Gambar-gambar ada di:http://infoindonesia.wordpress.com



Berbagai kericuhan Pilkada terjadi di berbagai daerah. Di
Maluku Utara, Depok, Sulawesi Selatan, Pematang Siantar, Manggarai NTT Pilkada
berakhir dengan keributan. Di Maluku utara terjadi perkelahian, sementara di
Sulawesi Selatan beberapa gedung rusak dilempar batu oleh warga yang tidak
puas.


 


Sebab utama kericuhan itu hanya satu: PERBEDAAN PERHITUNGAN SUARA. Padahal 
sebab ini bisa diatasi dengan
memakai Sistem TI (Teknologi Informasi) Pilkada yang caranya tidak beda jauh
dengan Sistem TI Pemilu.


 


Yang paling sering terjadi adalah, ketika di TPS misalnya
menurut perhitungan saksi yang juga dilihat masyarakat peserta A rata2 dapat 60
dan B dapat 40. Nah pada kompilasi tingkat kabupaten (misalnya di kabupaten tsb
ada 1000 TPS) hasil perhitungan suara oleh KPUD menjadi A 45.000 dan B justru
menang jadi 55.000.


 


Tanpa ada sistem TI Pilkada, seluruh komponen masyarakat
(saksi, media massa,
lsm, dan warga) sulit untuk memeriksa hasil kompilasi tersebut sampai level TPS
apakah terjadi kekeliruan/kecurangan.


 


Tapi jika ada Sistem TI Pilkada,
kekeliruan/kecurangan penghitungan suara dapat dideteksi dengan mudah.


 


Seperti halnya SIM Perkantoran
yang merupakan cerminan/laporan dari dokumen kertas yang berkekuatan hukum,
Sistem TI Pilkada juga cerminan/laporan dari dokumen kertas penghitungan suara
yang telah ditanda-tangani saksi dan berkekuatan hukum. Sistem tersebut justru
fungsinya untuk mempermudah penghitungan suara


 


Dengan Sistem TI Pemilu pada saat pemilihan anggota DPR,
DPRD, dan juga Presiden, masyarakat dengan mudah bisa memeriksa apakah
perhitungan suara di TPS mereka memilih sesuai atau tidak. Kemudian mereka juga
bisa melihat hasil ringkasannya baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan,
Kotamadya/Kabupaten, Propinsi, hingga tingkat Nasional.


 


Dari situ mereka tahu SBY dapat berapa di tingkat Nasional,
Megawati dapat berapa di kota Jakarta, hingga perolehan masing-masing
kandidat di tiap-tiap TPS. Dengan Sistem TI Pilkada, kecurangan bisa dicegah
karena masyarakat bisa memeriksa perolehan suara di tiap TPS dan menghitung
rangkuman suaranya hingga tingkat tertinggi. 


 


IGOS Center Bandung yang didukung Ristek sudah berhasil
membuat Sistem TI Pilkada Open Source yang murah meriah sehingga bisa segera
diterapkan.


 


Jika pemerintah memang sungguh-sungguh ingin mencegah kecurangan
Pilkada atau kericuhan Pilkada, sudah saatnya pemerintah menerapkan Sistem TI
Pilkada untuk membantu penghitungan suara Pilkada sehingga kericuhan Pilkada
berhenti sampai di sini.


 


 


Berbagai cuplikan berita tentang Pilkada


===


Sistem TI untuk Penghitungan Suara Pilkada


http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=2317


 


Salah satu produk yang akan diperagakan dalam acara
pembukaan IGOS Center Bandung adalah aplikasi e-Demokrasi yang mampu
menyelesaikan persoalan proses dan tahapan Pemilu dan Pilkada secara murah,
efektif, dan aman. Apliaksi e-Demokrasi juga disertai dengan produk the Next
Generation Counting & Voting system yang merupakan perangkat e-voting
generasi terakhir. Produk tersebut berpeluang iujicobakan pada TPS khusus atau
TPS luar negeri pada pemilu 2009 atau pilkada 2008. Produk itu mencakup PC
voting, i-voting, dan m-voting. Riset dan pengembangannya aplikasi
tersebut didukung penuh oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Zamrud
Technology. Sudah
saatnya KPU, Pemerintah dan DPR


bersungguh-sungguh melakukan efisiensi biaya Pemilu 2009
dengan menggunakan trobosan teknologi informasi yang berbasis OSS.


===


 


Ricuh Pilkada


Ricuh Pilkada. Jelang pemilihan kepala daerah langsung,
beberapa daerah di Indonesia
diwarnai demo bahkan tak jarang berakhir dengan bentrokan antara massa ...


www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0505/16/teropong/utama2.htm


 


Ricuh Pilkada Maluku
Utara


Ricuh Pilkada Maluku Utara Keputusan KPU Tunggu Hasil
Lapangan. Jakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengambil keputusan mengenai
pelaksanaan pemilihan ...


www.sinarharapan.co.id/berita/0710/25/nas08.html


 


Ricuh Pilkada di
Nusantara - Radio
Nederland Wereldomroep Siaran ...


Belakangan ini, banyak proses pemilihan kepala daerah
berakhir dengan sengketa hukum di pengadilan. Kasus terakhir, pilkada gubernur
Sulawesi Selatan, ...


www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/ricuh_pilkada


 


detikcom - JK: Masyarakat Berpikir Saya Menguasai Semua Hal


Ricuh Pilkada Sulsel JK: Masyarakat Berpikir Saya
Menguasai Semua Hal Fitraya Ramadhanny - detikcom. Jakarta - Wakil
Presiden Jusuf Kalla menilai masyarakat ...


www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/20/time/231813/idnews/881536/idkanal/10


 


 
===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS 
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 
 
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id





      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke