Sejalan dengan Rencana Strategis TNI (Renstra TNI), pembangunan sistem 
persenjataan akan membuat pembangunan ekonomi semakin mantap dan percaya diri.
==================================================

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8162

DEPHAN SETUJUI PENGGANTIAN DUA PESAWAT TEMPUR TNI AU


Jakarta - Departemen Pertahanan (Dephan) menyetujui penggantian dua pesawat 
tempur TNI AU yakni OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 yang telah dihanggarkan atau 
"digrounded" per akhir 2007. 

"Pembahasannya sudah selesai dan kami setujui untuk segera dilakukan 
penggantian terhadap dua jenis pesawat tersebut. Persetujuan itu, kini telah 
diajukan ke Bappenas agar dapat diproses mulai awal 2008," kata Dirjen 
Perencanaan Pertahanan (Renhan) Departemen Pertahanan (Dephan) Laksamana Muda 
TNI Tedjo Edhy Purdijatno ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat. 

Ditemui usai menghadiri pelantikan Panglima TNI, Kasau dan Kasad ia mengatakan, 
pihaknya telah berkoordinasi kembali dengan Mabes TNI AU sebagai pengguna untuk 
memastikan `urgensi` dan spesifikasi teknik yang dibutuhkan untuk menggantikan 
dua pesawat tempur tersebut. 

Tentang jenis pesawat yang akan menggantikan dua pesawat tersebut, Tedjo 
mengatakan, itu akan ditentukan dalam proses pengadaan nya. "Jadi, yang penting 
saat ini persetujuannya terlebih dulu dari Bappenas untuk segera diadakan guna 
meningkatkan kesiapan TNI AU. Selama proses berjalan, maka akan ditentukan 
salah satu jenis pesawat untuk mengganti dua pesawat tersebut," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya 
Subandrio mengatakan, untuk OV-10 TNI AU akan tetap menggunakan pesawat 
baling-baling seperti KO-1 dari Korea, sedangkan untuk mengganti Hawk MK-53 TNI 
AU mengajukan beberapa alternatif antara lain L-159 dari Ceko dan Yakolev dari 
Rusia. 

"Mengenai jenis pesawat yang akan mengganti dua pesawat itu, hingga kini belum 
dipastikan jenisnya tergantung Dephan sambil proses persetujuan dilaksanakan," 
katanya. 

Dalam kurun waktu 2005-2024 TNI AU berencana mengganti sejumlah pesawat tempur 
dan angkutnya yang telah memasuki usia pakai 20-30 tahun, seperti OV-10 Bronco 
yang kini telah "digrounded", Hawk MK-53, F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon. 

Selain itu TNI AU juga membangun Komando Sektor (Kosek) IV Biak dengan 
perencanaan pembentukan tiga satuan radar Ground Control Interception (GCI) dan 
Radar Early Warning (EW), yang akan digelar di Saumlaki, Timika dan Merauke. 

Tidak itu saja, TNI AU pada kurun tersebut akan menambah penangkis serangan 
udara (PSU) sebanyak empat batterey, pesawat intai dan mission tiga pesawat dan 
pengadaan persenjataan seperti peluru kendali, armament, dan amunisi pesawat 
tempur masing-masing satu paket. 

Penjajakan ke beberapa negara telah dilakukan dalam rangka pengadaan pesawat, 
radar dan berbagai persenjataan seperti Korea Selatan, Brasil, Rusia dan 
Republik Ceko (untuk penggantian pesawat tempur), Perancis, Amerika Serikat dan 
Italia (untuk radar), Spanyol, Switzerland, Polandia, Afrika Selatan, Inggris 
dan Belanda (untuk PSU) serta Rusia, Yugoslavia, Afrika Selatan dan Cina untuk 
persenjataan. 


Sumber : Antara


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke