Bangsa Mongol dan Dinasti Ilkhan

Ditulis pada Oktober 1, 2007 oleh suryaningsih 
Pada tahun 565 H/1258 M, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang 
tiba di salah satu pintu Baghdad. Khalifah Al-Mu'tashim betul-betul tidak 
berdaya dan tidak mampu membendung "topan" tentara Hulagho Khan. Kota Baghdad 
dihancurkan rata dengan tanah, dan Hulagho Khan menancapkan kekuasaan di 
Banghdad selama dua tahun, sebelum melanjutkan gerakan ke Syiria dan Mesir.

Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja 
mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa 
kemunduran politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan 
dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut 
pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan 
tersebut.

Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia 
Tengah sampai ke Siberia Utara, Tibet Selatan dan Manchuria Barat serta 
Turkistan Timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan, yang mempunyai dua 
putera kembar, Tatar dan Mongol. Kedua putera itu melahirkan dua suku bangsa 
besar, Mongol dan Tartar. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan 
keturunan pemimpin bangsa Mongol di kemudian hari.

Dalam rentang waktu yang sangat panjang, kehidupan bangsa Mongol tetap 
sederhana. Mereka mendirikan kemah-kemah dan berpindah-pindah dari satu tempat 
ke tempat lain, menggembala kamhing dan hidup dari hasil buruan. Mereka juga 
hidup dari hasil perdagangan tradisional, yaitu mempertukarkan kulit binatang 
dengan binatang yang lain, baik di antara sesama mereka maupun dengan hangsa 
Turki dan Cina yang menjadi tetangga mereka. Sebagaimana umumnya hangsa nomad, 
orang-orang Mongol mempunyai watak yang kasar, suka berperang, dan berani 
menghadang maut dalam mencapai keinginannya. Akan tetapi, mereka sangat patuh 
kepada pemimpinnya. Mereka menganut agama Syamaniah (Syamanism), menyembah 
bintang-bintang, dan sujud kepada matahari yang sedang terbit.

Kemajuan bangsa Mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan 
Yasugi Bahadur Khan. la herhasil menyatukan 13 kelompok suku yang ada waktu 
itu. Setelah Yasugi meninggal, puteranya, Timujin yang masih berusia 13 tahun 
tampil sebagai pemimpin. Dalam waktu 30 tahun, ia berusaha memperkuat angkatan 
perangnya dengan menyatukan hangsa Mongol dengan suku bangsa lain sehingga 
menjadi satu pasukan yang teratur dan tangguh. Pada tahun 1206 M, ia mendapat 
gelar Jengis Khan, Raja Yang Perkasa. la menetapkan suatu undang-undang yang 
disebutnya Alyasak atau Alyasah, untuk mengatur kehidupan rakyatnya. Wanita 
mempunyai kewajiban/yang sama dengan laki-laki dalam kemiliteran. Pasukan 
perang dibagi dalam beberapa kelompok besar dan kecil, seribu, dua ratus, dan 
sepuluh orang. Tiap-tiap kelompok dipimpin oleh seorang komandan. Dengan 
demikian bangsa Mongol mengalami kemajuan pesat di bidang militer.

Setelah pasukan perangnya terorganisasi dengan haik, Jengis Khan berusaha 
memperluas wilayah kekuasaan dengan melakukan penaklukan terhadap daerah-daerah 
lain. Serangan pertama diarahkan ke kerajaan Cina. la herhasil menduduki Peking 
tahun 1215 M. Sasaran selanjutnya adalah negeri-negeri Islam. Pada tahun 606 
H/1209 M, tentara Mongol keluar dari negerinya dengan tujuan Turki dan 
Ferghana, kemudian terus ke Samarkand. Pada mulanya mereka mendapat perlawanan 
berat dari penguasa Khawarizm, Sultan Ala al-Din di Turkistan. Pertempuran 
berlangsung seimbang. Karena itu, masing-masing kembali ke negerinya. Sekitar 
sepuluh tahun kemudian mereka masuk Bukhara, Samarkand, Khurasan, Hamadzan, 
Quzwain, dan sampai ke perbatasan Irak. Di Bukhara, ibu kota Khawarizm, mereka 
kembali mendapat perlawanan dari Sultan Ala al-Din, tetapi kali ini mereka 
dengan mudah dapat mengalahkan pasukan Khawarizm, Sultan Ala al-Din tewas dalam 
pertempuran di Mazindaran tahun 1220 M. la digantikan oleh puteranya, Jalal 
al-Din yang kemudian melarikan diri ke India karena terdesak dalam pertempuran 
di dekat Attock tahun 1224 M. Dari sana pasukan Mongol terus ke Azerbaijan: Di 
setiap daerah yang dilaluinya, pembunuhan besar-besaran terjadi. 
Bangunan-bangunan indah dihancurkan sehingga tidak berbentuk lagi, demikian 
juga isi bangunan yang sangat bernilai sejarah. Sekolah-sekolah, mesjid-mesjid 
dan gedung-gedung lainnya dibakar.

Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah, Jengis Khan membagi wilayah 
kekuasaannya menjadi empat bagian kepada empat orang puteranya, yaitu Juchi, 
Chagatai, Ogotai dan Tuli. Chagatai berusaha menguasai kembali daerah-daerah 
Islam yang pemah ditaklukkan dan berhasil merebut Illi, Ferghana, Ray, Hamazan, 
dan Azerbaijan. Sultan Khawarizm, Jalal al-Din berusaha keras membendung 
serangan tentara Mongol ini, namun Khawarizm tidak sekuat dulu. Kekuatannya 
sudah banyak terkuras dan akhirnya terdesak. Sultan melarikan diri. Di sebuah 
daerah pegunungan ia dibunuh oleh seorang Kurdi. Dengan demikian, berakhirlah 
kerajaan Khawarizm. Kematian Sultan Khawarizmsyah itu membuka jalan bagi 
Chagatai untuk melebarkan sayap kekuasaannya dengan lebih leluasa.

Saudara Chagatai, Tuli Khan menguasai Khurasan. Karena kerajaan-kerajaan Islam 
sudah terpecah belah dan kekuatannya sudah lemah. Tuli dengan mudah dapat 
menguasai Irak. la meninggal tahun 654 H/1256 M, dan digantikan oleh puteranya, 
Hulagu Khan.

Pada tahun 656 H/1258 M, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang 
tiba di salah satu pintu Baghdad. Khalifah al-Mu'tashim, penguasa terakhir Bani 
Abbas di Baghdad (1243 - 1258), betul-betul tidak mampu membendung "topan" 
tentara Hulagu Khan. Pada saat yang kritis tersebut, wazir khilafah Abbasiyah. 
Ibn al-' Alqami ingin mengambil kesempatan dengan menipu khalifah. la 
mengatakan kepada khalifah. "Saya telah menemui mereka untuk perjanjian damai. 
Raja (Hulagu Khan) ingin mengawinkan anak perempuannya dengan Abu Bakr. putera 
khalifah. Dengan demikian, Hulagu Khan akan menjamin posisimu. la tidak 
menginginkan sesuatu kecuali kepatuhan, sebagaimana kakek- kakekmu terhadap 
sultan-sultan Seljuk.

Khalifah menerima usul itu. la keluar bersama beberapa orang pengikut dengan 
membawa mutiara, permata dan hadiah-hadiah berharga lainnya untuk diserahkan 
kepada Hulagu Khan. Hadiah-hadiah itu dibagi-bagikan Hulagu kepada para 
panglimanya. Kebe- rangkatan khalifah disusul oleh para pembesar istana yang 
terdiri dari ahli fikih dan orang-orang terpandang. Tetapi, sambutan Hulagu 
Khan sungguh di luar dugaan khalifah. Apa yang dikatakan wazirya temyata tidak 
benar. Mereka semua. termasuk wazir sendiri. dibunuh dengan leher dipancung 
secara bergiliran. Dengan pembunuhan yang kejam ini. berakhirlah kekuasaan 
Abbasiyah di Baghdad. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, 
sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongol tersebut.

Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad 
selama dua tahun, sebelum melanjutkan gerakan ke Syria dan Mesir. Dari Baghdad 
pasukan Mongol menyeberangi sungai Euphrat menuju Syria, kemudian melintasi 
Sinai, Mesir. Pada tahun 1260 M mereka berhasil menduduki Nablus dan Gaza. 
Panglima tentara Mongol, Kitbugha, mengirim utusan ke Mesir meminta supaya 
Sultan Qutuz yang menjadi raja kerajaan Mamalik di sana menyerah. Permintaan 
itu ditolak oleh Qutuz, bahkan utusan Kitbugha dibunuhnya.

Tindakan Qutuz ini menimbulkan kemarahan di kalangan tentara Mongol. Kitbugha 
kemudian melintasi Yordania menuju Galilie. Pasukan ini bertemu dengan pasukan 
Mamalik yang dipimpin langsung oleh Qutuz dan Baybras di ' Ain Jalut. 
Pertempuran dahsyat terjadi, pasukan Mamalik berhasil menghancurkan tentara 
Mongol, 3 September 1260 M.

Baghdad dan daerah-daerah yang ditaklukkan Hulagu selanjutnya diperintah oleh 
dinasti Ilkhan. Ilkhan adalah gelar yang diberikan kepada Hulagu. Daerah yang 
dikuasai dinasti ini adalah daerah yang ter1etak antara Asia Kecil di barat dan 
India di timur, dengan ibukotanya Tabriz. Umat Islam, dengan demi dipimpin oleh 
Hulagu Khan, seorang raja yang beragama Syamanism. Hulagu meninggal tahun 1265 
M dan diganti oleh anaknya, Abaga ( 1265-1282 M) yang masuk Kristen. Baru 
rajanya yang ketiga, Ahmad Teguder ( 1282-1284M), yang masuk Islam. Karena 
masuk Islam, Ahmad Teguder ditantang oleh pembesar- pembesar kerajaan yang 
lain. Akhimya, ia ditangkap dan dibunuh oleh Arghun yang kemudian 
menggantikannya menjadi raja (1284-1291 M). Raja dinasti Ilkhan yang keempat 
ini sangat kejam terhadap umat Islam. Banyak di antara mereka yang dibunuh dan 
diusir .

Selain Teguder, Mahmud Ghazan ( 1295-1304 M), raja yang ketujuh, dan raja-raja 
selanjutnya adalah pemeluk agama Islam. Dengan masuk Islamnya Mahmud Ghazan 
-sebelumnya beragama Budha, Islam meraih kemenangan yang sangat besar terhadap 
agama Syamanisme. Sejak itu pula orang-orang Persia mendapatkan kemerdekaannya 
kembali .

Berbeda dengan raja-raja sebelumnya, Ghazan mulai memperhatikan perkembangan 
peradaban. la seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastera. la amat gemar 
kepada kesenian terutama arsitektur dan ilmu pengetahuan alam seperti 
astronomi, kimia, mineralogi, metalurgi dan botani. la membangun semacam biara 
untuk para darwis, perguruan tinggi untuk mazhab Syafi'i dan Hanafi, sebuah 
perpustakaan, observatorium, dan gedung-gedung umum lainnya. la wafat dalam 
usia muda, 32 tahun, dan digantikan oleh Muhammad Khudabanda Uljeitu (1304-1317 
M), seorang penganut syi'ah yang ekstrem. la mendirikan kota raja Sultaniyah, 
dekat Zan jan. Pada masa pemerintahan Abu Sa' id ( 1317-1335 M), pengganti 
Muhammad Khudabanda, terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan 
angin topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka. Kerajaan Ilkhan yang 
didirikan Hulagu Khan ini terpecah belah sepeninggal Abu Sa'id. Masing-masing 
pecahan saling memerangi. Akhirnya, mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk.

DIarsipkan di bawah: Shirah 

http://suryaningsih.wordpress.com/2007/10/01/masa-kemunduran-1250-1500-m-bangsa-mongol-dan-dinasti-ilkhan/



mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke