Aku orang yang sangat berdosa. Aku sudah tidak bisa lagi mennyebutkan dosaku satu persatu dari aku kecil hingga dewasa seperti ini.
Aku ingin sekali bertobat. Namun, apakah Tuhan akan mengampuniku begitu saja ? dimanakah letak Tuhan Maha Adil jika dosaku yang sangat besar ini dengan begitu gampang diampuni oleh Tuhan atau kalau Tuhan tidak mau mengampuniku dimanakah letak Tuhan Maha Pengampun. Aku masih sangat ragu mengenai konsep "Timbangan Al-Hayat" yaitu jika ibadah – amal – pahala lebih kecil dari dosaku, aku pasti akan masuk neraka. Namun jika pahalaku lebih besar, aku pasti masuk sorga. AKu percaya bahwa Tuhan tidak akan melakukan kompromi mengenai dosa. Sekali orang berdosa tetap selamanya BERDOSA. Ibarat satu porsi makanan 99 % halal dan hanya 1 % yang haram, apakah bisa makanan tersebut disebut HALAL. Ah, aku teringat akan cerita yang begitu berkesan dihatiku : Seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh : "Anda bersalah atau tidak bersalah?" Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.-- atau penjara 3 bulan. Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta yang bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata : "Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat". Atau mengatakan : "Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu". Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya "tanpa prosedur harga". Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya Ya, aku butuh Hakim tersebut yang adil dan pengampun sehingga dosaku yang sangat besar ini bisa ditebus. Aku benar benar menyesal akan dosaku, aku benar benar bertobat dan aku berjanji untuk tidak mengulangi lagi dosa dosaku. Lalu siapakah yang mau menjadi Penebusku ? Jakarta, 31 December 2007 WDK *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

