Program My Hope dan Pemurtadan (Tamat) Jumat, 28 Des 07 18:56 WIB
Kirim teman
Sinetron pemurtadan Sebuah Penantian yang disiarkan RCTI pada Sabtu, 15
Desember lalu, bukanlah satu-satunya film pemurtadan yang diproduksi dalam
program My Hope Indonesia. Program Penuaian Jiwa-Jiwa Baru (baca: Pemurtadan)
yang diproduksi Billy Graham Ministries AS lewat tayangan teve popular di
Indonesia ada empat seri film sinteron, yaitu:
Film TV "Sebuah Penantian" (RCTI - Sabtu, 15 Desember 2007, Durasi: 60 Menit
tanpa iklan, Pk. 16. 30 - 17. 30 WIB)
Re-run "Sebuah Penantian" (TVRI - Minggu, 16 Desember 2007, Durasi: 60 Menit
tanpa iklan, Pk. 15. 00 - 16. 00 WIB)
Drama "Bukan Pilihan" (Trans 7 - Sabtu, 29 Desember 2007, Durasi: 60 Menit
tanpa iklan, Pk. 16. 30 -17. 30 WIB)
Reality Drama "Harapanku" (TVRI - Rabu, 2 Januari 2008, Durasi: 60 Menit
tanpa iklan, Pk. 20. 00 - 21. 00 WIB)
Seluruh acara ini telah melewati ritual doa dan puasa selama sebulan yang
dilakukan oleh gereja-gereja denominasi yang dikomandokan dari Billy Graham
Ministries di AS.
Sikap Umat Islam Indonesia
Ketika menjelang tanggal 15 Desember kemarin, kami mendapat banyak respon dan
salah satunya menanyakan bagaimana mengukur tingkat keberhasilan dari
program-program pemurtadan ini. Kami katakan bahwa kita tidak memiliki satu pun
alat ukur yang dapat mengukur dengan presisi berapa banyak umat Islam yang
sudah terpengaruh dari tayangan-tayangan pemurtadan semacam itu, atau berapa
banyak yang tidak terpengaruh. Ini sangat mustahil.
Tanpa ada tayangan khusus pemurtadan pun, banyak sekali tayangan sinetron
yang sama sekali tidak mendidik, bahkan merusak akidah dan nilai-nilai
kemanusiaan.
Kami teringat pada satu sore di saat berdiskusi dengan Allahuyarham (alm) KH.
Rahmat Abdullah soal tayangan teve kita di tahun 2002. Ustadz Rahmat memberi
pesan,
Dengan segala keterbatasannya, umat Islam Indonesia seharusnya bisa menjadi
penjaga moral dan ahklak bangsa ini. Jika ada satu atau lebih tayangan yang
tidak benar, bersifat merusak, bahkan menyerang akidah, maka setiap keluarga
Muslim seyogyanya menulis satu surat protes terhadap tayangan tersebut secara
spesifik dan mengirimkannya ke pihak yang bersangkutan atau ke surat pembaca di
media massa nasional.
Jika semua kita komitmen dengan gerakan tersebut, akan nada puluhan juta
surat protes. Ini dahsyat sekali dampaknya. Insya Allah kita bisa mengontrol
tayangan-tyaangan yang merusak itu. Nah, sudah siapkah kita menulis surat?
(Rizki)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]