Saya dapat dari milis tetangga. jadi kurang tahu ttg penulisnya.
--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Artikel yang menarik Mas/Mbak Redd. > > Boleh tahu nama lengkap penulisnya, yaitu Daniel? Atau mungkin sumber dari > artikel tersebut. > > > Terima kasih.. > > > > ----- Original Message ----- > From: redd13550 > To: [email protected] > Sent: Monday, December 31, 2007 6:29 PM > Subject: [ppiindia] OOT : Metode Pemutarbalikan Logika dalam Diskusi > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* *** > Metode Pemutarbalikan Logika dalam Diskusi > oleh : Daniel > > Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya dalam berdiskusi dengan berbagai > macam orang, maka saya > dapat mengetahui adanya taktik-taktik kotor dengan metode pemutarbalikan > logika > yang sangat > mendasar. > Sasaran mereka adalah jelas, yaitu orang-orang yang gullible ( mudah > dipengaruhi > ). > Ciri khasnya adalah mempunyai daya kritis lemah dan/atau mudah > ditakut-takuti. > > Metode Pembodohan Logika dalam Diskusi > > 1. Ad Hominem : > Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. > Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence / > fakta / reason, maka > mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya. > > 2. Appeal to Ignorance ( Argumentum ex silentio ) : > Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu. > Misalnya : Kita tidak memiliki bukti bahwa tidak ada kecurangan, maka > dianggap > ada kecurangan. > Padahal, ketiada-tahuan akan sesuatu hal tidak menyatakan bahwa sesuatu itu > ada > ataupun tidak ada. > > 3. Appeal to Belief : > Bila anda tidak memiliki kepercayaan, maka anda tidak akan mengerti. > Bila seorang pendebat berdasarkan pada kepercayaan sebagai dasar dari > argumennya, maka tiada lagi > yang dapat dibicarakan dalam diskusi. > Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. > > 4. Argument from Authority ( Argumentum ad verecundiam ) : > Menggunakan kata-kata "para ahli" atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar > dari > argumen instead of > menggunakan logic dan fakta untuk men-support argumen itu. > Misalnya : > Profesor Anu mengatakan bahwa creation-science adalah betul. > Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan > sesuatu hal. > Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah > dilengkapi > dengan alasan yang > logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan > evidence > di belakangnya. > > 5. Argument from Adverse Consequences : > Hanya karena suatu peristiwa terjadi, tidak menyatakan sesuatu mengenai > eksitensi maupun > non-eksistensi dari sesuatu. > Atau pun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu. > > 6. Menakut-nakuti ( Argumentum ad Baculum ) : > Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut > Misalnya : > Saya telah diberi kuasa oleh Negara, bila Anda tidak percaya kepada saya, > maka > Anda akan masuk > Daftar Orang Tercela. > > 7. Argumentum ad Ignorantiam : > Argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang. > Misalnya : > Pernyataan bahwa saya pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan > salah. > > 8. Argumentum ad populum : > Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan > issue-issue yang > sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan. > > 9. Bandwagon Fallacy : > Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang > mempercayainya > demikian. > Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan > atau > menyatakan fakta > mengenai sesuatu. > > 10. Circular Reasoning : > Benda X itu ada karena Buku Y mengatakan demikian. > Buku Y itu katanya diinspirasikan oleh Benda X. > > 11. Confusion of Correlation and Causation : > Misalnya : > Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas > ketika ia > dewasa. > Tetapi pertanyaannya, apakah program di TV itu yang menyebabkan kekerasan, > ataukah anak-anak yang > berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV ??? > > 12. Half Truths : > Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan > menyembunyikan sebagian > fakta / kebenaran. > > 13. Communal Reinforcement : > Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu > pernyataan yang > diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. > Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung > oleh > data empiris yang > signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang > reasonable. > > 14. Non-Sequitur : > Nggak nyambung. > Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun > evidence / fakta. > > 15. Post Hoc, Ergo Propter Hoc : > Itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya. > Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu. > Misalnya : > Seseorang menjadi sakit setelah pergi ke Mall, maka Mall adalah sumber > penyakit. > Padahal sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan > kepergiannya ke Mall. > > 16. Red Herring : > Sering terjadi . sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek > pembicaraan. > > 17. Statistic of Small Number : > Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. > Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan > keseluruhannya. > > 18. Straw Man : > Manusia jerami > Membuat suatu skenario yang salah image yang menyesatkan, kemudian menyerangnya. > > 19. Dua Salah Menjadi Benar > Misalnya : > Siapakah kamu yang mengatakan saya demikian apabila kamu juga begitu. > Saya mencoba men-justify apa yang saya lakukan dengan melemparkan kesalahan yang > sama pada Anda > sebagai teman diskusi saya. > > 20. Observational Selection > Menggembar-gemborkan kejadian yang menguntungkan dan menutupi kejadian yang > merugikan. > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- -- > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.12/1203 - Release Date: > 30/12/2007 11: 27 > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

