Memang bahaya kalau ada yang mengaku ustadz tapi suka memutar balikkan fakta. 
Menebar-nebarkan kebencian berkedokkan agama. Tapi tak apalah, Salma Fe memang 
penggemar berat ustadz Ahmat Syahwat Lc ini. 

Lagi pula Bali tak akan lagi menarik kalau ada masjid. Kesan Bali sebagai Pulau 
Dewata akan sirna. Turis-turis pasti pada kabur. Kalau mau banyak masjid, ya 
nyebrang saja ke Lombok. Pulau ini kan dikenal sebagai pulau sejuta masjid.  
Tapi herannya, terakhir saya berkunjung ke Lombok, mereka bangun masjid dengan 
megah, tapi rumah penduduknya pada reyot. Entah apa mau mereka.





  ----- Original Message ----- 
  From: bsugih2001 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, January 05, 2008 12:59 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?


  Kutipan :" Buktinya di Bali, justru umat Islam yang kesulitan 
  membangun masjid. Sebab Umat Islam di sana minoritas. Padahal 
  Hinmereka tidak membangun masjid di tengah komunitas hindu, mereka 
  membangunnya di tengah komunitas muslim, tetapi tetap saja 
  dihalangi."

  Bud's = Inilah salah satu contoh dari Ustad yang suka menebarkan 
  berita bohong.

  Data Resmi Depag ( 2004 )untuk Jumlah umat Islam dan Hindu beserta 
  rumah Ibadahnya di Bali

  Hindu
  Jumlah Umat = 2.751.828
  Pura/Kuil = 21
  Sanggah = 211 
  Total = 232

  Islam
  Jumlah Umat = 323.853
  Masjid = 216 
  Langgar = 152 
  Mushola = 234
  Total = 602

  Dari data diatas jelas terlihat bahwa Muslim Minoritas tapi Jumlah 
  Rumah Ibadahnya JAUH LEBIH BANYAK di bandingkan dengan Hindu.

  --- In [email protected], sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia? Jumat, 21 Des 
  07 17:25 WIB
  > Kirim teman
  > 
  > Assalamualaikum wr wb, 
  > Ustad yang dirahmati Allah S. W. T, pertanyaan saya adalah 
  sebagai berikut:
  > 
  > 1) Adilkah melarang pembangunan gereja di Indonesia, sementara 
  itu umat Islam di Australia menuntut pembangunan masjid dan sekolah 
  diCamden, Sydney?
  > Menurut berita yang saya dengar, salah satu alasan 
  penolakanmasyarakat Camden adalah karena mereka tidak ingin jumlah 
  penduduk muslim bertambah. Bila dibandingkan dengan alasan penolakan 
  umat Islam di Indonesia dalam pembangunan gereja adalah karena 
  mereka tidak ingin Kristenisasi menyebar luas. Sepintas ada kesamaan 
  di antara alasan kedua pihak yang menolak.
  > 
  > 2) Apakah bisa disimpulkan bahwa bilapembangunan gereja dilarang 
  di Indonesia, maka pembangunan masjid juga perlu dilarang di Sydney, 
  begitupun sebaliknya?
  > Mohon petunjuk Ustadz
  > Wassalamualaikum wr wb
  > Nhlb
  > Nhlb
  > Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
  > 
  > Umat Islam di Indonesia tidak pernah melarang pembangunan rumah 
  ibadah agama apa pun. Yang membuat mereka keberatan kalau rumah 
  ibadah itu dibangun di tengah komunitas beragama Islam.
  > 
  > Seandainya gereja dan rumah ibadah itu dibangun di tengah 
  komunitas agama tersebut, atau setidaknya bukan di tengah-tengah 
  penduduk muslm, tentu saja umat Islam tidak pernah keberatan.
  > 
  > Buktinya di Bali, justru umat Islam yang kesulitan membangun 
  masjid. Sebab Umat Islam di sana minoritas. Padahal Hinmereka tidak 
  membangun masjid di tengah komunitas hindu, mereka membangunnya di 
  tengah komunitas muslim, tetapi tetap saja dihalangi.
  > 
  > Pemutar-balikan Fakta
  > 
  > Namun entah bagaimana, berita yang tersebar justru diputar-
  balik. Seolah-olah umat Islam menghalangi agama lain membangun rumah 
  ibadahnya. Dan biasanya, disusul dengan tindakan anarkis 
  menghancurkan gereja.
  > 
  > Padahal yang terjadi adalah para penyebar Injil ingin melakukan 
  pemurtadan terhadap umat Islam. Sudah tahu bahwa Indonesia ini 
  dihuni oleh mayoritas muslim, kok bisa-bisanya melakukan pemurtadan 
  dengan membangun gereja di tengah-tengah komunitas muslim.
  > 
  > Wajar bila umat Islam marah, wajar bila mereka tersinggung. 
  Pemeluk agama mana pun pasti akan tersinggung kalau umatnya ditarik-
  tarik dan diajak-ajak untuk keluar dari agamanya. Apalagi pakai 
  bangun gereja segala di tengah komunitas itu.
  > 
  > Dan oleh karena itu sudah Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri 
  Agama dan Menteri Dalam Negeri No 01/BER/mdn-mag/1969. Isinya 
  mengatur masalah pembangunan rumah ibadah di negeri ini. Salah satu 
  ketentuannya, minimal memiliki 90 jamaah dan minimal 60 warga di 
  lokasi pembangunan telah menyetujui.
  > 
  > Sayangnya, syarat yang sangat logis dan masuk akal itu tidak 
  pernah bisa dipenuhi. Karena tujuan pembangunan rumah ibadah itu 
  memang semata-mata ingin memurtadkan, jadi mana mungkin tercapai 
  syarat itu.
  > 
  > Oleh para misionaris yang memang ingin memurtadkan umat Islam, 
  SKB inilah yangselalu dipermasalahkan. Maunya mereka, SKB ini 
  dicabut agar mereka bebas memurtadkan umat Islam. Lalu mereka 
  sebarkan isu bahwa umat Islam menghalangi agama lain membangun rumah 
  ibadah.
  > 
  > Kalau umat Islam keberatan umatnya dimurtadkan, tentu saja amat 
  wajar. SKB dua Menteri itu sudah sangat adil dan masuk akal.
  > 
  > Islamic Center di Negeri Minoritis Muslim
  > 
  > Adapun yang terjadi di negeri minoritas muslim jauh berbeda 
  kasusnya. Kebanyakan di Barat, orang-orang sudah tidak mau beragama. 
  Bahkan sedikit yang percaya kepada agama Kristen. Sebagian besarnya 
  malah tidak percaya sama sekali dengan Jesus dan Bible.
  > 
  > Agama nasrani boleh dibilang sudah ditinggalkan oleh bangsa 
  Barat lebih dari 200-an tahun yang lalu.
  > 
  > Di tengah kegundahan dan pencarian yang tak berujung terhadap 
  makna kehidupan, beberapa kalangan di barat itu ada yang mulai 
  berkenalan dengan agama Islam. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang 
  secara tegas menyatakan beriman kepada Muhammad SAW dan masuk Islam.
  > 
  > Sehingga kebutuhan mereka atas pengajaran ilmu dan agama Islam 
  sudah tidak bisa dibendung lagi. Mereka pun bahkan rela mengumpulkan 
  dana untuk membeli lahan atau gedung untuk dijadikan pusat aktifitas.
  > 
  > Aktifitas mereka ini sama sekali tidak bisa disamakan antara 
  aktifitas para misionaris Kristen di Indonesia. Di Indonesia, para 
  misionaris itu datang ke rumah penduduk muslim untuk mengiming-
  imingi mereka dengan makanan, minuman, bea siswa, lowongan 
  pekerjaan, wanita dan berbagai media lainnya. Intinya, mereka merayu 
  umat Islam untuk murtad dari agamanya.
  > 
  > Sedangkan kegiatan di Islamic Center sama sekali jauh dari kesan 
  merayu atau membujuk-bujuk. Yang datang adalah orang-orang yang 
  ingin mendapatkan kebenaran yang hakiki tentang ajaran Islam. Selama 
  ini mereka belum pernah tahu kalau Islam itu indah, baik, adil, 
  bersih dan santun.
  > 
  > Yang mereka ketahui lewat media massa milik Yahudi justru 
  sebaliknya, Islam dan umatnya selalu diidentikkan dengan kebodohan, 
  kekerasan, kedegilan dan terorisme.
  > Tapi sepintar-pintarnya menghasud, akhirnya kebenaran tidak bisa 
  dipungkiri. Apalagi setelah ada internet, semakin banyak saja orang 
  Barat yang jatuh hati kepada agama Islam. Bukan kepada iming-iming 
  makanan, roti, wine, beasiswa atau perempuan. Sebab orang barat 
  sudah jauh lebih makmur dari sekedar dirayu macam hewan sirkus.
  > 
  > Yang mereka cari adalah fakta kebenaran. Dan mereka telah 
  mendapatkannya di dalam agama Islam. Jadi kalau orang Barat sendiri 
  yang rela belajar agama Islam di berbagai Islamic Center, tentu 
  tidak ada seorang pun yang berhak untuk menghalangi. Sebab Barat itu 
  menganut paham kebebasan. Siapa saja boleh beragama apa saja, 
  termasuk memeluk agama Islam.
  > 
  > Apalagi ditambah bahwa gereja di sana semakin hari semakin 
  ditinggalkan orang, tidak sedikit yang kemudian dijual. Kalau 
  kebetulan umat Islam yang membelinya, bukan karena ingin menghina 
  umat Kristiani. Tetapi karena gereja di sana memang dijual dengan 
  sangat murah.
  > 
  > Maka jawaban singkat dari apa yang anda tanyakan itu adalah umat 
  Islam hanya meminta apabila ada gereja mau dibangun di suatu tempat, 
  hendaknya di wilayah itu memang ada jamaahnya. Bukan cuma satu orang 
  tetapi setidaknya ada 90 orang. Buat apa membangun gereja kalau 
  isinya cuma satu orang. Pasti buat memurtadkan umat Islam, kan?
  > 
  > Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi 
  wabarakatuh, 
  > Ahmad Sarwat, Lc
  > 
  > 
  > Send instant messages to your online friends 
  http://uk.messenger.yahoo.com 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1209 - Release Date: 04/01/2008 
12:05


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke