Syarah Hadits
  15/11/2007 | 05 Dzulqaidah 1428 H | Hits: 1,314
  Para Penyeru ke Neraka Jahanam Oleh: Tim dakwatuna.com   
---------------------------------
      
    Dari Huzhaifah bin Al-Yaman berkata, “Manusia biasa bertanya pada 
Rasulullah saw. tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepada beliau tentang 
kejahatan, karena khawatir akan mengenaiku.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, 
kami dahulu di masa Jahiliyah dan penuh kejahatan, kemudian Allah mendatangkan 
kebaikan ini (Islam). Apakah setelah kebaikan ini ada lagi keburukan?” 
   
  Rasul saw. menjawab, ”Ya.” “Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?” Rasul 
saw. menjawab, ”Ya, tetapi ada polusinya.” “Apa polusinya?”
  Rasul saw. menjawab, ”Kaum yang mengambil hidayah dengan hidayah yang bukan 
dariku, engkau kenali dan engkau ingkari.” 
  Saya berkata, ”Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?” 
  Rasul saw. menjawab, ”Ya, tetapi ada para penyeru ke neraka jahanam; 
barangsiapa yang menyambut mereka ke neraka, maka mereka melamparkannya ke 
dalam neraka.” 
  Saya berkata, ”Ya Rasulullah, terangkan ciri mereka pada kami?” 
  Rasul saw. menjawab, ”(Kulit) mereka sama dengan kulit kita, berbicara sesuai 
bahasa kita.” S
  Saya berkata, ”Apa yang engkau perintahkan padaku jika aku menjumpai hal 
itu?” 
  Rasul saw. bersabda, ”Komitmen dengan jamaah muslimin dan imamnya.” 
  Saya berkata, ”Jika tidak ada pada mereka jamaah dan imam?” 
  Rasul saw. menjawab, ”Tinggalkan semua firqah itu, walaupun engkau harus 
menggigit akar pohon sampai menjumpai kematian dan engkau tetap dalam kondisi 
tersebut.” (Bukhari dan Muslim)
   
  Hadits ini menceritakan satu informasi kenabian yang mutlak kebenarannya. 
Apalagi hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dua imam 
hadits yang disepakati keshahihan haditsnya oleh para ulama. Dan hadits ini 
dikeluarkan oleh Huzhaifah bin Yaman ra. seorang sahabat Rasul shalallahu 
‘alaihi wa sallam yang sangat pakar di bidang fitnah dan masa depan. Pertanyaan 
yang dikemukakan Huzhaifah terasa aneh, kalau sahabat lain bertanya tentang 
kebaikan, justru ia bertanya tentang keburukan, agar dapat diantisipasi oleh 
dirinya dan umat Islam. Huzhaifah paling tahu masalah-masalah rahasia, tidak 
salah kalau ia disebut inteljen Rasulullah saw. 
   
  Umar bin Khattab ra. ketika ingin mengetahui orang-orang munafik bertanya 
pada Huzhaifah bin Yaman. Bahkan Umar sendiri –karena begitu besar rasa 
takutnya– bertanya apakah ada sifat kemunafikan pada dirinya, yang kemudian di 
jawab Huzhaifah, tidak ada.
   
  Hadits ini menceritakan betapa nanti akan terjadi distorsi pengamalan umat 
Islam terhadap ajaran Islam. Sehingga Islam diliputi polusi atau syubhat yang 
mengkaburkan kebenaran ajaran Islam. Pada saat itulah muncul fitnah dan banyak 
orang-orang yang menyeru ke pintu neraka Jahanam (Du’at ilaa abwaabi Jahannam).
   
  Dakwah yang paling gencar yang dilakukan para penyeru ke jahanam adalah 
mengajak manusia agar tidak melibatkan Islam dalam kehidupan mereka. Pada sisi 
yang lain mereka juga menyeru untuk menghalalkan segala cara dalam aktivitas 
kehidupannya. Dari sisi pemikiran yang banyak diseru oleh para penyeru ke 
neraka jahanam adalah kesesatan, penyimpangan, dan syubhat yang dimasukkan atas 
nama ajaran Islam. Sehingga muncullah aliran sesat dan gerakan kemurtadan yang 
mengatasnamakan Islam, dan umat Islam banyak yang tertipu dengan ajakan mereka.
   
  KARAKTERISTIK PARA PENYERU KE NERAKA JAHANNAM
   
  1. Memiliki Warna Kulit dan Bahasa yang Sama dengan Mayoritas Rakyat.
   
  Para penyeru tersebut ternyata para pemimpin atau tokoh masyarakat atau tokoh 
politik atau tokoh agama yang diikuti oleh banyak masa sebagaimana disebutkan 
dalam riwayat lain oleh imam Muslim, yaitu: “Pemimpin yang tidak mengambil 
hidayah Rasul dan juga tidak mengikuti sunnahnya.” Ungkapan yang sama juga 
disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash: 41-42, “
   
  Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka 
dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkanlah laknat 
kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang 
yang dijauhkan (dari rahmat Allah).”
   
  Mereka muncul dari kelompok Islam dan memimpin umat Islam. Kulit dan 
bahasanya sama dengan mayoritas umat Islam. Merekalah kelompok yang paling 
bahaya bagi umat Islam karena mereka menggunakan istilah-istilah Islam yang 
dapat menyesatkan umat Islam, mereka juga sangat membahayakan karena lahir dari 
kelompok Islam dan memiliki pengikut yang banyak dari umat Islam.
   
  2. Mengajak Manusia ke Neraka Jahannam
   
  Ungkapan-ungkapan mereka mengandung kekufuran dan kefasikan, dan mereka 
menyangka itu benar. Ungkapan kufur itu dibungkus ayat-ayat Al-Qur’an dan 
Hadits. Sementara masyarakat awam banyak yang mengikuti pemimpin tersebut 
karena kebodohannya. Ungkapannya ibarat sabda, perbuatannya selalu dianggap 
benar. Pemimpin tersebut mengajak rakyatnya untuk masuk ke neraka Jahanam 
(sadar atau tidak sadar) dengan berbagai macam cara. Maka mereka adalah 
pemimpin yang sesat dan menyesatkan.
  Adapun cara-cara yang digunakan manusia untuk menyesatkan mereka dan mengajak 
ke neraka antara lain:
   
  a. Memimpin rakyatnya ke jalan setan yang mengantarkan ke neraka. “Ia 
berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. 
Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.” (QS. Hud: 98)
   
  b. Mengunakan sarana media massa. “(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul 
dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa 
orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka 
disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.” (QS An-Nahl: 
25) 
   
  “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi 
Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” 
(QS. As-Shaaf: 8 ).
   
  c. Menggunakan sarana musik dan nyanyian. “Dan di antara manusia (ada) orang 
yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) 
dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. 
mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqmaan: 6)
   
  d. Mengubah nikmat Allah dengan kekufuran. “Tidakkah kamu perhatikan 
orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan 
kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu, neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; 
dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”
   
  Dalam upayanya untuk menyesatkan manusia para pemimpin itu menggunakan 
berbagai macam cara yang dikuasainya. Seperti menggunakan harta untuk menipu 
kaum lemah dan miskin, menggunakan media. Bahkan, kalau tidak mau tunduk, 
mereka menyiksanya dan membunuhnya. Begitulah di antara ciri penyeru ke neraka 
Jahanam.
   
  3. Mereka Memiliki Hati Setan
   
  Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim: ”Hati mereka 
adalah hati setan dalam jasad manusia.” Para penyeru ke neraka Jahanam hati 
mereka sangat keras melebihi kerasnya batu sehingga tidak merasakan apa yang 
dirasakan umatnya. Bahkan untuk mengokohkan kekuasaanya mereka tidak 
segan-segan menyakiti, menyiksa, dan membunuh rakyatnya (pengikutnya) sendiri.
   
  Sesungguhnya hati jika sudah mengeras, maka kehilangan daya sensitivitasnya. 
Mereka menganggap sama antara yang baik dengan yang buruk, tidak merasakan 
penderitaan rakyatnya. Semuanya serba diremehkan. Kesakitan masyarakat dianggap 
biasa, lumrah, dan tidak dianggap repot. Dan hati setan tentu saja lebih keras 
dan lebih jahat dari semua hati. Penderitaan masyarakat dianggap hiburan yang 
menyenangkan. Kesesatan masyarakat adalah tujuan mereka sehingga pada saat 
masyarakat sesat memudahkan untuk ditundukkan dan patuh kepadanya.
   
  PERBUATAN PARA PENYERU KE NERAKA JAHANAM
   
  1. Mengekor pada Orang lain
   
  Walaupun di mata masyarakat mereka adalah pemimpin tetapi pada dasarnya 
mereka mengekor pihak lain. Para penyeru ke neraka jahanam biasanya adalah 
antek-antek orang kafir. Allah swt berfirman: 
  Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: 
“Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka 
mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah 
berolok-olok.” (QS. Al Baqarah: 14).
   
  2. Menganggap Rendah Kaumnya
   
  Karena mengekor pada yang lain sehingga mereka merasakan dan menganggap 
rendah pada diri dan kaumnya. Mereka memaksa kaumnya untuk mengikuti pola hidup 
kaum kafir yang menjadi acuan. Karena itu, pemimpin -pemimpin seperti ini pada 
hakekatnya pengekor.
   
  3. Menghancurkan Nilai-Nilai Moral
   
  Para penyeru ke neraka Jahanam menginginkan agar masyarakat tidak komitmen 
pada ajaran Islam, karena hal itu akan menyulitkan mereka. Lebih dari itu 
ketika masyarakat komitmen pada ajaran Islam maka mereka susah menguasainya 
sehingga mereka berusaha menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai Islam. Allah 
swt. berfirman: “
   
  Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus 
amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci 
kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan 
(pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 8-9).
   
  4. Memerangi Dakwah Islam
   
  Ini terjadi jika kekuasaan ada di tangan mereka. Mungkin pada awalnya mereka 
tidak secara langsung memerangi dakwah tetapi mempersempit ruang lingkupnya. 
Mereka kemudian menuduh orang-orang yang berdakwah dengan tuduhan yang keji 
seperti ekstrimis, fundamentalis, provokator, dan teroris. Hal ini menyebabkan 
masa menjauhi dakwah dan aktivisnya. 
   
  Di sisi lain menumbuhsuburkan dakwah yang tidak membahayakan kekuasaannya 
seperti menumbuhsuburkan tasawuf, filsafat, pemikiran sosialis, dan lain-lain. 
Lebih jauh lagi mereka berani menyiksa dan membunuh aktivis dakwah karena 
mereka sudah memvonisnya sebagai teroris yang membahayakan negara.
   
  Demikian aktivitas para penyeru ke neraka Jahanam menggiring manusia untuk 
disesatkan dengan berbagai macam cara dan sarana sampai pada akhirnya mereka 
mengikuti penyeru tersebut untuk masuk bersama-sama ke neraka Jahanam. Oleh 
karena itu para dai kebenaran tidak boleh gentar menghadapi mereka dan 
terus-menerus mendakwahkan Islam, mengikhlaskan niat, merapatkan barisan 
menggalang kekuatan, dan menjelaskan kesalahan dan kesesatan mereka sehingga 
masyarakat tahu dan sadar akan kebenaran ajaran Islam dan sampai ajaran Islam 
tegak di bumi ini.
   
  Sikap Muslim terhadap mereka
   
  Sikap yang harus dilakukan oleh setiap muslim dalam menghadapi kelompok ini 
dapat dipetakan dalam beberapa tahap:
   
  1. Bersabar
   
  Yang dimaksud bersabar di sini bukan sabar menerima kebatilan mereka, tetapi 
bersabar dalam menolak kebatilan mereka, karena diam dalam kemaksiatan adalah 
sebuah kemaksiatan. Bersabar ketika sebagian umat Islam terkena fitnah dan 
keburukan mereka. Bersabar untuk terus melakukan persiapan diri untuk 
menghadapi keburukan mereka
   
  2. Melakukan Reformasi
   
  Umat Islam semuanya harus turut melakukan reformasi. Reformasi dari sistem 
yang ada menuju sistem Islam. Reformasi dari akhlak yang penuh dengan bentuk 
kemaksiatan seperti kemusyrikan, perzinaan, seks bebas dan pornografi, korupsi, 
kezaliman lainnya, menuju akhlak Islam.
   
  3. Komitmen dengan Persatuan Umat Islam
   
  Dalam kondisi yang serba rusak ini, maka umat Islam harus terjaga 
keislamannya dan terhindar dari berbagai macam polusi jahiliyah. Umat Islam 
harus komitmen kepada persatuan umat Islam, menjauh dari penyimpangan, dan 
berjuang untuk menegakkan Islam. Dan itulah kunci selamat dari fitnah.
   
  4. Berjihad
   
  Dan cara yang terakhir yang harus dilakukan oleh orang-orang beriman, sesuai 
dengan arahan Al-Qur’an dan Sunnah, yaitu berjihad terus menerus dengan 
berbagai macam tingkatan jihad untuk menghancurkan kebatilan dan kemungkaran 
sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini, dan ketundukkan dan ketaatan 
hanya untuk Allah semata. Wallahu a’lam bishawwab.
  
   |  | Trackback | del.icio.us | Ke atas 
   
   

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke