Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani? Rabu, 19 Des 07 06:37 WIB
Kirim teman
Assalamualaikum Wr Wb..
Saudara saya Katolik bilang bahwa mereka juga mengakui 1 tuhan Allah dan
menganggap kalau Yesus itu hanya perantara doa saja seperti halnya nabi
Muhammad dalam Islam. Sehingga mereka menganggap agama Islam dan Katolik itu
sama-sama menyembah Allah. Bagaimana pendapat ustadz?
Terima kasih, wasalamualaikum wr wb
Al. Harsa Widyaprabawa
[EMAIL PROTECTED]
Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
SaudaraAnda yang Katholik itu termasuk bagian dari berjuta umat Kristiani yang
bingung dan tidak bisa memastikan tentang siapa tuhan mereka. Hal itu sudah
berlangsung lebih dari 2000 tahun.
Mereka didera perbedaan pendapat yang amat tajam tentang apa, siapa dan
bagaimana konsep tentang ketuhanan. Sejak agama ini diboyong ke Eropa, begitu
banyak paham theologi Barat yang paganis dimasukkan ke dalamnya. Maka tiap
gereja punya konsep theologi sendiri-sendiri, satu dengan yang lain tidak
pernah sama.
Jadi apa yang saudara anda katakan itu tidak bisa dijadikan standar bahwa
seluruh umat Kristiani beraqidah seperti itu. Tergantung dari sekte dan
alirannya. Dan jumlahnya bisa mencapai ribuan bahkan ratusan ribu kalau
dihitung sejak awal sejarah Masehi.
Nanti Anda akan bertemu dengan kalangan Kristiani yang dengan tegas menyembah
nabi Isa 'alaihissalam. Bahkan mengatakannya sebagai anak Allah SWT. Selain itu
yang sudah jadi tred-mark adalah ungkapa mereka bahwa tuhan itu ada tiga buah.
Kita sering menyebutnya sebagai Trinitas.
Meski banyak sekte dan aliran aqidah, namun ada main stream yang mewakili
pandangan mayoritas agama itu, sebagaimana dicatat dalam Al-Quran:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah
ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil,
sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah
neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS.
Al-Maidah: 72)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah
seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan
Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS.
Al-Maidah: 3)
Ayat ini tidak secara spesifik menyebutkan bahwa agama nasrani secara resmi
menyembah nabi Isa dan beraqidah trinitas. Tetapi ayat ini secara tegas
menyebutkan bahwa siapa pun yang menuhankan Nabi Isa, berarti mereka kafir.
Demikian juga mereka yang berpaham trinitas, maka mereka kafir.
Dan sepanjang sejarah, yang paling sering menyembah Nabi Isa dan
bertrinitas-ria adalah para penganut agama Nasrani. Walau pun ada sekte-sekte
tertentu yang barangkali tidak demikian, seperti paham teman anda itu.
Mereka Tetap Sesat
Tapi jangan bangga dulu, sebab kalangan Kristiani yang tidak menyembah Nabi
Isa dan tidak berpaham trinitas tetap masih sesat dan masih kafir, selama
mereka belum mengakui kenabian sahabat nabi Isa, yaitu Muhammad SAW.
Dahulu Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah dan para gembong kafir Quraisy dikatakan
kafir, padahal mereka juga menyembah Allah. Orang Arab jahiliyah sejak dahulu
sudah menyembah Allah. Apakah agama mereka sama dengan agama Islam? Tentu tidak.
Mengapa tidak?
Karena selain masih menyembah tuhan yang lain, mereka juga kufur terhadap
kenabian Muhammad SAW. Padahal itu harga mati buat keimanan. Tanpa iman atas
kenabian Muhammad, tidak ada iman yang sesungguhnya.
Perlu diketahui bahwa kenabian Muhammad SAW menghapus berlakunya semua agama
langit yang turun dari Allah SWT. Jadi selama umat Kristiani tidak mengakui
kenabian Muhammad, mereka tetap kafir dan masuk neraka.
Sedangkan umat Islam, bukan hanya beriman kepada nabi Muhammad SAW saja,
tetapi juga beriman kepada Nabi Isa bahkan beriman kepada semua nabi.
Dalam pandangan Islam, semua nabi berada dalam satu barisan yang sambung
menyambung menjadi silsilah risalah dari langit. Mengingkari kenabian salah
satu dari silsilah itu, adalah perbuatan sesat dan kufur.
Nabi Muhammad Tidak Menjadi Perantara Doa
Juga perlu diketahui bahwa fungsi nabi Muhammad SAW bukan untuk menjadi
perantara doa. Buat seluruh umat Islam, doa itu dipanjatkan langsung dari hamba
kepada Allah SWT. Sebab Allah itu sangat dekat, bila seorang hamba meminta, Dia
pasti akan menerimanya.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka, bahwasanya
Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia
memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS. Al-Baqarah:
186)
Allah SWT sendiri yang menyebutkan agar kita meminta langsung kepada-Nya,
tidak lewat siapa pun termasuk lewat NAbi Muhammad SAW. Adapun ayat yang
mengandung kata washilah (perantaraan), bukan lewat nabi Muhammad melainkan
lewat amal shalih.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang
mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu
mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 35)
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
sumber : eramuslim.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]