ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN KOTA BANDUNG (AJI Bandung) Sekretariat : Jalan Aceh 56 Bandung Telp / Fax : 022 - 4261548 e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Bandung, 27 Januari 2008 No : 001/AJIB-Sekre/Statemen/I/2008 Hal : Pernyataan Sikap AJI Bandung Terhadap Penutupan Redaksi Radio Mara Bandung Kepada Yth, Jurnalis di seluruh Indonesia [untuk disebarluaskan] Salam Independen! Per Tanggal 15 Januari 2008, PT Radio Mara Ghita Bandung menutup sektor Redaksinya karena alasan keuangan serta rating yang buruk. Apapun alasannya, penutupan Redaksi tentunya menyebabkan sejumlah rekan sejawat kami, para jurnalis yang setiap hari menjadi kawan kerja di lapangan selama beberapa tahun terakhir, harus kehilangan nafkahnya. Untuk itu, AJI Bandung menyatakan prihatin atas penutupan Redaksi Radio Mara. AJI Bandung, sebagai organisasi yang juga peduli pada masalah hubungan industrial pekerja media, menyayangkan keputusan PHK mendadak dari manajemen PT Radio Mara Ghita Bandung, setidaknya berdasarkan penuturan sejumlah teman mantan Redaksi Radio Mara kepada AJI Bandung. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola media, karena menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 151, seharusnya, manajemen tidak mengambil opsi PHK sebagai jalan keluar pertama, melainkan melakukan pemotongan Gaji Komisaris dan Direktur serta Manajer untuk memotong Overhead. Selanjutnya, memotong biaya perjalanan dan fasilitas kemewahan para pejabat perusahaan, kemudian memberi pensiun dini pada pekerja yang sudah dekat usia pensiun, lalu merumahkan sejumlah pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan core business, baru kemudian jika overhead masih lebih besar dari pendapatan, PHK dapat dilakukan [Surat Edaran Menakertrans Nomor SE 907/Men/PHI/X/2004]. AJI Bandung menyayangkan proses PHK yang dilakukan tanpa berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. AJI Bandung juga meminta seluruh pengelola media TIDAK menerapkan pola hubungan industrial untuk waktu tertentu (KWT) yang lebih dikenal dengan system kerja kontrak atau borongan kepada redaksi. AJI Bandung berharap agar monopoli lembaga Rating AGB Nielsen diimbangi lembaga independent yang terbuka, sehingga tidak menyebabkan program acara yang bermutu di lembaga penyiaran swasta, kesulitan iklan, seperti program berita. Ketua AJI Bandung Agus Rakasiwi Divisi Advokasi dan Serikat Pekerja AJI Bandung Ahmad Yunus mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

