Eksperimen Dengan Waktu: Dimensi Keempat 
epoch times jerman 

Siapa atau apakah waktu itu dan bisakah kita mempengaruhinya? (Foto: Joe 
Raedle/Getty Images) 

( Erabaru.or.id) - "Besso meninggalkan dunia yang unik ini hanya selisih 
sedikit saja dengan saya. Hal itu tidak ada artinya. Manusia seperti kami-kami 
ini, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antara masa lampau, 
masa kini dan masa yang akan datang hanyalah sebuah ilusi yang keras hati dan 
berkepanjangan." 

Catatan seperti tersebut di atas adalah sebuah penggalan dari selembar surat 
milik Albert Einstein yang ditulis segera sesudah koleganya Michele Besso 
meninggal dan ditujukan kepada keluarganya. Einstein adalah orang pertama yang 
menghubungkan pengertian "Waktu" sebagai dimensi ke empat. 


Beberapa tahun setelah Einstein memperkenalkan teori relativitasnya, para 
ilmuwan mulai menganggap sang waktu sebagai sebuah dimensi, yang sudah 
diketahui tak terpisahkan dan menyatu dengan ketiga dimensi ruang lainnya. Akan 
tetapi berbeda dengan besaran: tinggi, panjang dan lebar, ialah sangat sulit 
mewujudkan sang waktu secara grafis. Biasanya tubuh kita bergerak dalam arahan 
ruang dimana kitalah yang mengendalikannya. Apabila kita tidak bergerak, 
koordinat ruang kita juga tetap konstan. Namun bahkan sebuah batu-karang 
"berlari" melalui waktu. Hal ini diumpamakan bagaikan sebuah mobil yang 
bergerak maju dan tidak dapat di-rem lagi.   

Akan tetapi apakah kita selalu dikuasai waktu, atau dapatkah kita memiliki 
beberapa kemampuan untuk mempengaruhinya? Kesusasteraan fiksi-ilmiah sudah 
sejak lama menghubungkan daya imajinasi kita dengan idée dari mesin waktu ke 
jalur yang sama. Sudah beberapa dekade ini para pakar fisika mencari jalan 
untuk menerobos konstante tersebut yang mengikat secara abadi umat manusia 
dengan masa kini.  Namun sampai dengan hari ini nampaknya manusia selalu saja 
tidak mampu berjalan sesuai kehendak hati menerobos berbagai era sejarah yang 
berlainan. 

Sejumlah ilmuwan telah melakukan eksperimen dengan bantuan indera-kesadaran 
manusia untuk melihat ke masa lampau atau masa depan. Di dalam kelompok 
supra-natural, pra-kognisi dan pasca-kognisi (Kemampuan melihat sebelum dan 
sesudah kejadian) ialah suatu kemampuan yang sudah sejak lama diakui, dimana 
melaluinya masa depan dan masa lampau dapat diteropong. Dari posisi kita 
berada, dengan sebuah teleskop, kita dapat melihat koordinat ruang pada jarak 
sangat besar. Idem ditto banyak orang menyatakan bahwa mereka dapat melihat 
sebuah dimensi, dimana masa lampau dan masa depan eksis secara bersamaan. 
Mengamati sebuah titik dengan struktur "sang waktu" adalah satu hal, akan 
tetapi meng-abstrakkan sang waktu secara fisik adalah satu hal yang sama sekali 
berlainan. 

EKSPERIMEN Philadelphia 


Salah satu eksperimen terkenal untuk mempengaruhi ruang-waktu diadakan pada 
tanggal 28 Oktober 1943 di Philadelphia. Tentu saja banyak orang meragukan 
bahkan sampai hari inipun tentang keabsahan pernyataan yang dibuat waktu itu. 

Nampaknya target dari eksperimen tersebut, USS Eldridge, sebuah kapal perang 
kelas penghancur, dengan bantuan pemodifikasian medan magnetnya, ialah untuk 
dibuat tidak nampak sama sekali. Dr. Franklin Reno memimpin eksperimen itu 
dimana teori-teori Einstein (Einstein sendiri konon adalah saksi percobaan 
tersebut) dipergunakan. 

Namun sesuatu telah berjalan tidak sesuai dengan rencana. Kapal besar tersebut 
menghilang dari perairan Philadelphia dan muncul kembali sesudah 20 menit pada 
jarak 375 mil di Norfolk. Entah bagaimana sesudah empat jam ia muncul kembali 
di Philadelphia. Dalam kondisi normal biasanya dibutuhkan sedikitnya dua hari 
untuk menempuh jarak tersebut. Badan kapal itu muncul kembali ke Philadelphia 
dengan fosfor mengkilat berwarna kehijauan. Kru kapal tersebut sakit secara 
fisik dan psikis.  Beberapa kelasi mengalami trauma dan sebagian lainnya 
menderita kebakaran. Beberapa bahkan menempel lekat pada dinding dan lantai 
kapal, seolah-olah mereka selama eksperimen dapat berjalan menembus dinding dan 
secara tiba-tiba tidak mampu lagi. Apa yang sebenarnya telah terjadi waktu itu? 
Kemanakah mereka pergi selama teleportasi yang tidak diinginkan tersebut? 
Hingga hari ini terdapat ratusan argumentasi yang menguatkan kebenaran 
eksperimen ini ataupun yang telah menentangnya. 

MESIN WAKTU CHERNOBROVS 


Ilmuwan Rusia yang kontroversial, Vadim Chernobrov dan teamnya telah melakukan 
serangkaian aneka eksperimen dengan sebuah mesin-waktu dimana ia menggunakan 
berbagai peralatan pompa electromagnetic. Chernobrov mulai dengan proyeknya 
pada tahun 1987. Ia memberitakan, telah sedikit merubah sang waktu melalui 
dampak tertentu magnetic. Konon penundaan sang-waktu terbesar dalam 1 jam ialah 
1,5 detik, penundaan-waktu tersebut kurang lebih sebesar 3%. 

Pada bulan Agustus 2001 Chernobrov memasang sebuah mesin-waktu lainnya yang 
digerakkan dengan baterai mobil di sebuah hutan dekat Wolgograd di Rusia. Ia 
mencatat perubahan sang waktu dengan Oszillator-kristal simetris dan ia 
memberitakan tentang sebuah perlambatan sang waktu dalam area pengaruh medan 
mesin kira-kira sebesar 10%. 

Chernobrov dengan para asistennya menempatkan diri mereka dalam area pengaruh 
medan dan memberitakan bahwa mereka merasakan, pada waktu bersamaan seolah 
berada di 2 tempat yang berlainan, sepertinya telah dibukakan bagi mereka 
sebuah ruangan tambahan. "Perasaan yang tak dapat dibayangkan ini, dimana telah 
kami alami melalui momentum-momentum itu, tidak dapat dilukiskan dengan 
kata-kata", demikian penjelasannya.  

Apakah eksperimen ini mengarah kepada suatu masa depan, dimana manusia dalam 
dimensi waktu dapat melancong dengan kemudahan yang sama seperti yang sekarang 
ini dapat dilakukan yakni berlalu-lalang dalam ruang 3 dimensi? Ataukah hukum 
alam dari dimensi ke empat ini sedemikian rupa bahwa kita untuk selamanya 
terikat pada hukum mereka? Ilmu pengetahuan yang diakui umum menjelaskan bahwa 
perjalanan melalui sang waktu hanya dimungkinkan apabila kecepatan sebuah 
partikel lebih cepat daripada kecepatan-cahaya. Padahal teori relativitas 
menjelaskan, apabila kecepatan sebuah partikel mendekati kecepatan-cahaya, 
massa dari sebuah obyek akan bertambah sedemikian rupa hingga tidak 
memungkinkan lagi untuk mencapai barikade dari sang waktu. Beberapa orang 
berani ambil risiko, yakni melalui teori perubahan bentuk dari ruang-waktu yang 
terkenal dengan istilah "Lubang-lubang cacing", perjalanan semacam itu dapat 
saja direalisir. 






mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke