Indonesia
Film Sebuah Penantian (aslinya berjudul My Hope Indonesia) merupakan
bagian kecil dari rangkaian program pemurtadan di seluruh dunia. Agar kita
semua lebih jernih dalam menilai program ini, maka di sini akan dicopy-paste
keterangan tentang program tersebut dari situs Kristen sendiri, yakni dari
e-MISI yang sumber aslinya diambil dari www. Billygraham.
Org/ourMinistries/international/myHope.
Inilah salinannya:
My Hope" merupakan kombinasi yang strategis dari program-program televisi
penginjilan dengan energi yang dimiliki ribuan gereja- gereja lokal. The Billy
Graham Evangelistic Association sedang menguji coba proyek ini di Amerika
Tengah, dengan harapan bisa menyebarluaskannya ke seluruh dunia, dari satu
negara ke negara lain, sesuai dengan berkat dari Allah dan persediaan sumber
daya.
Projek "My Hope" bertujuan untuk memenangkan puluhan ribu orang di setiap
negara sehingga mereka bisa mengenal Yesus dan secara aktif meneladani Dia
dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal tersebut dapat tercapai dengan cara
memberitakan Injil ke setiap negara, memfokuskan pada program-program televisi
regional, dan melibatkan gereja-gereja nasional dan organisasi-organisasi
Kristen dalam hal promosi, distribusi, mobilisasi, dan follow-up dari siaran
program- program televisi tersebut.
Projek ini akan dikembangkan ke semua benua di mana setiap benua dibagi
menjadi beberapa wilayah (berdasarkan bahasa/geografis/ budaya, dan
sebagainya.). Projek ini telah dikembangkan di Amerika sejak Juli 2002 dan
mulai beranjak menjangkau wilayah-wilayah di Eropa dan ke seluruh penjuru
dunia. Diharapkan akan tersedia 3 - 5 transmisi program televisi di setiap
negara. Proyek ini akan berputar -- jika program ini telah dipancarkan ke
seluruh negara, maka prosesnya akan dimulai lagi ke setiap negara dengan
tingkat yang lebih tinggi.
Program-program "My Hope", selain disesuaikan dengan budaya setempat, juga
mempunyai muatan Injil yang jelas termasuk alamat kontak untuk mendapatkan
informasi lebih lanjut. Tidak ada iklan yang lewat saat program disiarkan.
Radio juga akan digunakan sebagai media promosi dan follow-up dari program ini.
Gereja-gereja nasional membentuk jaringan pendukung untuk pelaksanaan proyek
ini. Komite Nasional Interdenominasi akan berfokus pada doa, perencanaan,
promosi, konseling, mobilisasi pelatihan, dan follow-up. Mobilisasi pelatihan
ini disediakan bagi ibukota dan kota-kota lain yang menghendaki di setiap
negara.
Program ini didistribusikan melalui jaringan TV nasional, pemancar TV lokal,
dan di manapun tempat melalui jaringan satelit, video, dan sebagainya. Program
ini akan diudarakan dalam jam tayang utama di jaringan- jaringan televisi
nasional.
Sebuah kantor sementara didirikan di setiap negara. Kantor ini ditangani
secara terbatas pada saat sebelum, selama, dan sesudah transmisi program
melalui organisasi-organisasi dan individu- individu yang menjadi partner
gereja.
Seri kedua dari projek "My Hope" internasional mengambil tempat di Panama
selama minggu Paskah 2003, dan langkah pertama telah dilaksanakan di Paraguay
dan Venezuela. Para pemimpin gereja sangat antusias saat mengetahui bagaimana
media ini bisa memberikan dampaknya bagi seluruh kota. Media televisi (sebuah
budaya populer) yang mudah diakses oleh banyak orang merupakan sarana untuk
memberitakan Injil di wilayah ini.
Anda bisa langsung menjelajahi situsnya untuk mengetahui lebih banyak
informasi tentang pelayanan outreach penginjilan dengan menggunakan media
televisi ini. Pelayanan ini telah menolong ribuan orang untuk mengenal Kristus.
Juga, terus doakan jutaan orang di Paraguay dan Venezuela yang saat ini
merindukan kesempatan untuk bisa mengenal dan menerima Kristus serta
pengharapan yang Dia berikan. (Sumber: Situs Billy Graham Evangelistic
Association).
Sebagai tambahan, saat film My Hope India diputar tahun 2006, berbagai
milis dan situs Kristen menyebutkan bahwa program ini, Telah berhasil
memenangkan jutaan orang di India ke pangkuan Yesus Kristus dengan arti lain:
telah berhasil menjadikan jutaan orang India masuk Kristen. Bagaimana di
Indonesia? (rizki/bersambung)
sumber : eramuslim.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]