Ikan yg hidup didalam aquarium berbeda pikirannya dgn ikan yg hidup didalam 
lautan.
  Dunia dan alam semesta besarnya tidak dapat dibayangkan oleh average person. 
Keindahan alam atau keajaiban alam adalah berdasarkan selera perseorangan dan 
sulit dipakai sebagai dasar untuk pembicaraan. Lebih sulit lagi jikalau sudah 
mendapat imprint melalui pendidikan yg guided.
  Ada yg senang makan cabe - dan ada yg senang makan asinan - setiap machluk 
seleranya berlainan. Memang mereka yg berpendidikan berbeda cara berpikirnya 
jikalau dibandingkan dgn yg kurang berpendidikan atau yg mendapat guided 
education, tetapi didalam mencicipi atau menikmati sesuatu saya kira tidak ada 
perbedaan banyak dan semua berdasarkan pengalaman mereka. Memang yg 
berpendidikan dgn memakai logicnya dan pengalaman pendidikannya lebih mudah 
menganalisa kebenaran jikalau dibandingkan dgn tidak mempunyai kemungkinan ini. 
Tetapi kedua group akan menerima kegembiraan level yg sama jikalau mereka 
merasakan yg mereka idam2kan.
  Sebagai pemimpin atau sebagai wartawan saya kira kepandaian "berbicara" dgn 
pemakaian bahasa yg dapat dimengerti oleh semua group adalah suatu level 
inteligentia yg harus kita coba utk kita capai. 
  Andreas

mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Wilayah bermedan magnit di Indonesia juga ada. Pernah ditayangkan di 
TV. Jadi bukan hal yang luar biasa, dan tidak ajaib. 

----- Original Message ----- 
From: sFe 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Cc: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
Sent: Tuesday, January 01, 2008 8:33 PM
Subject: [ppiindia] Catatan Haji Eramuslim 1428H: Keajaiban Medan Magnet di 
Madinah

Catatan Haji Eramuslim 1428H: Keajaiban Medan Magnet di Madinah Selasa, 18 Des 
07 06:44 WIB
Kirim teman

Ada sebuah wilayah di utara Madinah yang merupakan tempat wisata warga sekitar, 
letaknya di balik Gunung Uhud, sekitar 25 kilometer utara pusat kota Madinah. 
Jalan raya di sana menuju kuldesak, jalan buntu. Banyak warga camping di sini. 
Jangan dibayangkan sama seperti di Indonesia, di mana tempat perkemahan 
biasanya merupakan lahan hijau nan penuh rumput dan pepohonan. Di utara Madinah 
ini, lahan tempat campingnya adalah sebuah tanah lapang tandus, padang pasir, 
dengan pohon dan semak sesekali dikelilingi oleh bukit batu. Daerah ini berada 
di luar batas tanah haram.
Warga Madinah yang ingin melakukan perkemahan atau sekadar jalan-jalan biasanya 
membawa tenda sendiri dan berkendaraan pribadi. Mereka juga membawa makanan 
sendiri. Persis tradisi rakyat Indonesia di era tahun 1970-an yang sering 
melakukan piknic di pinggir jalan dengan beralaskan tikar dan makan-makan 
seadanya, duduk bersama di bawah pohon.

Wilayah ini termasuk wilayah tersubur di Madinah, selain di Quba. Jalannya 
berkelak-kelok, berbeda dengan jalan-jalan raya kebanyakan di sini yang 
lurus-lurus. Yang tumbuh ditanahnya juga kurma terbaik di Jazirah Arab, kurma 
Nabi atau Kurma Ajwa. Dinamakan demikian karena diyakini pohon kurma tersebut 
dahulu langsung ditanam Rasulullah SAW. DI masa dahulu, wilayah ini merupakan 
tempat uzlah atau menyepi bagi mereka yang tengah berselisih pendapat agar bisa 
mendapat ketenangan.

Namun, yang membuat wilayah ini terkenal ke seantero jagad bukanlah karena 
wilayah yang disebut sebagai perkampungan putih (Mantheqa Baidha) ini dijadikan 
tempat wisata, melainkan keajaiban alamnya yang hanya ada di segelintir tempat 
di dunia. Banyak orang percaya bahwa di daerah ini terdapat sebuah medan 
magnetik yang sangat kuat dan besar. 

Fenomena alam yang luar biasa ini bisa dirasakan sepanjang lima kilometer ruas 
jalan dari ujung aspal sampai pintu masuk ke daerah ini. Jalan ini sendiri 
berakhir di lima deret bukit yang mengelilingi wilayah tersebut. Jalannya turun 
naik. Namun kendaraan yang menuju perbukitan jalannya hanya bisa pelan, seolah 
ada yang menahan. Sebaliknya, dari arah perbukitan, walau jalannya tidak 
menurun tetapi turun naik, semua kendaraan akan berjalan dengan cepat bahkan 
bisa sampai 120km/jam walau persneling dibebaskan. Bahkan kendaraan dimatikan 
pun akan tetap melaju sekencang itu.

Ini tentu bukan isapan jempol. Beberapa jamaah Indonesia sempat membuktikan 
cerita itu. Eramuslim sendiri mencoba untuk mengetes apakah memang ada medan 
magnet atau sekadar tipuan mata. Dengan sebuah bus besar, rombongan kami 
melalui daerah ini. Sesaat menjelang masuk ke wilayah yang dikatakan ada medan 
magnetiknya, guide Kami menyerukan agar handphone yang ada segera dimatikan 
untuk menghindari hilangnya data. Semua penumpang mengeluarkan ponselnya dan 
mematikan. Kecuali ponsel milik Eramuslim. Kami ingin mengecek benar tidaknya 
himbauan guide kami tersebut.
Sesaat kemudian, guide kami berseru, "Inilah saatnya.". TIba-tiba bus besar 
yang kami tumpangi memposisikan free pada roda gigi busnya.dan bus pun 
berhenti. Tak sampai beberapa detik, bus yang tadinya berhenti dan masih di 
free roda giginya tiba-tiba bergerak perlahan. Kian lama kian kencang. Hingga 
ajaib, kendaraan yang Kami tumpangi melaju dengan kecepatan 90 kilometer per 
jam sejauh tiga kilometer!

Sang pemandu perjalanan Kami mencoba menerangkan fenomena unik. Dia mengatakan 
bahwa kemungkinan besar bukit-bukit yang ada di sekitar mengandung magnet yang 
kuat, sehingga bisa menarik tiap logam ke arahnya.
Kami pun mengecek ponsel yang tidak Kami matikan. Ternyata benar. Ponsel Kami 
tidak bekerja dan bahkan banyak data hilang di dalamnya. Kami jelas sedih, tapi 
rasa takjubnya jauh lebih besar. Subhanallah. Allahu Akbar! Kami telah 
membuktikannya. Dan bagi siapa saja yang pergi haji atau umroh dan melalui 
wilayah ini, segera matikan ponsel Anda dan bersiap menikmati pengalaman yang 
tidak terlupakan. Jangan lupa, matikan ponsel Anda, atau data-data di dalam 
ponsel akan banyak yang hilang..

Kian Besar Kian Cepat

Menurut warga sekitar, kecepatan kendaraan yang bisa ditarik oleh medan magnet 
di wilayah ini bisa berbeda-beda. Semakin besar dan berat kendaraan yang 
melintas, maka akan semakin cepat magnet menariknya hingga bisa sampai 120 
kilometer perjam sejauh lima kilometer! Sudah banyak yang membuktikan hal 
tersebut. Ada sejumlah orang yang datang dengan kendaraan berbeda dan 
membuktikannya.

Bukit Gravitasi

Tidak banyak tempat di seluruh dunia yang memiliki medan magnetic seperti di 
Madinah ini. Tempat serupa ada di Korea Selatan, Yunani, Australia, timur 
Amerika, dan juga di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Hanya saja, kekuatan 
magnet di daerah-daerah tersebut tidaklah sekuat yang ada di Madinah.
Siapa pun bisa mengalami hal ini dengan mengunjungi langsung wilayah tersebut. 
Namun bagi yang belum bisa merasakan sendiri, silakan menonton fenomena unik 
ini dengan mengklik situs youtube dengan menulis 'Gravity Hills' atau 'Magnetic 
Hills' di kolom pencariannya. Yang jelas, keajaiban ini seharusnya mampu 
menambah kecintaan kita kepada Allah SWT, yang telah menciptakan alam semesta 
seisinya dengan kesempurnaan yang tiada cela sedikit pun.(m)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

----------------------------------------------------------

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1205 - Release Date: 31/12/2007 
15:32

[Non-text portions of this message have been removed]



                         


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke