Rukun Islam 4 : Puasa Ramadhan Syariat Puasa digali dari Bibel
Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)
Puasa dalam bulan Ramadhan
Puasa yang dianjurkan dalam Taurat dan Injil juga diterapkan dalam rukun
Islam yang keempat. Menurut Surat 2 Al Baqarah ayat 183 setiap orang muslim
harus berpuasa dalam bulan Ramadhan selama 29 hari atau 30 hari.
"Hai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana
telah diwajibkan kepada orang-orang yang terdahulu dari kamu supaya kamu
bertaqwa." (Surat 2 Al Baqarah ayat 183).
Dengan demikian rukun Islam yang keempat ini, juga mengandung unsur-unsur
Taurat dan Injil. (hal. 43-44).
---------------------------------
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)
Antara Al Qur'an, Injil, Zabur dan Taurat memang terdapat persamaan, disamping
perbedaan-perbedaan yang jumlahnya tidak sedikit.
Persamaan tersebut terjadi bukan karena Muhammad saw. menjiplak kitab-kitab
sebelumnya. Melainkan karena Allah yang pernah mewahyukan Taurat dan Injil,
mewahyukan kembali kepada beliau dalam Al Qur'an.
Jadi, dalam hal ini tidak perlu dipersoalkan. Umat Kristen tidak perlu
memandang rendah Al Qur'an gara-gara ada persamaan dengan Taurat dan Injil.
Sebab umat Islam pun tidak pernah menuduh Yesus sebagai orang yang menjiplak
Taurat, meskipun banyak terdapat persamaan antara Taurat dan Injil.
Dalam surat Al Ahzaab 40 dijelaskan bahwa Rasulullah adalah nabi terakhir
(khataman nabiyyin) di antara seluruh nabi yang ada terdahulu. Sebagai nabi
yang terakhir, beliau telah berhasil menyempurnakan bangunan dienullah yang
telah mulai dikerjakan oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Sehingga sekarang
bangunan agama yang indah dan sempurna itu telah selesai.
Perumpamaan itu diberikan sendiri oleh Rasulullah saw
"Perumpamaan antara aku dan seluruh nabi-nabi lainnya adalah seperti seorang
yang mendirikan sebuah bangunan. Dia telah manyempurnakan dan memperindah
bangunan-Ku kecuali hanya sebuah batu bata yang belum dipasang di salah satu
sudut bangunan itu. Orang-orang mengelilingi dan mengagumi bangunan itu
berkomentar: "Alangkah bagusnya kalau batu bata itu diletakkan di tempat yang
kosong itu". Ketahuilah, akulah batu bata itu. Dan akulah penutup para nabi
(Muttafaqun 'alaih).
Sebagai nabi yang terakhir dengan 'bangunan dinullah' yang indah dan sempurna,
Muhammad diutus oleh Allah untuk seluruh umat manusia sepanjang zaman sampai
hari kiamat.
Puasa dalam Al Qur'an dan Bibel
Jika memang ada anjuran puasa menurut Taurat dan Injil, justru kami yang
bertanya kepada Himar Amos, mengapa anda tidak menjalankan puasa seperti yang
diajarkan oleh Taurat dan Injil itu? Apakah puasa yang dianjurkan tersebut juga
dijalankan oleh umat Kristen dewasa ini? Kalau ya, bagaimana caranya, berapa
lamakah puasa dan sejak kapan memulainya?
Bapak Himar Amos yang terkasih, coba simak apa kata kitab suci Bapak tentang
puasa berikut ini:
Menurut Perjanjian Lama, Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam:
"Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh
malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh
itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman" (Keluaran 34:28).
Menurut Perjanjian Baru, Yesus juga berpuasa selama 40 hari 40 malam:
"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah
Yesus" (Matius 4:2).
Menurut Injil Lukas, Yesus disunahkan berpuasa setiap minggu dua kali, yaitu
setiap hari Senin dan Kamis. Perhatikan ayat di bawah ini:
"Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala
penghasilanku" (Lukas 18:12).
Yang menjadi pertanyaan adalah, Kenapa Himar Amos beserta umat Kristen lainnya
tidak berpuasa seperti teladan Nabi Musa dan Isa (Yesus) ? Jawaban yang pasti,
karena mereka tidak sanggup, sebab kalau Himar Amos melakukannya, tidak makan
dan tidak minum selama 40 hari 40 malam, pasti akan mati, bukan ?
Tapi pernahkah Himar Amos dengar kalau ada umat Islam yang mati karena berpuasa
selama 30 hari (bukan 30 hari 30 malam)? Tidak ada, bukan ? Nah, inilah yang
namanya ajaran puasa yang rasional, disempumakan dalam kitab suci Al Qur'an
oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw.
Kenapa Himar Amos dan umat Kristen lainnya tidak berpuasa seminggu dua kali
seperti dalam Injil Lukas 18:12? Bukankah justru umat Islam yang memelihara
puasa seminggu dua kali tersebut? Dalam Bibel sekarang ini, hari Senin dan
kamis sudah dihilangkan yang ada hanya seminggu dua kali. Tapi dalam
Ensikiopedi Alkitab, ternyata yang dimaksud dengan puasa seminggu dua kali
tersebut, jatuh pada hari Senin dan Kamis.
Nah, karena dalam Bibel sudah dirobah dan dihilangkan, maka Allah wahyukan
kembali kepada Muhammad dalam Al Qur'an segala yang benar yang pernah
diwahyukan-Nya itu, termasuk puasa pada bulan Ramadhan.
---------------------------------
Sumber: H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus) , PENDETA MENGHUJAT MUALLAF
MERALAT . Penerbit: Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) .Cetakan 1,
Juni 1999
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]