Kabar Indonesia.
Oleh : Dito Anurogo, S.ked
08-Jan-2008, 22:39:28 WIB - [www.kabarindonesia.com]
Siapa atau Apakah Waktu Itu dan Bisakah Kita
Mempengaruhinya?
KabarIndonesia - "Besso meninggalkan dunia yang unik ini
hanya selisih sedikit saja dengan saya. Hal itu tidak ada artinya.
Manusia seperti kami-kami ini, yang percaya pada fisika, mengetahui
bahwa perbedaan antara masa lampau, masa kini dan masa yang akan
datang hanyalah sebuah ilusi yang keras hati dan berkepanjangan."
Catatan seperti tersebut di atas adalah sebuah penggalan
dari selembar surat milik Albert Einstein yang ditulis segera
sesudah koleganya Michele Besso meninggal dan ditujukan kepada
keluarganya. Einstein adalah orang pertama yang menghubungkan
pengertian "Waktu" sebagai dimensi ke-empat.
Beberapa tahun setelah Einstein memperkenalkan teori
relativitasnya, para ilmuwan mulai menganggap sang waktu sebagai
sebuah dimensi, yang sudah diketahui tak terpisahkan dan menyatu
dengan ketiga dimensi ruang lainnya. Akan tetapi berbeda dengan
besaran: tinggi, panjang dan lebar, ialah sangat sulit mewujudkan
sang waktu secara grafis. Biasanya tubuh kita bergerak dalam arahan
ruang di mana kitalah yang mengendalikannya. Apabila kita tidak
bergerak, koordinat ruang kita juga tetap konstan. Namun bahkan
sebuah batu-karang "berlari" melalui waktu. Hal ini diumpamakan
bagaikan sebuah mobil yang bergerak maju dan tidak dapat direm lagi.
Akan tetapi apakah kita selalu dikuasai waktu, atau
dapatkah kita memiliki beberapa kemampuan untuk mempengaruhinya?
Kesusasteraan fiksi-ilmiah sudah sejak lama menghubungkan daya
imajinasi kita dengan ide dari mesin waktu ke jalur yang sama.
Sudah beberapa dekade ini para pakar fisika mencari
jalan untuk menerobos konstante tersebut yang mengikat secara abadi
umat manusia dengan masa kini. Namun sampai dengan hari ini
nampaknya manusia selalu saja tidak mampu berjalan sesuai kehendak
hati menerobos berbagai era sejarah yang berlainan.
Sejumlah ilmuwan telah melakukan eksperimen dengan
bantuan indra kesadaran manusia untuk melihat ke masa lampau atau
masa depan. Di dalam kelompok supra-natural, pra-kognisi dan pasca-
kognisi (Kemampuan melihat sebelum dan sesudah kejadian) ialah suatu
kemampuan yang sudah sejak lama diakui, yang mana melaluinya masa
depan dan masa lampau dapat diteropong.
Dari posisi kita berada, dengan sebuah teleskop, kita
dapat melihat koordinat ruang pada jarak sangat besar. Idem ditto
banyak orang menyatakan bahwa mereka dapat melihat sebuah dimensi,
yang mana masa lampau dan masa depan eksis secara bersamaan.
Mengamati sebuah titik dengan struktur "sang waktu" adalah satu hal,
akan tetapi mengabstrakkan sang waktu secara fisik adalah satu hal
yang sama sekali berlainan.
Eksperimen Philadelphia
Salah satu eksperimen terkenal untuk mempengaruhi ruang-
waktu diadakan pada tanggal 28 Oktober 1943 di Philadelphia. Tentu
saja banyak orang meragukan bahkan sampai hari inipun tentang
keabsahan pernyataan yang dibuat waktu itu.
Nampaknya target dari eksperimen tersebut, USS Eldridge,
sebuah kapal perang kelas penghancur, dengan bantuan pemodifikasian
medan magnetnya, ialah untuk dibuat tidak nampak sama sekali. Dr.
Franklin Reno memimpin eksperimen itu yang mana teori-teori Einstein
(Einstein sendiri konon adalah saksi percobaan tersebut)
dipergunakan.
Namun sesuatu telah berjalan tidak sesuai dengan
rencana. Kapal besar tersebut menghilang dari perairan Philadelphia
dan muncul kembali sesudah 20 menit pada jarak 375 mil di Norfolk.
Entah bagaimana sesudah empat jam ia muncul kembali di Philadelphia.
Dalam kondisi normal biasanya dibutuhkan sedikitnya dua hari untuk
menempuh jarak tersebut. Badan kapal itu muncul kembali di
Philadelphia dengan fosfor mengkilat berwarna kehijauan. Kru kapal
tersebut sakit secara fisik dan psikis. Beberapa kelasi mengalami
trauma dan sebagian lainnya menderita kebakaran. Beberapa bahkan
menempel lekat pada dinding dan lantai kapal, seolah-olah mereka
selama eksperimen dapat berjalan menembus dinding dan secara tiba-
tiba tidak mampu lagi.
Apa yang sebenarnya telah terjadi waktu itu? Kemanakah
mereka pergi selama teleportasi yang tidak diinginkan tersebut?
Hingga hari ini terdapat ratusan argumentasi yang menguatkan
kebenaran eksperimen ini atau pun yang telah menentangnya.
Mesin Waktu Chernobrovs
Ilmuwan Rusia yang kontroversial, Vadim Chernobrov dan
teamnya telah melakukan serangkaian aneka eksperimen dengan sebuah
mesin-waktu yang mana ia menggunakan berbagai peralatan pompa
electromagnetic. Chernobrov mulai dengan proyeknya pada tahun 1987.
Ia memberitakan, telah sedikit merubah sang waktu melalui dampak
tertentu magnetic. Konon penundaan sang-waktu terbesar dalam 1 jam
ialah 1,5 detik, penundaan-waktu tersebut kurang lebih sebesar 3%.
Pada bulan Agustus 2001 Chernobrov memasang sebuah mesin-
waktu lainnya yang digerakkan dengan baterai mobil di sebuah hutan
dekat Wolgograd di Rusia. Ia mencatat perubahan sang waktu dengan
Oszillator-kristal simetris dan ia memberitakan tentang sebuah
perlambatan sang waktu dalam area pengaruh medan mesin kira-kira
sebesar 10%.
Chernobrov dengan para asistennya menempatkan diri
mereka dalam area pengaruh medan dan memberitakan bahwa mereka
merasakan, pada waktu bersamaan seolah berada di 2 tempat yang
berlainan, sepertinya telah dibukakan bagi mereka sebuah ruangan
tambahan. "Perasaan yang tak dapat dibayangkan ini, yang mana telah
kami alami melalui momentum-momentum itu, tidak dapat dilukiskan
dengan kata-kata," demikian penjelasannya.
Apakah eksperimen ini mengarah kepada suatu masa depan?
Di mana manusia dalam dimensi waktu dapat melancong dengan kemudahan
yang sama seperti yang sekarang ini dapat dilakukan yakni berlalu-
lalang dalam ruang 3 dimensi? Ataukah hukum alam dari dimensi ke
empat ini sedemikian rupa bahwa kita untuk selamanya terikat pada
hukum mereka?
Ilmu pengetahuan yang diakui umum menjelaskan bahwa
perjalanan melalui sang waktu hanya dimungkinkan apabila kecepatan
sebuah partikel lebih cepat daripada kecepatan-cahaya. Padahal teori
relativitas menjelaskan, apabila kecepatan sebuah partikel mendekati
kecepatan-cahaya, massa dari sebuah obyek akan bertambah sedemikian
rupa hingga tidak memungkinkan lagi untuk mencapai barikade dari
sang waktu. Beberapa orang berani ambil risiko, yakni melalui teori
perubahan bentuk dari ruang-waktu yang terkenal dengan
istilah "Lubang-lubang cacing", perjalanan semacam itu dapat saja
direalisir.
mediacare
http://www.mediacare.biz
[Non-text portions of this message have been removed]