Sepertinya massa bayaran nih...:))

  ----- Original Message ----- 
  From: Yap Hong Gie 
  To: Post Nasional ; Post Mediacare ; Post Marinir TNI-AL 
  Cc: Post X-PPI-Eropa77-87 ; Post Wahana-News ; Post T-net ; Post PPIIndia 
  Sent: Monday, January 28, 2008 10:11 AM
  Subject: [ppiindia] Selamat Jalan Pak Harto, Jasamu Akan Selalu Dikenang



  
http://www.antara.co.id/arc/2008/1/28/massa-berderet-di-jalanan-lepas-soeharto/

  Nasional 28/01/08 09:44
  Massa Berderet di Jalanan Lepas Soeharto

  Jakarta (ANTARA News) - Massa berderet di sepanjang jalan yang dilewati
  rombongan iring-iringan jenazah Soeharto dan keluarga, karena mereka ingin
  menyaksikan sekaligus melepas jenazah mantan Presiden RI itu saat menuju
  Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

  Berdasarkan pengamatan ANTARA News, massa memadati ruas jalan di Taman
  Suropati Menteng, titik Persimpangan Jalan HOS Cokroaminoto, hingga ke Jalan
  Rasuna Said Kuningan.

  Massa di sekitar Taman Suropati sebagian besar adalah anak-anak sekolah
  dasar dan warga sekitar Menteng yang setiap pagi berolahraga di sana.

  "Biasanya saya olahraga pagi sampai jam tujuh saja, tapi karena kabarnya
  rombongan keluarga Pak Harto ada akan melintas di jalan ini maka saya pulang
  agak terlambat untuk melihat secara langsung rombongan yang melintas,"
  katanya.

  Sementara itu, massa juga berderet di sepanjang Jalan Rasuna Said, Kuningan.
  Sebagian besar dari mereka adalah karyawan yang berkantor di kawasan
  tersebut.

  "Saya memantau dari televisi, begitu diberitakan rombongan sudah berangkat
  saya dan teman-teman berhamburan ke depan kantor," kata Imam Wibowo, seorang
  karyawan yang berkantor di gedung Menara Imperium.

  Seorang petugas keamanan di gedung Menara Gracia, Kliwanto mengatakan secara
  spontan puluhan orang di kantornya keluar dari ruangan kerja, beberapa juga
  menyaksikan dari dalam atap gedung bertingkat.

  "Bagaimanapun orang menghujat Pak Harto, dia tetap seorang mantan Presiden
  RI. Tentu saja di saat-saat terakhir beliau, saya ingin melihat untuk yang
  terakhir kalinya," ujar Rahmat, karyawan di Plasa Stiabudi, Kuningan.

  Pemandangan massa yang berderet di pinggir jalan tersebut hanya berlangsung
  beberapa menit karena mereka harus segera kembali ke rutinitas kerja.

  Berbagai tanggapan dan komentar bermunculan dari massa yang perlahan
  membubarkan diri. Sebagian orang mengaku sangat kehilangan pria yang disebut
  Bapak Pembangunan itu, sementara sebagian yang lain berucap kata doa.

  "Semoga arwah beliau tenang dan keluarga besar Pak Harto tabah. Meski orang
  banyak yang tidak suka pada Pak Harto, tapi perasaan kehilangan itu tetap
  ada," ungkap Rahmawati, seorang karyawati yang ditemui di Taman Suropati.

  Rahmawati mengatakan ia terpaksa masuk kantor lebih siang dari jam kerja
  biasanya karena sengaja ingin melihat iringan jenazah Soeharto dan keluarga.
  Perempuan yang berkantor di Jalan Pramuka ini mengaku Soeharto memiliki
  banyak arti bagi keluarganya.

  "Pada saat dia menjadi Presiden rasanya mencari pekerjaan tidak sesulit
  sekarang, kondisi keamanan juga sangat kondulsif, harga kebutuhan pokok juga
  tidak melonjak seperti sekarang," ujarnya.(*)

  Copyright © 2008 ANTARA

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  Home/Megapolitan/News
  Warga Jakarta Lepas Kepergian Pak Harto
  Senin, 28 Januari 2008 | 08:24 WIB

  JAKARTA, SENIN - Ribuan warga Jakarta memadati ruas-ruas jalan yang dilalui
  iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto dari
  Jalan Cendana menuju Pangkalan Udara Halim Perdana Kususma.

  Pemandangan tersebut terlihat dalam siaran live streaming KOMPAS.TV yang
  menayangkan rangkaian perjalanan rombongan sejak dari kediaman mantan
  penguasa Orde Baru.

  Rangkaian kendaraan berjalan dengan kecepatan lambat, menyusuri Jalan
  Cendana, Teuku Umar, Imam Bonjol, Rasuna Said, tol dalam kota lalu menuju
  Halim. Di Jalan Halim Perdana kusuma kepadatan massa kian terasa. Mereka
  termasuk anak-anak sekolah dan masyarakat yang juga membawa spanduk yang
  dibentangkan dipinggir jalan. Salah satunya bertuliskan, "Selamat Jalan
  Pahlawanku".

  Saat berita ini diturunkan, rombongan telah tiba di pangkalan militer TNI
  AU.

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php

  28/01/2008 07:42 WIB
  Ribuan Warga Sambut Pak Harto di Sepanjang Jl Rasuna Said
  Ramdhan Muhaimin - detikcom

  Jakarta - Hingga pukul 07.40 WIB, ribuan orang sudah memadati median tengah
  Jl. HR Rasuna Said, Jakarta. Mereka ingin menyaksikan iring-iringan jenazah
  Pak Harto. Sementara setiap jembatan penyeberangan, polisi bersiaga.

  Pemantauan detikcom, Senin (28/1/2008), Jl. HR Rasuna Said dari arah Menteng
  menuju Mampang sudah disterilkan. Tidak boleh satu pun kendaraan yang
  melewati jalan itu, baik jalur cepat atau pun lambat.

  Sementara itu, barisan warga di sepanjang Jl HR Rasuna Said semakin banyak.
  Jika dijumlahkan, warga yang berkumpul di median tengah jalan maupun pinggir
  jalan itu mencapai ribuan orang. Shelter busway juga tampak padat dengan
  orang-orang yang menyaksikan iring-iringan jenazah Pak Harto.

  Sejumlah anak-anak bersama ayah-ibunya juga terlihat dalam barisan orang
  yang menyaksikan jenazah Pak Harto. "Kami sudah menunggu di sini dari jam
  06.00 WIB," kata Ahmad, yang membawa anak-anaknya saat ditemui di shelter
  busway depan KPK.

  Jl. HR Rasuna Said akan dilalui oleh iring-iringan mobil jenazah Pak Harto.
  Di sepanjang Jl HR Rasuna Said, bendera merah putih juga terpasang setengah
  tiang.
  ( asy / nrl )

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.28.01001518&channel=1&mn=9&idx=25

  /Home/Internasional/News
  Hanya Pujian dari Sesama Pemimpin
  Senin, 28 Januari 2008 | 01:00 WIB

  DUBAI, MINGGU - Para pemimpin negara-negara di Asia Pasifik memuji-puji
  Soeharto sebagai orang yang membawa kemajuan bagi Indonesia. Tidak satu pun
  dari mereka yang menyinggung masa-masa sulit bagi warga Indonesia akibat
  pemerintahan Soeharto selama 32 tahun tanpa putus itu.

  Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo misalnya. Ia memuji Soeharto
  sebagai salah satu peletak dasar bagi organisasi ASEAN, sehingga akhirnya
  berkembang seperti sekarang dengan 10 anggota.

  "Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Presiden Soeharto merupakan pelopor visi
  Asia Tenggara yang lebih damai, progresif dan makmur yang dibangun atas
  dasar penghormatan dan pemahaman," kata Arroyo dalam pernyataan yang dibuat
  saat berkunjung di Dubai, Minggu (27/1).

  Sedangkan Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen menyebut Soeharto
  sebagai sosok politik penting. "Masa kekuasaannya menjadi penanda bagi
  sebuah periode stabilitas di Indonesia," kata Verhagen.

  Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda memuji kebijakan Soeharto
  yang mempertahankan hubungan damai antara kedua negara. "Saya berdoa agar
  mantan presiden Soeharto beristirahat dengan tenang. Beliau sejak lama
  mempertahankan persahabatan dan hubungan baik antara negara kami dan
  Indonesia," kata Fukuda dalam pesannya kepada Presiden Susilo Bambang
  Yudhoyono.

  Namun bukan berarti tidak ada suara pedas yang dilontarkan untuk
  mengomentari kematian Soeharto. "Jenderal Soeharto mati di tempat tidur,
  bukan di penjara, lolos dari pengadilan atas kejahatan yang dilakukannya di
  Timor Leste dan seluruh wilayah Indonesia," demikian pernyataan Jaringan
  Aksi Timor Leste, kelompok pembela hak asasi manusia.
  SAS

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  http://www.metrotvnews.com/

  Umum / Breaking News
  Senin, 28 Januari 2008 08:16 WIB
  WARGA JAKARTA IKUT MELEPAS KEBERANGKATAN JENAZAH PAK HARTO

  Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan warga Kota Jakarta tumpah ruah di jalanan
  yang dilintasi iring-iringan kendaraan pembawa jenazah mantan Presiden
  Soeharto. Warga seakan ingin memberikan penghormatan terakhir kepada
  almarhum mantan Pemimpin Orde Baru tersebut. Bahkan, beberapa di antara
  warga tertangkap kamera menitiskan air mata.

  Di beberapa ruas jalan, sejumlah warga melambaikan tangan kepada
  iring-iringan kendaraan. Dan seakan untuk memberik kesempatan kepada warga,
  rombongan jenazah pun melaju dengan tidak begitu cepat. Padahal, jalanan
  sudah dikosongkan sejak beberapa saat sebelumnya.

  Di sepanjang jalan, beberapa kendaraan berhenti sesaat untuk melihat
  rombongan pengiring jenazah mantan Presiden Soeharto. Mereka keluar dan
  sebagian di antaranya mengabadikan pemberangkatan jenazah Pak Harto, baik
  dengan kamera maupun telepon seluler berkamera.(DEN)

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.28.0915325&channel=1&mn=1&idx=1

  /Home/Nasional
  Mereka Enggan Tinggalkan Cendana
  Senin, 28 Januari 2008 | 09:15 WIB

  JENAZAH mantan Presiden Soeharto sudah dibawa ke tempat peristirahatannya
  yang terakhir di Solo sejak pagi tadi. Kawasan Cendana berangsur-angsur
  sepi. Namun, masih ada beberapa orang yang enggan beranjak dari rumah mantan
  penguasa orde baru itu. Mereka berdiri di jalan dan cukup puas memandang
  rumah itu dari luar pagar.

  Bagi mereka menginjakkan kaki di luar rumah mantan presiden nomor dua RI itu
  merupakan pengalaman istimewa. Karena ini pertama kali mereka dapat melihat
  rumah tersebut dari dekat. "Belum pernah ke sini. Jadi bangga sekali
  melihat rumahnya Jenderal Besar. Jasanya tidak ternilai," ujar Ridoi (41)
  salah satu pelayat yang berasal dari Madura.

  Sebagai kenang-kenangan, Ridoi memetik salah satu pucuk pohon yang tumbuh di
  halaman rumah almarhum Soeharto. "Buat kenang-kenangan deh, semua yang dari
  Cendana kan barharga," katanya sambil memasukkan pucuk pohon itu ke dalam
  saku belakang celananya.

  Pengalaman datang pertama kali ke Cendana juga diakui Darsuni (34) warga
  Senen, Jakarta Pusat. Ia bersama suami dan anaknya menyempatkan berkunjung
  ke Cendana. "Dagangnya libur dulu. Bapaknya juga dagangnya libur," jawab
  Darsuni ketika ditanya apakah ia dan suaminya tidak bekerja.

  Bagi Darsuni, almarhum Soeharto merupakan sosok pemimpin yang dapat
  memajukan negara Indonesia, khususnya di bidang perekonomian. "Saya merasa
  selama Bapak menjadi presiden usaha saya berjalan baik, setelah Bapak
  lengser, usaha saya juga lengser," tuturnya. Dulu Darsuni mempunyai warung
  nasi di daerah Buncit, tapi begitu mantan penguasa orde baru lengser,
  usahanya bangkrut. Kini ia berjualan kecil-kecilan di sekolahan.

  Sampai kapan Darsuni dan keluarganya akan meninggalkan Cendana, ia menjawab,
  "Gak tau, nantilah. Mumpung ada kesempatan saya bisa ke sini." Sebagai
  kenang-kenangan Darsuni mengambil bunga yang terangkai dalam karangan bunga
  duka cita di depan rumah persemayaman almarhum Soeharto. "Ini buat
  kenang-kenangan," katanya serius.

  DIV

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  
http://www.antara.co.id/arc/2008/1/28/ucapan-belasungkawa-atas-wafatnya-soeharto-mengalir-dari-dn-dan-ln/

  Nasional 28/01/08 09:48
  Ucapan Belasungkawa Atas Wafatnya Soeharto Mengalir dari DN dan LN

  Jakarta (ANTARA News) - Kepergian mantan Presiden HM Soeharto yang terbilang
  mendadak, -setelah sehari sebelumnya kondisinya dinyatakan membaik, ternyata
  tidak hanya menyibukkan para pejabat di dalam negeri, tetapi juga di luar
  negeri.

  Pasca pengumuman resmi Ketua tim dokter kepresidenan, Mardjo Soebiandono, di
  Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Minggu siang, bahwa mantan orang nomor
  satu di Indonesia itu telah berpulang pada pukul 13.10 WIB dalam usia 86
  tahun, kesibukan pun dimulai.

  Berita meninggalnya Soeharto mengejutkan tidak hanya publik Indonesia dan
  para kuli tinta yang kemudian segera berhamburan ke rumah sakit untuk
  memastikan jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Cendana Nomor 6 dan 8,
  Menteng, Jakarta Pusat, namun juga para staf perwakilan negara sahabat di
  Indonesia ataupun staf perwakilan Indonesia di luar negeri.

  Bagaimanapun juga Soeharto adalah salah seorang tokoh yang cukup berpengaruh
  di kawasan di era 90-an melalui sejumlah sepak terjangnya di berbagai
  organisasi kawasan, antara lain ASEAN dan Gerakan Non Blok (GNB).

  Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai belahan dunia atas kepergian
  Soeharto. Menlu Malaysia Syed Hamid Albar segera setelah mendengar kabar
  wafatnya mantan Presiden Soeharto mengatakan kepergian Soeharto adalah suatu
  kehilangan besar bagi kawasan itu.

  "Meninggalnya Soeharto sudah tentu membuat rakyat Indonesia berduka, tapi
  juga rakyat Malaysia dan kawasan ASEAN turut berduka karena kepemimpinan
  Soeharto telah berhasil menciptakan stabilitas politik di kawasan ASEAN yang
  memungkinkan negara-negara ASEAN melakukan pembangunan ekonomi," katanya.

  Selain itu, lanjut dia, Soeharto bersama Menlu Adam Malik memprakarsai
  penghentian konfrontasi Indonesia-Malaysia.

  "Sejak Soeharto menjadi presiden Indonesia, hubungan Indonesia-Malaysia
  mesra," katanya.

  Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Malaysia mengutus delegasi tingkat
  pejabat tinggi, termasuk mantan PM Mahathir Mohamad dan Deputi PM Najib
  Razak, guna menghadiri upacara pemakaman di Solo, Jawa Tengah, pada Senin
  pagi (28/1). PM Abdullah Ahmad Badawi tidak hadir. Mahathir -- sahabat baik
  Soeharto -- juga menjenguk Soeharto saat ia dirawat di RSPP.

  Filipina

  Senada dengan Malaysia, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo
  menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Soeharto dan
  mengatakan mendiang "tidak akan pernah dilupakan".

  Gloria Arroyo memuji kepemimpinan Soeharto di kawasan Asia Tenggara dan
  sumbangannya untuk membangun perdamaian di Mindanao, kawasan Filipina
  selatan.

  "Atas jasa-jasanya ini, Presiden Soeharto tak akan pernah dilupakan,"
  ujarnya sebagaimana dikutip dari DPA.

  Gloria, yang saat ini melakukan kunjungan resmi ke Uni Emirat Arab,
  mengatakan, "generasi-generasi Filipina dan anggota ASEAN senantiasa akan
  mengenang Presiden Soeharto atas peran kuncinya dalam membangun masyarakat
  di kawasan ini."

  "Sebagai salah satu dari Bapak ASEAN, Presiden Soeharto merupakan salah satu
  pemimpin yang memiliki visi cemerlang untuk membangun perdamaian, kemajuan
  dan kemakmuran ASEAN, yang dibangun dengan penuh penghormatan dan
  saling-pengertian," katanya .

  Australia

  Pujian senada juga muncul dari mantan Menteri Luar Negeri Australia,
  Alexander Downer.

  "Ia memiliki visi yang sangat baik untuk membangun masyarakat Asia Tenggara
  yang kuat, dan memandang positif tentang Australia merupakan bagian dari
  visinya," kata Downer seperti dikutip kantor berita Australia, AAP.

  Hubungan para pejabat Australia dengan Soeharto "mesra" di masa Perdana
  Menteri Paul Keating, yang melakukan kunjungan sebanyak enam kali dalam
  empat tahun menjabat perdana menteri.

  Pada 1995, Keating dan Soeharto menyepakati pakta pertahanan yang kemudian
  dibatalkan oleh Indonesia pada 1999 ketika Canberra memimpin pasukan koalisi
  di Timor Timor menyusul kemerdekaan bekas provinsi Indonesia itu.

  Indonesianis, Greg Fealy dari Universitas Nasional Australia di Cenberra,
  menilai bahwa Keating tidak sendirian memuji jenderal purnawirawan itu.

  "Umumnya, pemerintah Australia berturut-turut sangat puas bahwa Soeharto
  adalah presiden Indonesia," kata Fealy.

  Memang, pada umumnya, sikap terlalu pro-Barat dan menaruh penekanan terhadap
  stabilitas dalam negeri Indonesia, dan dengan itu melindungi Australia dari
  banyak kesulitan.

  Senada dengan seniornya, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memuji peran
  Soeharto dalam memajukan Indonesia dan membantu membangun ASEAN dan APEC,
  dan menggambarkan almarhum sebagai figur yang sangat berpengaruh di kawasan
  ini termasuk Australia.

  Namun, pemimpin sayap kiri-tengah itu tidak segan mengkritik Soeharto saat
  memimpin. Dia juga menggambarkan almarhum sebagai figur yang kontroversial
  mengenai masalah hak asasi manusia (HAM) dan Timor Timur.

  "Indonesia kini sukses sebagai negara demokrasi modern, (itu) menjadi sangat
  penting, bukan saja bagi Australia, tapi juga di kawasan ini dan dunia,"
  paparnya.

  Selain para tokoh tersebut sejumlah tokoh lain juga turut menyampaikan
  ucapan belasungkawanya, antara lain mantan Presiden Timor Leste Xanana
  Gusmao, PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Jepang Yasuo Fukuda.

  Sejumlah duta besar negara-negara sahabat juga dijadwalkan mengikuti prosesi
  pemakaman mantan presiden Soeharto di Astana Giribangun, Solo, Jawa Tengah
  sekitar Senin siang.

  Wisma KBRI

  Selain para perwakilan negara sahabat di Indonesia, sejumlah perwakilan RI
  di luar negeri pun sibuk menyiapkan buku ucapan belasungkawa bagi seluruh
  diplomat ataupun warga yang ingin memberikan ucapan belasungkawa di KBRI
  atau Wisma Indonesia.

  KBRI Beijing selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (28-30 Januari) akan
  menyiapkan buku duka yang dapat diisi oleh pejabat tinggi negara sahabat dan
  perwakilan negara asing yang berkedudukan di China untuk menyampaikan duka
  atas meninggalnya mantan Presiden Soeharto.

  "Kami mulai besok Senin hingga Rabu akan menyiapkan buku duka yang dapat
  diisi oleh pejabat tinggi negara sahabat dan perwakilan asing yang ada di
  China," kata Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing Mohamad Oemar, di Beijing.
  Hal yang sama juga dilakukan di Australia.

  "Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang sudah dilakukan, sedangkan
  anggota masyarakat yang mau mengisi buku duka di KBRI Canberra, mereka dapat
  melakukannya pada pukul 10.00-12.00 atau pukul 14.00-16.00 waktu Canberra,"
  kata Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi.

  KBRI Canberra juga menyelenggarakan doa bersama untuk Pak Harto pada Senin
  malam pukul 20.00 waktu setempat di ruang Balai Kartini, katanya.

  Pemberian kesempatan kepada khalayak umum di Australia untuk menyampaikan
  belasungkawa atas wafatnya Soeharto melalui buku duka juga dilakukan seluruh
  kantor perwakilan RI di Darwin, Melbourne, Sydney, dan Perth.

  Kantor perwakilan pemerintah Indonesia di Tokyo dan Osaka juga memutuskan
  menggelar hari belasungkawa selama tiga hari berturut-turut bagi kalangan
  pemerintah Jepang, diplomat asing serta anggota parlemen Jepang untuk
  menyampaikan belasungkawa, kata Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar.

  "Kami juga menyampaikan bahwa Konjen Osaka membuka pintu dan menyediakan
  waktu untuk siapa saja yang ingin menyampaikan ucapan belasungkawa. Hal itu
  dilakukan selama tiga hari penuh," ujar Konjen RI di Osaka Pitono Purnomo.

  Sementara itu Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Makmur Widodo
  kepada wartawan ANTARA mengatakan bahwa mantan presiden Soeharto masih
  memiliki reputasi yang tergolong positif di kalangan pemerintahan Republik
  Federal Jerman, tak terkecuali Presiden Republik Federal Jerman Horst Kohler

  "Beberapa waktu lalu saat bertemu, Presiden Kohler sempat menanyakan
  bagaimana kondisi Pak Harto. Itu artinya memang dunia tetap mengikuti
  perkembangan kesehatan mantan presiden itu," katanya.

  Menurut Makmur Widodo , hubungan baik mantan penguasa Orde Baru itu dengan
  pemerintah Jerman adalah karena adanya kedekatannya dengan mantan Kanselir
  Jerman Barat (sebelum reunifikasi) Helmut Kohl dari partai CDU.

  "Apalagi dengan adanya Pak Habibie selama puluhan tahun sebagai orang
  kepercayaan Pak Harto dalam pemerintahan," ujarnya.

  Hubungan baik, tambahnya, juga dimiliki "The Smiling General" itu dengan
  mantan kanselir Gerhard Schroeder sehingga diperkirakan KBRI akan menerima
  banyak ucapan belasungkawa atas meninggalnya "Bapak Pembangunan" itu.

  Kedubes RI, katanya, langsung berencana menggelar shalat gaib bersama dengan
  seluruh WNI dan keturunan Indonesia di Berlin pada Minggu petang di Aula
  Kedubes RI yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tahlilan.

  Selain itu, tambahnya, KBRI juga akan memasang bendera Merah Putih setengah
  tiang selama satu pekan dan membuka kesempatan pemberian ucapan belasungkawa
  bagi pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan di Jerman.

  Segala kesibukan itu sedikit banyak menjadi bukti akan rekam jejak pengaruh
  sepak terjang Soeharto selama 32 tahun masa pemerintahannya di Indonesia.
  (*)

  Copyright © 2008 ANTARA 



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.13/1246 - Release Date: 27/01/2008 
18:39


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke