Memburu Warna Yang Hilang
  Oleh : Mochammad Moealliem 
    
  Kita semua tentu pernah menggambar, entah menggambar dalam kertas, dalam 
pasir, papan tulis, bisa juga menggambar dengan komputer, atau bahkan 
menggambar dalam daya imajinasi otak kita. Ada satu warna yang hilang dalam 
pandangan kita, meskipun warna itu nyata-nyata wujud adanya.
   
  Warna yang menjadikan warna lain terlihat indahnya, warna yang sangat jelas 
hingga membuat kita mampu melihat mana yang cakep dan mana yang jelek, mampu 
membedakan mana hitam dan mana yang putih, adalah berkat satu warna yang unik, 
yang seolah dengan hilangnya dari pandangan kita menjadikan kita mampu 
memandang.
   
  Bisa juga kita katakan bahwa warna ini akan selalu mengikuti warna yang lain, 
warna ini tidak mampu menutup pandangan kita terhadap sesuatu, jika warna ini 
kita rubah menjadi warna putih, penulis yakin kita tak bisa menilai baik 
buruknya sesuatu, dan yang ada hanya putih semua, jika kita ganti dengan warna 
merah, hijau ataupun biru, sama halnya kita menjadi buta.
   
  Namun ternyata kita sering mengatakan bahwa warna tersebut identik dengan 
putih, padahal sebenarnya hal itu tak bisa dibenarkan, hanya saja karena kita 
tak terlalu suka dengan kebenaran, dan yang kita suka adalah yang penting 
mengutungkan, maka terkadang kita mengatakan warna yang hilang itu menjadi 
warna putih.
   
  Pernahkah pembaca minum air putih? Tentunya semua orang pernah minum air 
putih, air putih tentu airnya berwarna putih, apa sih definisi putih? Putih itu 
warna atau tidak berwarna?
   
  Penulis yakin putih itu warna, namun terkadang tidak dianggap berwarna, 
seperti tv hitam-putih bukanlah tv berwarna. Air putih juga adalah air yang 
tidak berwarna. Namun sama-sama putih warnanya berbeda, lalu ada nggak air 
putih itu? Jawabny tentu nggak ada tapi ada. Lho piye tho? 
   
  Air yang bening itu kan tidak berwarna, karena tidak berwarna maka identik 
dengan putih, karena warna air hanya ada dua, bening dan butek (keruh) dan 
keruh itu variatif bisa juga keruhnya berwarna putih, tapi itu bukan air putih 
tapi menjadi air keruh putih, tinggal keruhnya oleh apa, kalau oleh susu maka 
jadinya air (keruh)susu putih dan seterusnya. Tapi kalau nggak keruh namanya 
bening, karena bening tidak kelihatan, maka dibilang aja putih.
   
  Dengan air yang bening kita dapat melihat apa yang ada didalamnya, meskipun 
dengan ukuran tertentu, sebab air bening bisa juga akan terlihat menjadi biru, 
lihat aja kolam renang yang baru diganti airnya, atau lihat lautan yang airnya 
bening, pasti akan kelihatan menjadi biru, sebenarnya warnanya apa? Bening atau 
biru? Dari dekat bening tapi dari jauh menjadi biru, atau warna itu berubah 
karena kelemahan mata kita?
   
  Sekarang lihat ke atas, apa warnanya? Tentunya pembaca akan berkata biru, 
hitam atau putih, itu jika pembaca saat ini berada diluar ruangan. Tapi kalau 
didalam ruangan, tergantung apa warna atap ruangan anda.
   
  Kenapa penulis katakan, putih, hitam atau biru jika diluar ruangan, yach 
kalau lagi mendung kan putih, kalau mendungnya tebal jadi hitam, tapi kalau 
tidak bermendung, kata orang langit biru. Apa benar warna langit adalah biru? 
Jelas tidak benar, hanya saja itu menguntungkan, seperti saya katakan diawal 
kita tak peduli benar atau tidak, yang penting menguntungkan kita untuk 
memberitahukan warna yang hilang.
   
  Dari sini penulis mengambil pelajaran bahwa indera kita tidak konsisten 
terhadap warna, padahal indera adalah pijakan akal untuk berfikir, jika kita 
berfikir dari data yang tidak benar tentu hasilnya bisa dipastikan tidak benar, 
maka tak heran jika hasil olah pikir manusia sangat terbatas, manusia tak akan 
mampu melihat jiwanya sendiri, kalau melihat jiwanya sendiri aja tak mampu, 
apalagi pingin melihat Allah dengan matanya yang lemah itu, bagaimana bisa? 
Melihat udara saja tak mampu kok macam-macam. Dan ketika ditanya apakah udara 
itu ada? Tentu jawabnya ada, tapi apa warnanya? Bisakah kau melihatnya? Jika 
bisa melihatnya tentu kau bisa menggambarnya, coba gambar udara dan warnanya 
pada buku gambar anda.
   
  Mungkin kalau dengan alat kita akan sedikit terbantu untuk melihat udara, 
tapi warnanya merah, kuning, hijau, tapi kalau digambar kok jadi bening, 
sebenarnya warna udara itu apa?
   
  Puji Syukur pada Dzat yang menjadikan udara tidak berwarna, kalau saja udara 
berwarna putih tentunya sejak didepan lensa mata kita akan berwarna putih dan 
tak akan kita lihat warna yang lainnya. Dan dengan hilangnya warna-warna keruh 
pada udara kita bisa melihat yang buruk dan yang cakep, bisa melihat hitam, 
putih, biru dan sebagainya.
   
  Maka tak heran jika dalam hati manusia juga terdapat beberapa indera, hingga 
kadang hati kita bisa bicara, bisa mendengar, bahkan banyak orang sering sakit 
hatinya. Tentunya hati pun dapat memandang dengan matanya, itu jika ruangan 
hati tersebut bening dan didukung pencahayaan yang cukup. Maka wajarlah jika 
seseorang yang bening hatinya, akan mampu melihat apa yang ada sesuai daya 
jangkau yang ada, namun ketika ruang atmosfir hati masih keruh dengan warna, 
dia akan buta dan membabi buta, tak akan tahu jalan, tak bisa membedakan mana 
buruk dan mana baik, yang ada hanya keruh, kalaupun keruhnya berwarna putih 
tentunya seperti kabut yang menyelimuti musim dingin, kalaupun keruhnya 
berwarna coklat tentu seperti halnya menyelam dalam lumpur, apalagi keruhnya 
warna-warni tentu makin tidak karuan.
   
  Dan ketika atmosfir hati kita penuh dengan polusi, tentu perjalanan kita akan 
terganggu, pilot pesawat terganggu, nahkoda kapal terganggu, sopir, masinis dan 
para pengemudi akan terganggu, kecuali mereka punya satelit yang berfungsi 
normal serta dapat mengirim dan menerima sinyal tentu akan sampai tujuan dengan 
selamat. dan satu-satunya satelit dalam diri kita adalah hati, cukup dengan 
mengaktifkan hati dengan sinyal-sinyal yang benar tentu perjalanan kita akan 
sampai dengan selamat serta mendapat ketenangan, karena sinyal kita terhubung 
langsung dengan sumber sinyal yang ada pada tujuan perjalanan kita. Wahai Dzat 
yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada jalanMu.
   
  "......Katakanlah:"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki 
dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, (QS. 13:27) (yaitu) 
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat 
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 
13:28)
   
  Alliem
  Cairo, Senin 07 Januari 2008
  Berusaha Untuk Bebas Polusi
   


  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.tk  or  http://www.muallimku.blogspot.com 
  Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke