Bagaimana komentar dari penerbang Indonesia?


24/12/2007 09:41:26 Soal benda dan makhluk angkasa luar yang biasa disebut
Unidentified Flying Objects (UFO), dan Indonesia disebut 'piring terbang',
selalu jadi perbincangan, karena di hampir semua negara muncul orang yang
mengklaim pernah melihat UFO. Di Amerika Serikat (AS) pernah digelar
'Project Blue Book' (Proyek Buku Biru) untuk melakukan penelitian mengenai
fenomena UFO. Proyek ini beranggota mantan perwira militer dari tujuh
negara. Tapi sejak tahun 1960-an berhenti beroperasi, karena pihak angkatan
udara AS mengatakan, selama empat dasawarsa terakhir tidak ada laporan
kejadian penampakan UFO sehingga penyelidikan tidak perlu dilanjutkan.
"Setiap tahun ribuan orang mengatakan pernah melihat piring terbang atau UFO
di AS, dan biasanya klaim-klaim seperti ini ditanggapi dengan skeptis. Kami 
ingin pemerintah AS untuk berhenti menyebarkan mitos bahwa semua fenomena UFO 
bisa dijelaskan dengan sederhana", kata seorang petinggi angkatan udara AS. 

Tapi sekelompok mantan pilot dan pejabat pemerintah
menyerukan agar pemerintah Amerika membuka kembali penyelidikan mengenai
berbagai klaim penampakan piring terbang bercahaya gemerlapan yang terbang
dengan kecepatan tinggi merupakan masalah keamanan nasional, dan tidak bisa
dihiraukan begitu saja.

Selama 1900-2001 di Indonesia sering muncul laporan penampakan UFO di Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, Irian Jaya, dan ruang
udara dan wilayah Indonesia lainnya. Pernah dilaporkan UFO terlihat di
Medan, dan beberapa kali di Sumatera Utara pada 28 Januari 1953, 26 Juni
1955, dan minggu pertama November 1968. Konon TNI pernah menembak UFO di
Surabaya pada 1964 ketika tujuh hari langit gelap atau menjelang subuh,
sejumlah UFO teridentifikasi radar pertahanan udara di pangkalan militer
Surabaya. Saat UFO terlihat, meriam penangkis serangan udara ditembakkan,
namun UFO mengelak dan hengkang. 10 Agustus 1989 ketika Rusia masih bernama
Uni Soviet layar radar militer angkatan udara mendeteksi gerakan cepat
sebuah UFO kemudian melakukan komunikasi, tapi UFO tidak merespons. Satu
skuadron pesawat pemburu MIG-25 diterbangkan kemudian mengepung, tapi UFO
berusaha melarikan diri, sehingga sebuah MIG melepaskan sejumlah rudal. UFO
pun jatuh ke kawasan pegunungan Kaukasus. Tim militer kemudian mengerahkan
helikopter Mi-8 dan menemukan puing UFO di luar wilayah Nizhnizy Chegem.
Ternyata yang disebut piring terbang tidak bulat, tapi berbentuk cerutu
dengan panjang 6 meter dan tinggi 3 meter. Tim militer Uni Soviet pun
memeriksa dan di sekitar lokasi terdapat jejak radiasi.

Bangkai UFO diangkut ke Pangkalan Udara Mozdok. Ketika tim militer masuk ke
bangkai UFO, menemukan instrumen panel pesawat, perangkat elektronik
berteknologi sangat canggih, dan tiga mahluk angkasa luar (alien), dua di
antaranya sudah mati dan satu masih hidup. Tim ahli Rusia berupaya
menyelamatkan nyawa alien yang masih hidup itu, namun gagal. Jasad alien
tersebut diidentifikasi setinggi 1-1,2 meter dengan pakaian berwarna kelabu.
Kulit berwarna campuran hijau kebiruan dengan tekstur kulit kasar mirip
reptil, tidak berambut, mata hitam besar. Berdasar saksi mata terpercaya dan
dokumentasi intelijen ada alien bertubuh hijau, abu-abu dan cokelat.

Tubuhnya lebih kecil dari manusia dengan tinggi 90 cm-150 cm, kepalanya
lebih besar, bertangan kurus panjang atau pendek, berjari kurus berselaput
atau tidak, bermata legam (hitam) besar, berkulit licin, berkerut atau kasar
seperti reptil. Tapi, karena teknologi mereka jauh lebih maju dibanding
manusia bumi, tak mengherankan jika sebagian perwira angkatan udara Amerika
memandang UFO sebagai ancaman keamanan.


http://www.koranmerapi.com/web/detail.php?sid=146620&actmenu=45


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke