Bali Post, Minggu Pon, 6 Januari 2008.
                  
Dari Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2008
                  
Menegakkan NKRI, Memotivasi Kelahiran Tokoh Panutan

                  
SABTU (5/1) kemarin, Kelompok Media Bali Post 
(KMB) untuk ketujuh kalinya menyerahkan Anugerah Pers K. Nadha 
kepada tokoh-tokoh masyarakat di daerah Bali maupun nasional. Kali 
ini, anugerah pers itu diberikan kepada lima orang tokoh yang secara 
konsisten mengabdikan diri sesuai dengan keilmuan, profesi, dan 
swadharma-nya dalam mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik 
Indonesia (NKRI) serta melestarikan seni budaya bangsa yang 
adiluhung. 

                  
Mereka yang menerima penghargaan itu adalah Sri 
Sultan Hamengkubuwono IX (alm.), Prof. Dr. IGNG Ngoerah (alm.), 
Prof. Dr. I Gusti Made Sutjaja, M.A. (merit), Drs. Made Taro dan, 
Ida Wayan Oka Granoka. Penghargaan itu diserahkan oleh Sekda 
Propinsi Bali Drs. I Nyoman Yasa, M.Si. mewakili Gubernur Bali 
didampingi Pimpinan KMB Satria Naradha disaksikan oleh Penglingsir 
KMB Ibu Desak Gede Raka Nadha. 

                  
Dalam sambutannya, Satria Naradha menegaskan bahwa 
5 Januari merupakan momen penting bagi KMB. Pada tanggal dan bulan 
yang sama tujuh tahun lalu, Sang Perintis K. Nadha berpulang ke 
pangkuan Tuhan Yang Maha Esa. Momen itu dipergunakan sebagai tonggak 
untuk merevitalisasi fungsi dan peran pers - khususnya Kelompok 
Media Bali Post - dalam melakukan tugasnya sebagai pengemban dan 
pengamal Pancasila. "Hari ini, kami memberikan penghargaan khusus 
kepada lima orang tokoh yang dinilai telah memberikan peran yang 
cukup besar bagi masyarakat, bangsa dan negara ini. Dua dari lima 
orang tokoh itu sudah almarhum, tapi jasa-jasanya masih tetap dan 
selalu akan dikenang," katanya.

                  
Satria Naradha menambahkan Anugerah Pers K. Nadha 
tidak selalu dianugerahkan kepada tokoh-tokoh terkenal. Sebelumnya, 
KMB juga pernah memberikan penghargaan kepada Nang Pelung. Seorang 
petani sederhana yang telah berperan besar bagi lingkungannya karena 
berhasil membuat terowongan sepanjang 5.500 meter. "Beliau adalah 
tokoh yang tidak pernah dikenal sama sekali di Bali. Tapi, hasil 
karyanya sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya," katanya. 

                  
Peran Sultan

                  
Pada kesempatan kali ini, kata dia, KMB juga 
memberikan penghargaan kepada tokoh nasional Sri Sultan 
Hamengkubowono IX. Ditegaskan, peran besar beliau dalam menegakkan 
NKRI ini tidak terbantahkan. Sejarah telah mencatat, seorang Sri 
Sultan Hamengkubuwono IX adalah figur perekat dan pemersatu bangsa 
yang sejati. Spirit "Merah Putih'' dalam sanubarinya merupakan harga 
mati. "Dari Bali, kita kembali mengingatkan bangsa ini bahwa peran 
dari seorang Sri Sultan Hamengkubuwono IX sangat besar bagi bangsa 
dan negara ini,'' ujarnya. 

                  
Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah perekat bangsa 
kita. Keraton Yogyakarta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 
memiliki peran yang sangat penting. Dalam situasi perkembangan 
globalisasi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, kita 
berharap Keraton Yogyakarta tetap memiliki peran yang besar sebagai 
perekat dan pemersatu bangsa. ''Ini dukungan moral dari Bali untuk 
tetap menjaga bangsa kita menjadi bangsa yang kokoh mempertahankan 
Merah Putih, mempertahankan kebhinnekaan. Saya menitipkan bangsa 
Indonesia kepada Keraton Yogyakarta,'' ujarnya.

                  
Ia juga memaparkan karya nyata yang telah 
didedikasikan para penerima K. Nadha Nugraha 2008 lainnya sesuai 
keilmuan, profesi, dan swadharma-nya demi kemajuan masyarakat, 
bangsa dan negara. 

                  
Memotivasi Masyarakat

                  
Gubernur Bali Dewa Beratha dalam sambutannya yang 
dibacakan Sekda I Nyoman Yasa mengatakan acara penganugerahan K. 
Nadha Nugraha merupakan refleksi dari kepedulian dan kepekaan 
pimpinan dan jajaran KMB dalam menghormati dan menghargai para tokoh 
yang telah berjasa mengembangkan pembangunan Bali di bidang seni 
budaya, pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lainnya. 

                  
Dia berharap, penganugerahan ini mampu memotivasi 
masyarakat untuk mengikuti jejak langkah para penerima penghargaan 
sehingga lebih banyak lagi tokoh panutan yang peduli terhadap seni 
budaya, kesehatan, pendidikan dan bidang-bidang lainnya lahir dan 
muncul di Bali. "Dengan demikian, Bali akan dapat mempertahankan 
jati diri sebagai pulau terindah di dunia dan pulau yang menjadi 
tujuan wisatawan," katanya.

                  
Beratha menambahkan KMB sebagai salah satu media 
di Bali tidak pernah surut dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. 
Informasi akurat dan merakyat sebagaimana yang jadi moto pemberitaan 
KMB, kata dia, secara faktual dapat dirasakan baik oleh pemerintah 
maupun masyarakat Bali hingga di luar Propinsi Bali. Ditegaskan, 
tumbuh dan berkembangnya sebuah lembaga penyiaran/informasi sangat 
tergantung dari kepercayaan yang diberikan masyarakat. Kepercayaan 
ini akan tumbuh apabila masyarakat merasa terlayani dan tersalurkan 
aspirasinya. "Hal ini rupanya benar-benar disadari seluruh jajaran 
KMB. Sehingga dalam kondisi apa pun, segmen pembaca dan pendengarnya 
tidak pernah berkurang. Bahkan, segmen pasarnya terus berkembang 
sejalan makin meningkatnya kecerdasan masyarakat," katanya dan 
menambahkan keberadaan Bali Post benar-benar sudah mengakar dan 
identik sebagai medianya masyarakat Bali. 

                  
Ajeg Bali

                  
Pada kesempatan itu, Kelompok Media Bali Post juga 
memberikan penghargaan kepada juara Guru Ajeg Bali (GAB) dan Siswa 
Ajeg Bali (SAB) 2007 tingkat SD, SMP, dan SMA. Di samping sarat 
dengan prestasi akademis, seluruh SAB 2007 itu juga memiliki 
perhatian dan kepedulian yang sangat tinggi terhadap upaya 
pelestarian seni budaya Bali. Kepedulian serupa juga ditunjukkan 
oleh seluruh Guru Ajeg Bali 2007. 

                  
Predikat Siswa Ajeg Bali Tingkat SD terbaik I 
diraih Tjokorda Istri Pramitasuri (SDN 5 Padangsambian) diiikuti 
Kompyang Gede Aditya Dharma Putra (SD Saraswati 4 Denpasar) dan Sri 
Ayu Pradnya Larasati (SDN 6 Sukawati) sebagai Siswa Ajeg Bali 
terbaik II dan III. Untuk tingkat SMP, predikat terbaik I, II dan 
III secara berurutan diraih I Gede Arum Gunawan (SMPN 1 Penebel), Ni 
Nyoman Ayu Nikki Avalokitesvari (SMP Harapan Nusantara) dan I Nyoman 
Pradnya Nugraha (SMP PGRI 1 Denpasar). Siswa Ajeg Bali 2007 terbaik 
I, II dan III untuk tingkat SMA jatuh kepada Gede Mas Saputra (SMAN 
3 Denpasar), Putu Eka Prayastiti Kefani (SMAN 1 Sidemen) dan Made 
Grazia Valyana Ustriyana (SMAN 1 Denpasar).

                  
Sedangkan Guru Ajeg Bali 2007 terbaik I, II dan 
III untuk tingkat SD diberikan kepada Ida Nyoman Sugata (SDN 1 
Tista, Abang, Karangasem), I Wayan Narka (SDN 1 Negari, Klungkung) 
dan I Ketut Wenten (SD saraswati 5 Denpasar). Di tingkat SMP, Guru 
Ajeg Bali 2007 terbaik I, II dan III diraih A.A. Gede Agung Rimbya 
Temaja (SMPN 1 Denpasar), I Ketut Lugra (SMPN 2 Tampaksiring) dan Ni 
Wayan Sariani (SMPN 1 Kuta Selatan). Sementara tingkat SMA, Guru 
Ajeg Bali 2007 terbaik I, II dan III diraih I Putu Sudibawa (SMAN 1 
Sidemen), I Wayan Kota (SMAN 1 Payangan) dan Ni Luh Suryawati (SMAN 
3 Denpasar). Rimbya Temaja dan Tjokorda Istri Pramitasuri juga 
ditetapkan sebagai Guru dan Siswa Ajeg Bali favorit. Hadiah 
diserahkan Sekot Denpasar, Drs. I Nyoman Aryana, M.Si.

              
Pada kesempatan itu juga diserahkan grand prize 
berupa satu unit mobil Cherry QQ kepada Andri (Denpasar) dan HP 
kepada I Wayan Widiarta (Kuta Selatan) yang merupakan pemenang "Kuis 
SMS Berhadiah" dalam rangka HUT ke-5 Bali TV. Kuis SMS Berhadiah ini 
terselenggara atas kerja sama Bali TV dengan PT Bubu Perdana Kreasi 
atau Content Provider Bubu Chikka Mobile. 



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke