Catatan Haji Eramuslim 1428H: Keajaiban Medan Magnet di Madinah  Selasa, 18 Des 
07 06:44 WIB
    Kirim teman
   
  Ada sebuah wilayah di utara Madinah yang merupakan tempat wisata warga 
sekitar, letaknya di balik Gunung Uhud, sekitar 25 kilometer utara pusat kota 
Madinah. Jalan raya di sana menuju kuldesak, jalan buntu. Banyak warga camping 
di sini. Jangan dibayangkan sama seperti di Indonesia, di mana tempat 
perkemahan biasanya merupakan lahan hijau nan penuh rumput dan pepohonan. Di 
utara Madinah ini, lahan tempat campingnya adalah sebuah tanah lapang tandus, 
padang pasir, dengan pohon dan semak sesekali dikelilingi oleh bukit batu. 
Daerah ini berada di luar batas tanah haram.
  Warga Madinah yang ingin melakukan perkemahan atau sekadar jalan-jalan 
biasanya membawa tenda sendiri dan berkendaraan pribadi. Mereka juga membawa 
makanan sendiri. Persis tradisi rakyat Indonesia di era tahun 1970-an yang 
sering melakukan piknic di pinggir jalan dengan beralaskan tikar dan 
makan-makan seadanya, duduk bersama di bawah pohon.
   
  Wilayah ini termasuk wilayah tersubur di Madinah, selain di Quba. Jalannya 
berkelak-kelok, berbeda dengan jalan-jalan raya kebanyakan di sini yang 
lurus-lurus. Yang tumbuh ditanahnya juga kurma terbaik di Jazirah Arab, kurma 
Nabi atau Kurma Ajwa. Dinamakan demikian karena diyakini pohon kurma tersebut 
dahulu langsung ditanam Rasulullah SAW. DI masa dahulu, wilayah ini merupakan 
tempat uzlah atau menyepi bagi mereka yang tengah berselisih pendapat agar bisa 
mendapat ketenangan.
   
  Namun, yang membuat wilayah ini terkenal ke seantero jagad bukanlah karena 
wilayah yang disebut sebagai perkampungan putih (Mantheqa Baidha) ini dijadikan 
tempat wisata, melainkan keajaiban alamnya yang hanya ada di segelintir tempat 
di dunia. Banyak orang percaya bahwa di daerah ini terdapat sebuah medan 
magnetik yang sangat kuat dan besar. 
  
 
  Fenomena alam yang luar biasa ini bisa dirasakan sepanjang lima kilometer 
ruas jalan dari ujung aspal sampai pintu masuk ke daerah ini. Jalan ini sendiri 
berakhir di lima deret bukit yang mengelilingi wilayah tersebut. Jalannya turun 
naik. Namun kendaraan yang menuju perbukitan jalannya hanya bisa pelan, seolah 
ada yang menahan. Sebaliknya, dari arah perbukitan, walau jalannya tidak 
menurun tetapi turun naik, semua kendaraan akan berjalan dengan cepat bahkan 
bisa sampai 120km/jam walau persneling dibebaskan. Bahkan kendaraan dimatikan 
pun akan tetap melaju sekencang itu.
   
  Ini tentu bukan isapan jempol. Beberapa jamaah Indonesia sempat membuktikan 
cerita itu. Eramuslim sendiri mencoba untuk mengetes apakah memang ada medan 
magnet atau sekadar tipuan mata. Dengan sebuah bus besar, rombongan kami 
melalui daerah ini. Sesaat menjelang masuk ke wilayah yang dikatakan ada medan 
magnetiknya, guide Kami menyerukan agar handphone yang ada segera dimatikan 
untuk menghindari hilangnya data. Semua penumpang mengeluarkan ponselnya dan 
mematikan. Kecuali ponsel milik Eramuslim. Kami ingin mengecek benar tidaknya 
himbauan guide kami tersebut.
  Sesaat kemudian, guide kami berseru, “Inilah saatnya…”. TIba-tiba bus besar 
yang kami tumpangi memposisikan free pada roda gigi busnya…dan bus pun 
berhenti. Tak sampai beberapa detik, bus yang tadinya berhenti dan masih di 
free roda giginya tiba-tiba bergerak perlahan. Kian lama kian kencang. Hingga 
ajaib, kendaraan yang Kami tumpangi melaju dengan kecepatan 90 kilometer per 
jam sejauh tiga kilometer!
   
  Sang pemandu perjalanan Kami mencoba menerangkan fenomena unik. Dia 
mengatakan bahwa kemungkinan besar bukit-bukit yang ada di sekitar mengandung 
magnet yang kuat, sehingga bisa menarik tiap logam ke arahnya.
  Kami pun mengecek ponsel yang tidak Kami matikan. Ternyata benar. Ponsel Kami 
tidak bekerja dan bahkan banyak data hilang di dalamnya. Kami jelas sedih, tapi 
rasa takjubnya jauh lebih besar. Subhanallah… Allahu Akbar! Kami telah 
membuktikannya. Dan bagi siapa saja yang pergi haji atau umroh dan melalui 
wilayah ini, segera matikan ponsel Anda dan bersiap menikmati pengalaman yang 
tidak terlupakan. Jangan lupa, matikan ponsel Anda, atau data-data di dalam 
ponsel akan banyak yang hilang….
   
  Kian Besar Kian Cepat
   
  Menurut warga sekitar, kecepatan kendaraan yang bisa ditarik oleh medan 
magnet di wilayah ini bisa berbeda-beda. Semakin besar dan berat kendaraan yang 
melintas, maka akan semakin cepat magnet menariknya hingga bisa sampai 120 
kilometer perjam sejauh lima kilometer! Sudah banyak yang membuktikan hal 
tersebut. Ada sejumlah orang yang datang dengan kendaraan berbeda dan 
membuktikannya.
   
  Bukit Gravitasi
   
  Tidak banyak tempat di seluruh dunia yang memiliki medan magnetic seperti di 
Madinah ini. Tempat serupa ada di Korea Selatan, Yunani, Australia, timur 
Amerika, dan juga di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Hanya saja, kekuatan 
magnet di daerah-daerah tersebut tidaklah sekuat yang ada di Madinah.
  Siapa pun bisa mengalami hal ini dengan mengunjungi langsung wilayah 
tersebut. Namun bagi yang belum bisa merasakan sendiri, silakan menonton 
fenomena unik ini dengan mengklik situs youtube dengan menulis ‘Gravity Hills’ 
atau ‘Magnetic Hills’ di kolom pencariannya. Yang jelas, keajaiban ini 
seharusnya mampu menambah kecintaan kita kepada Allah SWT, yang telah 
menciptakan alam semesta seisinya dengan kesempurnaan yang tiada cela sedikit 
pun.(m)


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke