Pak Nizami, kemiskinan itu banyak penyebabnya, tetapi kalau disederhanakan ada 
2 macam: kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural. Kemiskinan struktural 
penyebabnya bukan karena orang itu malas, tidak produktif tidak mempunyai 
keinginan untuk maju (need for achievement) tetapi disebabkan oleh struktur 
ekonomi dan politik yang menyebabkan dia miskin, karena tertutupnya semua 
peluang dan kesempatan untuk berkompetisi. Sistim kapitalisme (yang terjadi di 
Indonesia) memunculkan praktek-praktek monopoli, oligopoli dan ketamakan 
(greedy) yang telah dikuasai beberapa gelintir orang, memberikan andil dalam 
pemiskinan ini. Yang kuat menindas yang lemah.
Sedangkan kemiskinan kultural lebih berkaitan dengan etos sosio-budaya, seperti 
tidak mau maju, skeptis, statis dan stagnan dalam bekerja dan berusaha. Tidak 
memiliki obsesi untuk maju, dan terjebak dengan rutinitas, kemarin, hari ini 
dan besok sama saja (no furtherance).

Kemiskinan struktural seringkali menimbulkan adanya kemiskinan kultural, karena 
terhimpit, tertekan situasi, dan terdesak beban kehidupan yang kian merongrong, 
lalu orang nekat berbuat apa saja asal bisa hidup dan makan, seperti: mengemis, 
mengamen, melacurkan diri, bahkan mencuri dan merampok. Kondisi ini dalam 
interval waktu yang lama akan menciptakan kultur, maka tidak heran mengemis 
sekarang sudah menjadi kultur, bahkan mulai kakek-nenek, anak dan cucu-cucunya 
terjebak dalam situasi ini. Mereka sudah masuk lingkaran tak berubah 
(zero-growth circle), istilah Johan Galtung, yang sampai kapanpun terus begitu 
dan malah enjoy dengan kehidupan semacam itu...! 

Mereka korban situasi, baik politik dan ekonomi, bahkan renggangnya kepedulian 
kita semua. Ironisnya, semangat keagamaan yang sekarang semarak dimana-mana, 
dengan frekuensi kegiatan agama yang tinggi ternyata tidak berdampak apa-apa 
pada kehidupan masyarakat kecil. Agama masih menjadi wilayah otonomi (untuk 
diri sendiri), tidak heteronom (berdampak pada orang lain).

Para elite politik pun pada mabuk dengan perannya di panggung politik...., 
sampai tak sadar kalau mereka sudah menjadi badut-badut politik (politic 
clown)....!

Salam,
Lukas Kristanto

A Nizami wrote: 
>             Kemiskinan, Bencana, dan Banyaknya Korban 
> Mungkin banyak yang tidak menyadari. Tapi sesungguhnya 
> ketiga hal tersebut saling berhubungan. 
> Banyaknya korban gempa yang jatuh di Yogyakarta 
> sebanyak 5000 orang lebih tak lepas dari kemiskinan. 
> Rumah jadi lemah dan gampang hancur dan menimpa 
> penghuninya karena tidak dibangun dengan baik. Tidak 
> ada kawat baja sebagai rangka beton, serta campun 
> pasir dan semen tidak 1:2, tapi bisa 1:4 atau lebih 
> sehingga adukan semennya tidak kuat. Kenapa banyak 
> penduduk tidak membeli kawat baja sebagai rangka dan 
> mencampur pasir dengan semen sesuai aturan? Karena 
> perlu biaya tinggi untuk membeli kawat baja dan semen 
> yang banyak. Karena miskin, mereka tidak punya cukup 
> uang untuk itu. 
> Karena miskin pula mereka jadi tidak terdidik dan 
> sulit mendapat informasi bagaimana membangun rumah 
> yang aman dari gempa. Toh untuk mendapat informasi 
> tesebut secara mencukupi juga perlu biaya. 
> Ketika warga yang kebanjiran ditanya kenapa tidak 
> pindah saja? Kan rumah mereka kebanjiran terus tiap 
> tahun. Para warga umumnya menjawab, ”Bagaimana ya? 
> Dari dulu sudah tinggal di situ dan cari makan juga di 
> situ.” 
> Ketika ditanya apakah bersedia jika direlokasi oleh 
> pemerintah, mereka menjawab, ”Kalau gratis sih ya mau” 
> Mereka tak bisa pindah karena tak punya cukup uang 
> untuk membeli tempat tinggal baru yang lebih baik. 
> Kemiskinan membuat mereka terjebak di wilayah banjir. 
> Paling tidak sebagian warga mengalami hal seperti itu. 
> Jika mereka tidak miskin dan punya cukup uang, tentu 
> mereka bisa pindah ke daerah yang bebas banjir. 
> Jadi Kemiskinan, Bencana, dan Banyaknya Korban bencana 
> memang sedikit banyak ternyata saling berkaitan. 
> === 
> Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS 
> Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 
> Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 
> Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
> Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di: 
>  http://www.media- islam.or. id 
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ 
> Looking for last minute shopping deals?  
> Find them fast with Yahoo! Search.  http://tools. search.yahoo. 
> com/newsearch/ category. php?category= shopping 
>      



      Looking for a X-Mas gift?  Everybody needs a Flickr Pro Account.

 

http://www.flickr..com/gift/


Kirim email ke