************ ********* ********* ********* ********* ********* *** Metode Pemutarbalikan Logika dalam Diskusi oleh : Daniel
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya dalam berdiskusi dengan berbagai macam orang, maka saya dapat mengetahui adanya taktik-taktik kotor dengan metode pemutarbalikan logika yang sangat mendasar. Sasaran mereka adalah jelas, yaitu orang-orang yang gullible ( mudah dipengaruhi ). Ciri khasnya adalah mempunyai daya kritis lemah dan/atau mudah ditakut-takuti. Metode Pembodohan Logika dalam Diskusi 1. Ad Hominem : Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence / fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya. 2. Appeal to Ignorance ( Argumentum ex silentio ) : Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu. Misalnya : Kita tidak memiliki bukti bahwa tidak ada kecurangan, maka dianggap ada kecurangan. Padahal, ketiada-tahuan akan sesuatu hal tidak menyatakan bahwa sesuatu itu ada ataupun tidak ada. 3. Appeal to Belief : Bila anda tidak memiliki kepercayaan, maka anda tidak akan mengerti. Bila seorang pendebat berdasarkan pada kepercayaan sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi. Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. 4. Argument from Authority ( Argumentum ad verecundiam ) : Menggunakan kata-kata "para ahli" atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk men-support argumen itu. Misalnya : Profesor Anu mengatakan bahwa creation-science adalah betul. Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence di belakangnya. 5. Argument from Adverse Consequences : Hanya karena suatu peristiwa terjadi, tidak menyatakan sesuatu mengenai eksitensi maupun non-eksistensi dari sesuatu. Atau pun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu. 6. Menakut-nakuti ( Argumentum ad Baculum ) : Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut Misalnya : Saya telah diberi kuasa oleh Negara, bila Anda tidak percaya kepada saya, maka Anda akan masuk Daftar Orang Tercela. 7. Argumentum ad Ignorantiam : Argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang. Misalnya : Pernyataan bahwa saya pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan salah. 8. Argumentum ad populum : Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan. 9. Bandwagon Fallacy : Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang mempercayainya demikian. Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu. 10. Circular Reasoning : Benda X itu ada karena Buku Y mengatakan demikian. Buku Y itu katanya diinspirasikan oleh Benda X. 11. Confusion of Correlation and Causation : Misalnya : Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas ketika ia dewasa. Tetapi pertanyaannya, apakah program di TV itu yang menyebabkan kekerasan, ataukah anak-anak yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV ??? 12. Half Truths : Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan menyembunyikan sebagian fakta / kebenaran. 13. Communal Reinforcement : Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang reasonable. 14. Non-Sequitur : Nggak nyambung. Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun evidence / fakta. 15. Post Hoc, Ergo Propter Hoc : Itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya. Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu. Misalnya : Seseorang menjadi sakit setelah pergi ke Mall, maka Mall adalah sumber penyakit. Padahal sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Mall. 16. Red Herring : Sering terjadi sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan. 17. Statistic of Small Number : Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya. 18. Straw Man : Manusia jerami Membuat suatu skenario yang salah image yang menyesatkan, kemudian menyerangnya. 19. Dua Salah Menjadi Benar Misalnya : Siapakah kamu yang mengatakan saya demikian apabila kamu juga begitu. Saya mencoba men-justify apa yang saya lakukan dengan melemparkan kesalahan yang sama pada Anda sebagai teman diskusi saya. 20. Observational Selection Menggembar-gemborkan kejadian yang menguntungkan dan menutupi kejadian yang merugikan.

