----- Original Message ----- 
  From: FreeThinker 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, January 07, 2008 11:23 PM
  Subject: [zamanku] Ciri Ciri Islam Fanatik (aka Extreem)


  Tanda sikap ekstrim yang paling mencolok, menurut Dr. Yusuf Qardhawi, adalah 
fanatik pada suatu pendapat dengan fanatisme yang keterlaluan, sehingga tidak 
mau mengakui keberadaan pendapat lain. (Islam Ekstrem: Analisis dan 
Pemecahannya, hlm. 32)
  Apa sajakah ciri-ciri orang ekstrim-fanatik yang tidak mau mengakui pendapat 
lain?
  Berikut ini tujuh ciri orang-orang ekstrim yang terlalu fanatik dan tidak mau 
menerima keberadaan pendapat lain.
  1) Mereka mengulang-ulang dalil tertentu saja, yaitu yang menopang pendapat 
mereka, seraya mengabaikan dalil lain yang menentang pendapat mereka.
  Contohnya, mereka gembar-gemborkan hadits yang menyatakan terlarangnya 
berduaan dengan nonmuhrim, tetapi mereka mengabaikan keberadaan hadits lain 
yang menyatakan bahwa ada kalanya berduaan itu justru merupakan sunnah Nabi. 
(Lihat artikel "Berduaan dengan Pacar, Haramkah?").
  2) Mereka menyalahgunakan dalil 'pemisah antara yang haq dan yang batil', di 
antaranya: hadits "Yang halal itu jelas [halal] dan yang haram itu jelas 
[haram]." (HR Bukhari & Muslim)
  Contohnya, karena mengira bahwa pacaran itu jelas-jelas mendekati zina, 
mereka menganggap bahwa pacaran itu jelas haram. Lalu mereka tidak menerima 
pendapat lain yang mengatakan bahwa pacaran itu tidak selalu haram.
  3) Mereka mengira bahwa mereka tahu pasti mana yang haram dan mana yang halal 
(dan bahwa orang lain yang tidak sependapat dengan mereka tidak tahu sama 
sekali mana yang haram dan mana yang halal).
  Mereka lupa bahwa hadits tadi ada lanjutannya, yaitu "dan di antara keduanya 
terdapat musyabbihat [yang tidak jelas apakah halal ataukah haram] yang tidak 
diketahui oleh sebagian besar orang." Kalau pun menyadari adanya keterangan 
lanjutan tersebut, mereka menyangka bahwa mereka pasti bukan tergolong sebagian 
besar orang yang tidak tahu hal-hal yang musyabbihat itu.
  4) Mereka sering menyampaikan fatwa dan hasil ijtihad (dengan menggunakan 
istilah lain, misalnya: konsultasi, tausiyah, materi tarbiyah, oase iman, dll.) 
dalam persoalan-persoalan yang bukan spesialisasi mereka, tetapi justru 
menentang fatwa dan hasil ijtihad ulama spesialis yang berseberangan dengan 
mereka.
  Contohnya, spesialisasi Abu Syuqqah adalah hubungan pria-wanita, tetapi 
mereka menentang hasil ijtihadnya yang menyarankan adanya hubungan percintaan 
sebelum peminangan. Padahal, spesialisasi mereka bukanlah hubungan pria-wanita. 
Contoh lain, spesialisasi Quraish Shihab adalah tafsir Al-Qur'an, tetapi mereka 
menentang fatwa beliau yang mengatakan bahwa pacaran atau hubungan percintaan 
sebelum peminangan itu TIDAK selalu mendekati zina, ketika beliau menafsirkan 
ayat "dan janganlah kau dekati zina. .". Padahal, mereka bukanlah ahli tafsir. 
(Lihat artikel "Fatwa Pacaran: Siapa Yang Salah?").
  5) Mereka maunya disimak, tetapi tidak mau menyimak.
  Orang-orang yang ekstrim seperti itu seolah-olah berkata kepada kita, "Adalah 
hakku untuk berbicara dan kewajibanmu untuk mengikuti." (Islam Ekstrem, hlm. 
33) Kalau pun menyimak suara kita, mereka melakukannya secara parsial, tidak 
seutuhnya, sehingga mereka salah paham.
  6) Mereka bersikap keras (dan kasar) bila pendapat mereka tidak kita ikuti.
  Kalau kita tidak mengikuti pendapat mereka, muncullah perilaku mereka yang 
kekanak-kanakan, yaitu mencari-cari kesalahan kita, bahkan sampai 
mengintimidasi atau menteror kita dengan berbagai tuduhan seperti "bid'ah, 
kafir, musuh Islam, jaringan iblis laknat, dsb.". Mereka tak sadar bahwa 
pendapat siapa pun (kecuali Nabi) boleh ditinggalkan.
  7) Mereka menolak jalan tengah.
  Mereka itu menderita penyakit "gampangan dan terlalu berhati-hati". (Lihat 
Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 3, hlm. 74-75.) Gejala penyakit mental ini 
terlihat ketika mereka cenderung menganggap bahwa di depan kita hanya ada dua 
pilihan: (a) tradisi Arab yang mereka klaim sebagai syariat Islam, misalnya 
"taaruf", yang gampang mereka jalani, atau (b) budaya Barat yang menurut 
mereka, demi kehati-hatian, tidak perlu diislamisasi, misalnya "berduaan dengan 
pacar". Tentu saja, karena 'pacaran islami' merupakan jalan tengah, mereka pun 
menentang keberadaannya.


------------------------------------------------------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.  


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1212 - Release Date: 06/01/2008 
22:55


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke