SELAIN ITU KOMPAS ADALAH KEPANJANGAN DARI : "KELOMPOK PASTOR"
[1]Go to fullsize image PERGI LUH CINA!!!!!!!!!!!!!!!!!!! --- In [email protected], "Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dr (HC) Jakob Oetama, lahir di Magelang, 27 September 1931, adalah wartawan > dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden > Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan > Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. > > Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah > lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, > Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur > mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di > Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM > Yogyakarta. > Bersama P.K. Ojong, ia mengelola majalah Intisari pada tahun 1963, Tahun > 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas, dan dikelolanya hingga > kini. > > > > [2]www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008. 01.28.02044658&;channel=2&mn=2&idx=2 > > /Home/Berita Utama > Warisan Soeharto > Senin, 28 januari 2008 | 02:04 WIB > Jakob Oetama > > > Haji Muhammad Soeharto, presiden kedua RI, menghadap Sang Khalik. > Persiapannya cukup panjang disertai dengan terganggunya kesehatan dan > tinggal menyendiri. Itu memberi kesan sengaja mengasingkan diri dari > masyarakat ramai. Ia berhenti dari kursi kekuasaan setelah mengemban tugas > kepresidenan selama 31 tahun disertai pergolakan politik. > > Serupa seperti yang dialami Presiden Soekarno yang adalah sang proklamator > kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Soekarno juga telah cukup lama > memimpin pemerintahan dari tahun 1945 sampai tahun 1965 meskipun dalam > periode sistem pemerintahan yang berbeda. > > Presiden pertama wafat setelah menderita sakit dan diisolasi dari bakat > serta kebetahan kepribadiannya, yakni berada di tengah rakyat banyak. Ada > persamaan jalan hidup antara presiden pertama dan presiden kedua. Keduanya > memerintah dalam waktu lama dan sama-sama jatuh dari kekuasaannya. Sama-sama > pula disertai pergerakan dalam kericuhan proses suksesi mereka. Suatu > koinsidensi yang masuk akal jika menimbulkan pertanyaan dan pelajaran > sejarah yang bermanfaat bagi perikehidupan kita selanjutnya sebagai bangsa > dan negara. > > Dalam 20 tahun periode pemerintahan Soekarno berlaku beragam sistem sosial > politik. Ada periode kebersamaan dan kedaruratan selama dua dasawarsa itu. > Berlaku beragam sistem pemerintahan, sebut saja demokrasi liberal dan > demokrasi terpimpin. Agenda sentral kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan > disertai pancaroba pencarian, pergumulan, dan pemantapan pembangunan negara > dan pembangunan bangsa. > > Terjadi dikotomi antara faham politik dan kebangsaan yang mengacu kepada UUD > 1945 dan berbagai ideologi partisan yang, misalnya, melahirkan gerakan Darul > Islam (DI) dan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang memuncak pada > gerakan 30 September 1965. Terjadi proses pemantapan negara kesatuan berikut > keutuhan teritorialnya. Kerangka internasional yang dipelopori dan > dibangkitkan Bung Karno adalah antikolonialisme dan neokolonialisme serta > kebangkitan Asia-Afrika. Indonesia pelopor dari New Emerging Forces. > Perikehidupan sosial-ekonomi terabaikan dan hal itu kemudian merupakan > kekuatan kontraproduktif dan kejatuhan presiden pertama ketika > berkoinsidensi atau berinteraksi dengan G30S. > > Jenderal Soeharto ditempatkan oleh perubahan drastis dan disertai kekerasan > pada posisi kepemimpinan. Berlatar belakang militer, memegang komando tetapi > sekaligus juga cerdas dan tegas. Estafet kepemimpinan nasional jatuh > kepadanya. Represi Bung Karno terutama karena dibuat ganas, keras, dan kejam > oleh PKI membuahkan kekuatan dan gerakan kontraproduktif yang sekaligus > menjatuhkan kedudukannya. Masuk akal alias logis jika perubahan besar > terjadi. Beruntunglah TNI berideologi negara Pancasila, bersendikan UUD > 1945, membela negara kesatuan dan berakar sejarah laskar rakyat. Itu latar > belakang doktrin dwifungsi dan didirikannya organisasi politik baru yang > berupa kekaryaan. > > Dengan pemahaman yang diasumsikan bahwa masalah ideologi telah selesai dan > solid disertai pula pandangan dan sikap pragmatis terjadilah perubahan > orientasi dan prioritas agenda dan program nasional. Sebutlah dari politik > dan berpolitikan ke kerja nyata untuk memperbaiki perikehidupan sosial > ekonomi rakyat, kerangka dan arah sosial ekonomi negara dan masyarakat dan > mengambil sikap terbuka sehingga bisa memanfaatkan sumber hubungan, bantuan, > dan kerja sama internasional. Adalah kecerdasaan Presiden Soeharto dan > keterbukaannya yang tahu diri sehingga dapat direkrut para pembantu pada > tingkat menteri yang dalam bidang ekuin dan bidang lain memberikan kualitas > kompetensi profesional dan teknokratis. Perbaikan dalam perikehidupan sosial > ekonomi rakyat dan negara berubah pesat secara positif. Jika pemerintah dan > pemerintahan waktu itu adalah otokratis, otokrasi itu sekaligus teknokratis > dan kompeten. > > Sayang pola, semangat, dan praksis otokrasi yang > "tercerahkan"-enlightened-itu > tidak bertahan. Kekuasaan tumbuh dan berkembang dalam suasana berlakunya > kembali budaya feodalisme, terutama feodalisme kekuasaan. Pemerintah mulanya > diusung oleh idealisme kekayaan bagi kemakmuran orang banyak dan untuk > melayani orang banyak, tersendat dan akhirnya terjatuh pada budaya feodal > kekuasaan yang minta dilayani. Karena kekuatan yang mengontrol lemah dan > semakin melemah, muncullah fenomena yang mewabah sebagai korupsi, kolusi, > dan nepotisme (KKN). Wibawa dan efektivitas kekuasaan tergerogoti dan lemah. > Tidak ada lagi tempat untuk kekuatan kontrol yang efektif. Pemerintah ikut > melemah dan ketika badai krisis ekonomi menjalar juga ke Indonesia, > muncullah casus belli-dadakan-untuk jatuhnya presiden kedua dan rezimnya. > > Masuklah Indonesia ke babak baru, periode Reformasi. Dilakukan pembaruan > terhadap tafsir UUD 1945. Bukan otokrasi, tetapi demokrasi. Kekuasaan dari > rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat melalui pemimpin pemerintahan yang > dipilih dalam pemilu serta DPR yang juga hasil pemilihan umum. > > Sejarah berulang, terutama yang menyangkut posisi dan nasib Presiden > Soeharto. Meskipun berbeda, ia menjalani nasib serupa dengan presiden > pertama. Diberhentikan dari jabatan presiden, diisolasi dan menjalani proses > panjang menyangkut penilaian publik terhadap kinerja dan praksis kekuasaan > selama menjabat. > > Masuk akal dan logis jika hukuman dijatuhkan, politik pasti, perdata dan > pidana tergantung. Namun, terutama terhadap presiden kedua bukan saja > disentuh, tetapi menempati agenda sentral. Beruntunglah dalam periode > Reformasi berlaku asas praduga tak bersalah, berlaku asas dan proses hukum. > Meskipun terjemahannya dalam politik sama, yakni diturunkan dan diisolasi, > perlakuan terhadap presiden kedua lebih manusiawi daripada presiden pertama. > > Presiden pertama jatuh. Nasib serupa menimpa presiden kedua. Masuk akal jika > kedua kasus historis itu kita ambil pengalaman dan pelajarannya. Kekuasaan > yang melampaui batas kewajaran-dua periode saja. Budaya kekuasaan feodal > yang melekat kuat dan menaklukkan kekuasaan demokrasi. > > Ketika pengalaman itu mulai menjadi sejarah, bahkan sejarah yang berulang, > masuk akal jika kita dalami dan selami pelajarannya yang diberikan oleh > jatuhnya presiden pertama dan kedua. Kita mengambil pelajaran dari kelebihan > dan keberhasilannya dan kita hargai. Kita mengambil pelajaran dari > kegagalan, kealpaan, dan kesalahannya. Dalam konteks itu, patut kiranya juga > dalam sikap kritis, kita berpegang pada kebajikan mikul dhuwur, mendhem > jero, tetap menghormati secara sepantasnya dan tetap menghargai kebaikan dan > keberhasilannya. Cukuplah presiden pertama dan presiden kedua yang mengalami > akhir yang tragis. > > Dengan kata lain, Reformasi yang juga menimba dari periode presiden pertama > dan presiden kedua itu kita usahakan seoptimal mungkin keberhasilannya. > References 1. http://images.search.yahoo.com/search/images/view?back=http%3A%2F%2Fimages.search.yahoo.com%2Fsearch%2Fimages%3Fp%3DSATAN%26toggle%3D1%26cop%3Dmss%26ei%3DUTF-8%26fp_ip%3DID%26fr%3Dyfp-t-203%26b%3D21%26ni%3D20&w=450&h=338&imgurl=media-cyber.law.harvard.edu%2Fblogs%2Fstatic%2Fgaetano%2Fsatan.jpg&rurl=http%3A%2F%2Fwww.consolewars.de%2Fmessageboard%2Fviewtopic.php%3Fp%3D791507&size=18.4kB&name=satan.jpg&p=SATAN&type=jpeg&no=24&tt=354,943&oid=5936614ba27a3708&ei=UTF-8 2. file://localhost/tmp/linkstmp/www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.01.28.02044658& -- http://www.fastmail.fm - And now for something completely differentÂ… [Non-text portions of this message have been removed]

