http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=322180&kat_id=23
Presiden Minta Warga NU Bersama Pemerintah Perkokoh NKRI
Jakarta-RoL-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar seluruh warga
Nahdlatul Ulama (NU) tampil menjadi pelopor perjuangan bangsa, bahu membahu
dengan pemerintah untuk memperkokoh NKRI.
Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono saat berpidato pada peringatan
puncak Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
Minggu, yang bertema "Selamatkan Bangsa Melalui Gerakan Islam Rahmatan Lil
Alamien".
"Saya ingin warga NU tampil di depan dan menjadi pelopor sebagaimana di masa
lalu," katanya. Menurut Presiden Yudhoyono, selama 82 tahun NU telah turut
aktif membangun wawasan kebangsaan dan konsensus dasar berbangsa yaitu
Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Disebutkan bahwa NU sebagai salah satu organisasi besar Islam di tanah air
selalu aktif memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara serta ikut dalam
dinamika kehidupan bangsa sekaligus mencari penyelesaian terhadap berbagai
masalah bangsa.
Presiden juga menyampaikan penghargaannya atas sikap NU yang selalu menjujung
tinggi jalan tengah dan lurus, bersikap moderat dan menentang ekstrimisme dalam
menjalin Ukhuwah Islamiyah menuju masyarakat yang Rahmatan Lil Alamin.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyatakan bahwa membangun bangsa menuju
masa depan yang aman dan damai tidaklah mungkin dilakukan dalam waktu singkat
dan tidak mungkin tanpa tantangan.
Oleh karena itu Kepala Negara mengimbau seluruh pihak untuk tetap optimis dan
bersabar. Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir pasca krisis
moneter, Indonesia telah mencapai kemajuan yang cukup signifikan di berbagai
bidang kehidupan.
Terkait peringatan puncak Harlah tersebut, PBNU mengundang Presiden Yudhoyono,
Wapres Jusuf Kalla, dan para mantan presiden beserta keluarganya. PBNU berharap
acara tersebut bisa menjadi ajang silaturahmi para pemimpin.
Meski demikian, tidak semua yang diundang hadir. Mantan presiden KH Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) dan Megawati termasuk yang tidak hadir. Keluarga mantan
presiden Soeharto hadir diwakili Titiek Soeharto. Tampak hadir pula mantan
Wapres Try Sutrisno.
Sementara dari kalangan pejabat negara yang hadir antara lain Ketua MPR Hidayat
Nur Wahid, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Ketua Badan Pemeriksa
Keuangan Anwar Nasution, dan sejumlah menteri. Ketua PP Muhammadiyah Din
Syamsudin juga terlihat hadir.
Sedangkan ribuan nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) berbondong-bondong
memadati Gelora Bung Karno yang berkapasitan 100 ribu orang, untuk menghadiri
peringatan Harlah ke-82 organisasi Islam itu.
Akibat aliran nahdliyin yang menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari sepeda
motor hingga bus besar, lalu-lintas di seputar Gelora Bung Karno mengalami
kemacetan luar biasa.
Seusai pidato Presiden Yudhoyono, di langit Gelora Bung Karno melintas pesawat
yang membawa bendera yang bertuliskan "HUT NU Perkokoh NKRI".
Acara itu juga dimeriahkan dengan penampilan grup marching band dari pondok
pesantren Darunnajah, Soneta Group Rhoma Irama, Pagar Nusa, dan atraksi terjun
payung. antara/abi
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]