ya begitu juga boleh kok mas..
menjelas yang bagus, terima kasih ya..

salam,
agussyafii

--- In [email protected], Phyllobates Terribilis
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Boleh nimbrung niyeee?
>    
>   "Sejati" dalam hal ini, kalau saya lho, saya artikan seperti dalam
bahasa Inggres: "real", dan tentu saja ini menempel pada individu,
bukan organisasi. Lalu "pemimpin",  saya sandarkan dalam bahasa
Inggres lagi: leader", kepemimpinan: "leadership".
>    
>   Menurut ilmu managament, pemimpin yang real atau ideal, adalah
yang memenuhi persyaratan ini:
>    
>   + mengetahui arah yang dituju, target yang ingin dicapai
>   + menguasai piranti alias tehchology pencapaian tujuan itu, kalau
tidak, tahu pasti, dimana technology itu bisa diakses
>   + mampu men-sosialisasikan tujuan/target pada kelompok yang
dipimpinnya
>   + mampu meng-ada-kan (providing) semua sarana, piranti yang
dibutuhkan kelompok
>   + mampu meng-evaluasai proses pencapaian target (strength-weakness
anylisis)
>   + memiliki kharisma yang menjadi kekuatan agar didukung (bukan
dtakuti, tetapi disegani), melalui contoh atau tauladan.
>    
>   Apakah real leader sering senyum atau tidak, entahlah, yang utama,
dia mampu memancarkan optimisme pada kelompok yang dipimpinnya.
>    
>   Untuk men-seleksi bakat bakat leadership, di banyak perusahaan
besar dilakukan penilaian di assessment centre, dimana selain
diberikan masukan, para calon manager (leader) juga dimonitor ketat.
>    
>   Dalam falsafah Jawa. gambaran seorang pemimpin adalah:
>    
>   pertama, ing ngarso sung tulodo, yaitu tiap pemimpin itu harus
selalu menjadi contoh/teladan dalam setiap sepak terjang, kiprah dan
langkah-langkah dalam kehidupannya. 
>   Kedua, ing madyo mangun karso, yaitu pemimpin harus ada di tengah
rakyatnya untuk memberikan semangat. 
>   Ketiga, tut wuri handayani, yaitu seorang pemimpin harus selalu
memberikan motivasi dan dorongan dari belakang.
>    
>   Mungkin, pak HM Suharto, tidak memenuhi kriterium pertama,selalu
menjadi contoh/teladan dalam setiap sepak terjang, kiprah dan
langkah-langkah dalam kehidupannya. Beliau lebih perfer di-TAKUT-i,
daripada disegani dan dicintai. Juga seorang pemimpin masyarakat
(bukan pemimpin disebuah perusahaan), harus selalu mampu me-NGAYOMI
warga. Ini juga tidak terjadi dalam kepemimpinan beliau, setidaknya
bagi sebagian warga yang tak sehalauan atau sekepentingan dengan beliau.
>    
>   Tetapi, dalam sebagian tugas kenegaraan, banyak yang beliau penuhi
dengan mantap, yang tak dicapai oleh kepala negara sebelum dan
sesudahnya. Pembangunan prasarana ekonomi Sayangnya, ini tidak tuntas,
jalan berikutnya buntu, yakni menciptakan perekonomian yang bersih,
transparan, demokratis dan good governance.
>    
>   Ini pendapat saya pribadi lho. Bagaimana bias penilaian manusia,
kita lihat, bahwa sebagian besar umat Islam mendoakan beliau, sebagian
menuntut beliau diadili.
>    
>    
>    
>   
> 


Kirim email ke