Kronik Dokumentasi Wida:
   
   
  PUISI-PUISI BACHTIAR SIAGIAN [2]
   
   
  PERNYATAAN
   
   
  I
   
  Aku adalah aku
  Dan Kau adalahg kau
  Tetapi di dirimu ada aku
  Dab di diriku ada Kau
   
   
  Kita -- kau dan aku -- adalah pernyataan
  Tentang keburukan dan kebaikan
  Tentang kekuatan dan kelemahan
  Tentang keterbatasan dan ke-tak-terbatasan
  Tentang tahu dan tak tahu
  Tentang ada dan tak ada
  Tentang keganjilan dan kegenapan
  Tentang kemuliaan dan kehinaan
   
   
  Aku adalah aku 
  Yang senantiasa memerlukanmu
  Dan Kau adalah Kau
  Yang selalu memerlukanku
   
   
  Kita ini awal dan akhir
  Awal dari ketiadaan
  dan akhir dari keberadaan
  Kita penerima dan pengambil keputusan
  Kita saling membenci dan mengasihi
   
   
  Kita mengasihi karena saling memerlukan
  Kita membenci karena saling berebutan
  Kita menjadi sombong dan takabur
  Di hadapan Sesuatu yang tak terukur
   
   
  Kita ini sombong dalam kedunguan
  Dan takabur dalam kelumpuhan 
  Kau adalah aku
  Dan aku adalah Kau
   
   
  II
   
   
  Kita banggakan senyum dusta
  dan pernyataan hampa
  Kemuliaan; itulah aku 
  Keperkasaan; itulah aku
  Ke-tak-terbatasan: itulah aku
  dan ketika membanggakankedunguan itu
  Kau hirup udara yang pernah kuhirup
  Kuteguk air yang pernah kau minum
  Di bumi yang tunggal ini
  Yang bukan milik kita
  tetapi memberikan segalanya
   
   
  Pernahkah kau pertanyakan dirimu
  Di hadapan hatimu sendiri
  Siapakah aku?
   
   
  Pernahkah kau pertanyakan
  Siapa gerangan kita, kau dan aku
  Di hamparan bumi yang bukan milik kita
  Tetapi memberikan segalanya?
   
   
  Kau adalah aku
  Aku adalah kau
  Kita adalah kau dan aku
  Yang bukan hanya milik kita
   
   
  III
   
   
  Suatu saat kita terdampar
  Di persimpangan tak bertanda 
  Kau paksa aku ke sana
  Kudesak kau ke sini
  Kita jadi serakah
  pada keakuan sendiri
   
   
  Kita terlupa
  bahwa kau adalah aku 
  dan aku adalah kau
  kita gila dalam keserakahan
  di ladang  yang bukan kita punya 
  lalu tenggelam kehilangan arti
  dalam kilau impian sendiri
   
  ***
   
   
   
   
   
   
   
  Lampiran:
   
  Putu Oka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   To: <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Putu Oka" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 12 Jan 2008 18:45:44 +0700
Subject: Re: [wahana-news] kronik dokumentasi wida: puisi-puisi bachtiar 
siagian [1]

        Bung Emil,
Bung Bahtiar Siagian sudah lama meninggal. Kalau ada naskah yang ingin disimpan 
di Indonesia dan mungkin untuk diterbitkan silakan hubungi Fay. Dia punya 
perpustakaan untuk umum dengan berbagai sumber dokumentasi, termasuk tulisan 
orang-orang Lekra.Saya kira Fay akan senang menerima copy naska tsb. Juga 
sangat baik disiarkan melalui internet ini.

salam
putu oka





       
---------------------------------
 
 Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke